Belajar Selamatkan Bumi Sejak Sekolah: Pentingnya Pendidikan Iklim untuk Generasi Muda

Dinda Rachmawati

Selasa, 28 April 2026 | 08:32 WIB
Belajar Selamatkan Bumi Sejak Sekolah: Pentingnya Pendidikan Iklim untuk Generasi Muda
Belajar Selamatkan Bumi Sejak Sekolah: Pentingnya Pendidikan Iklim untuk Generasi Muda (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Program Green Guardians hadir memberikan pendidikan iklim holistik bagi siswa melalui pelatihan guru serta aksi nyata di sekolah.
  • Kitabisa.org dan Bakti Barito menjalin kemitraan strategis dengan menargetkan total investasi sosial mencapai Rp 13 miliar rupiah.
  • Dana tersebut dialokasikan untuk implementasi program di 222 sekolah serta mendukung pengembangan kader Adiwiyata selama lima tahun mendatang.

Suara.com - Di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim, pendidikan tidak lagi cukup hanya mengajarkan teori di dalam kelas. Generasi muda perlu dibekali pemahaman yang utuh, mulai dari pengetahuan dasar, keterampilan praktis, hingga kesadaran untuk bertindak. 

Inilah yang mendorong lahirnya pendekatan pendidikan iklim holistik seperti yang dijalankan dalam program Green Guardians. Program ini hadir bukan sekadar untuk mengenalkan istilah perubahan iklim, tetapi untuk membentuk kebiasaan dan pola pikir ramah lingkungan sejak dini. 

Melalui pendekatan yang partisipatif, siswa diajak memahami isu lingkungan secara nyata, dari pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, hingga konservasi energi dan air.

Kolaborasi antara Kitabisa.org dan Bakti Barito dengan pembentukan dana abadi dengan target untuk menghasilkan total investasi sosial lebih dari Rp 13 miliar menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan iklim bisa diperkuat melalui kerja sama berbagai pihak.

Nantinya, Bakti Barito akan melipatgandakan setiap donasi publik, sementara Kitabisa.org turut memberikan pendanaan tambahan. Struktur pendanaan inovatif ini dirancang untuk mengoptimalkan dampak serta menjamin jalannya program di masa depan.

Kitabisa.org dan Bakti Barito Targetkan Investasi Sosial Rp 13 Miliar dalam Kemitraan Blended Finance untuk Pendidikan Iklim (Dok. Istimewa)
Kitabisa.org dan Bakti Barito Targetkan Investasi Sosial Rp 13 Miliar dalam Kemitraan Blended Finance untuk Pendidikan Iklim (Dok. Istimewa)

Sebanyak 70 persen dari anggaran tahunan akan dialokasikan langsung untuk implementasi program di 222 sekolah menuju sekolah Adiwiyata selama lima tahun ke depan .

Sementara itu, 30 persen sisanya akan disalurkan ke dana abadi Wakaf Produktif yang secara khusus diperuntukkan bagi keberlanjutan program Green Guardians. dan pengembangan kader Adiwiyata di masa yang akan datang.

Bersama-sama, keduanya akan membangun dukungan nyata bagi pendidikan perubahan iklim di sekolah-sekolah Indonesia melalui jangkauan digital Kitabisa.org dan metodologi terukur Bakti Barito.

“Selama lima tahun ke depan, kami akan menggandakan jangkauan dana kami untuk implementasi program Green Guardians melalui pencocokan donasi publik dan reinvestasi strategis,” ujar Alfatih Timur. 

baca juga

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini bertujuan memastikan pendidikan iklim bisa berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah.

Meski begitu, esensi dari program ini tidak terletak pada pendanaan, melainkan pada dampaknya di lapangan. Guru mendapatkan pelatihan khusus untuk mengajarkan isu perubahan iklim dengan cara yang relevan dan aplikatif. 

Sementara siswa dilibatkan langsung dalam aksi nyata yang berdampak pada lingkungan sekolah mereka. Menurut Dian A. Purbasari, pendekatan ini menjadi penting karena pendidikan lingkungan harus bersifat kolaboratif dan berkelanjutan. 

“Kami memandang program Green Guardians sebagai sebuah upaya kolaboratif, dan kami secara aktif mengundang berbagai pihak untuk bersama-sama menjangkau lebih banyak siswa di seluruh negeri,” jelasnya.

Salah satu kekuatan utama pendidikan iklim holistik adalah kemampuannya menghubungkan pengetahuan dengan aksi. Siswa tidak hanya belajar tentang pemanasan global atau perubahan cuaca ekstrem, tetapi juga memahami bagaimana tindakan kecil, seperti memilah sampah atau menghemat air dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.

Pendekatan ini juga sejalan dengan program pemerintah seperti Adiwiyata, yang mendorong sekolah menjadi lebih peduli dan berbudaya lingkungan. Dukungan dari berbagai pihak membuat upaya ini semakin kuat dan terarah.

Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Jo Kumala Dewi, menyambut baik inisiatif ini. “Kolaborasi inovatif ini sangat kami apresiasi karena selaras dengan upaya kementerian dalam mempercepat pencapaian sekolah Adiwiyata dan membentuk generasi muda Indonesia yang tangguh terhadap krisis iklim,” ujarnya.

Pada akhirnya, pendidikan iklim bukan hanya tentang menyelamatkan lingkungan, tetapi juga tentang mempersiapkan masa depan. Generasi muda yang memahami isu ini dengan baik akan lebih siap menghadapi tantangan global, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat.

Di era ketika perubahan iklim bukan lagi ancaman jauh, melainkan realitas sehari-hari, membangun kesadaran sejak bangku sekolah menjadi langkah yang tak bisa ditunda. Karena dari sanalah lahir generasi yang tidak hanya peduli, tetapi juga mampu bertindak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Pendampingan Bisnis Bantu Siswa Kembangkan Usaha dan Pola Pikir Adaptif

Program Pendampingan Bisnis Bantu Siswa Kembangkan Usaha dan Pola Pikir Adaptif

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 16:20 WIB

Mimpi yang Terparkir: Saat Ekonomi Menjadi Rem Bagi Ambisi Generasi Muda

Mimpi yang Terparkir: Saat Ekonomi Menjadi Rem Bagi Ambisi Generasi Muda

Your Say | Jum'at, 24 April 2026 | 11:50 WIB

Aceh Dorong Ekosistem Kreatif Lewat Pengaktifan Kembali Lewat AMANAH, Apa Itu?

Aceh Dorong Ekosistem Kreatif Lewat Pengaktifan Kembali Lewat AMANAH, Apa Itu?

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:19 WIB

Terkini

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

×