- Festival Pasar Rakyat di Lapangan Brigif Kujang 15 bertujuan untuk mendukung pengembangan usaha UMKM lokal.
- Kegiatan ini menyediakan wadah bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring, meningkatkan eksposur, serta memperoleh edukasi literasi keuangan.
- Festival ini jadi tempat di mana pelaku usaha bisa tampil, dikenal, dan membangun langkah berikutnya.
Suara.com - Minggu pagi di Lapangan Brigif Kujang 15 terasa lebih hidup dari biasanya. Ratusan warga memadati area sejak pagi, menikmati jajanan tradisional, musik, hingga ragam produk lokal yang dipajang para pelaku usaha atau UMKM.
Bagi para pelaku UMKM, acara bertajuk Festival Pasar Rakyat ini bukan hanya soal berjualan dan mengejar omzet harian. Ini adalah ruang untuk memperluas eksposur, membangun jejaring, dan membuka peluang baru bagi pengembangan usaha.
Puluhan UMKM lokal ambil bagian, menghadirkan beragam produk mulai dari kuliner, minuman, fesyen, hingga kerajinan tangan. Setiap lapak bukan hanya menawarkan barang, tapi juga cerita perjuangan—tentang bagaimana usaha kecil bertahan, berkembang, dan mencari jalan untuk naik level.
Melalui kampanye #TemanAturUang, Kredit Pintar mencoba menghadirkan ruang yang lebih inklusif bagi para pelaku usaha. Presiden Direktur Kredit Pintar, Ronny Andi Kasim, menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya dari sisi permodalan.
“Yang dibutuhkan pelaku usaha bukan hanya akses finansial, tetapi juga ruang untuk berkembang—mulai dari eksposur hingga kesempatan membangun jaringan. Festival ini kami hadirkan sebagai wadah itu,” ujarnya.
Hal serupa juga tercermin dari antusiasme pengunjung yang tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pelaku usaha. Relasi sederhana seperti obrolan di depan lapak hingga pertukaran kontak menjadi awal dari peluang kolaborasi yang lebih besar.
Di sisi lain, festival ini juga dibalut dengan pendekatan yang ringan dan dekat dengan masyarakat. Games interaktif bertema literasi keuangan, hiburan musik dari Sallsa Bintan dan Warga Koplo, hingga doorprize seperti sepeda listrik, membuat acara terasa fun tanpa kehilangan nilai edukatifnya.
Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, menyebut bahwa pendekatan seperti ini penting untuk membangun pemahaman yang lebih luas, termasuk soal pengelolaan keuangan.
“Edukasi tidak harus selalu formal. Lewat kegiatan seperti ini, kami ingin masyarakat bisa memahami keuangan dengan cara yang lebih santai, sekaligus melihat peluang yang bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Sebagai platform pinjaman daring yang telah berizin dan diawasi OJK, Kredit Pintar juga terus mendorong akses pembiayaan yang lebih inklusif. Sepanjang Januari–Maret 2026 saja, penyaluran pinjaman di Jawa Barat mencapai Rp581 miliar, dengan Rp8,9 miliar di antaranya tersalurkan di Kota Cimahi.
Namun, angka tersebut hanyalah satu sisi dari cerita. Di lapangan, dampak yang terasa justru hadir dari ruang-ruang kecil seperti festival ini—tempat di mana pelaku usaha bisa tampil, dikenal, dan membangun langkah berikutnya.
Pada akhirnya, Festival Pasar Rakyat bukan hanya tentang transaksi. Ia menjadi ruang pertemuan antara peluang dan keberanian—tempat UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga punya kesempatan untuk benar-benar berkembang.