Kerap Disepelekan! Satgas IDAI Ingatkan Wabah Influenza Pernah Sebabkan 100 Juta Kematian

Nur Khotimah, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 29 April 2026 | 20:35 WIB
Kerap Disepelekan! Satgas IDAI Ingatkan Wabah Influenza Pernah Sebabkan 100 Juta Kematian
Satgas Imunisai Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof.Dr.dr.Soedjatmiko dalam diskusi PT. Kalbe Farma Tbk pada Kamis (28/4/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
baca 10 detik
  • Prof. Soedjatmiko menyatakan wabah influenza A tahun 1918–1919 menyebabkan 50 hingga 100 juta kematian di seluruh dunia.
  • Virus influenza berisiko memicu komplikasi berat seperti pneumonia, gangguan jantung, hingga otak bagi kelompok masyarakat rentan.
  • IDAI menganjurkan vaksinasi influenza sebagai upaya perlindungan optimal bagi keluarga meski belum masuk program imunisasi nasional.

Suara.com - Banyak orang menganggap remeh virus influenza karena dianggap bisa sembuh dengan sendirinya. Padahal influenza juga bisa mematikan hingga sebabkan wabah dan buat 100 juta orang meninggal dunia.

Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof.Dr.dr.Soedjatmiko bercerita virus influenza punya sejarah kelam di dunia. Ia bercerita wabah virus influenza A pada 1918 hingga 1919 membuat 50 juta hingga 100 juta orang meregang nyawa.

"Sama (berisiko kematian) ketika wabah influensa A tahun 1918 hingga 1919 menyebar ke seluruh dunia pandemi yang pertama yang meninggal sekitar 50 hingga 100 juta," ujar Prof. Soedjatmiko dalam diskusi PT. Kalbe Farma Tbk pada Kamis (28/4/2026).

Penyebab influenza A mematikan menurut Prof. Soedjatmiko karena virus tersebut bisa menyebkan sakit berat pada bayi, balita hingga orang dewasa dengan komorbiditas seperti diabetes, obesitas hingga lansia.

"Dan kalau kena itu menyerangnya bisa paru-paru. Jadi radang paru, namanya pneumonia," papar Prof.Soedjatmiko.

Satgas Imunisai Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof.Dr.dr.Soedjatmiko dalam diskusi PT. Kalbe Farma Tbk pada Kamis (28/4/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Satgas Imunisai Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof.Dr.dr.Soedjatmiko dalam diskusi PT. Kalbe Farma Tbk pada Kamis (28/4/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Kondisi inilah yang membuat influenza tidak bisa lagi dipandang sebagai penyakit ringan. Prof. Soedjatmiko menegaskan, virus influenza, khususnya tipe A dan B, memiliki potensi menyebabkan infeksi berat yang berujung pada komplikasi serius hingga kematian, terutama pada kelompok rentan.

Ia menjelaskan bahwa infeksi influenza umumnya diawali dengan gejala ringan seperti demam dan batuk, namun dapat berkembang menjadi kondisi yang jauh lebih berat.

“Kalau namanya infeksi pasti demam dulu. Kalau infeksinya hebat, demamnya tinggi. Kemudian dia akan menyebar ke seluruh tubuh, pasien jadi lemas, hilang nafsu makan,” jelasnya.

Pada kondisi tertentu, virus dapat menyerang organ vital seperti paru-paru, yang menyebabkan pneumonia atau radang paru. Kondisi ini membuat pasien mengalami sesak napas hingga kekurangan oksigen dan membutuhkan bantuan alat medis.

baca juga

“Kalau dia menyerang paru, paru-parunya jadi sesak, napasnya susah. Bahkan bisa sampai kekurangan oksigen, harus dibantu oksigen,” lanjutnya.

Tidak hanya paru-paru, virus influenza juga berpotensi menyerang organ lain seperti jantung dan otak. Jika sudah mencapai tahap tersebut, pasien biasanya memerlukan perawatan intensif di rumah sakit, bahkan hingga unit perawatan intensif (ICU).

Selain pengobatan, pencegahan menjadi aspek penting dalam menekan dampak influenza. Namun hingga saat ini, vaksin influenza seperti vaksin influenza trivalent (TIV) belum masuk dalam program imunisasi nasional di Indonesia.

Hal ini, menurut Prof. Soedjatmiko, berkaitan dengan berbagai pertimbangan, termasuk beban penyakit, tingkat keparahan, serta analisis biaya dan manfaat atau health economic analysis yang dilakukan oleh pemerintah bersama Komite Imunisasi Nasional.

“Pemerintah akan melihat seberapa besar masalahnya, dampaknya apakah menyebabkan kematian atau kecacatan, serta berapa biaya yang dibutuhkan untuk pencegahannya,” jelasnya.

Di sejumlah negara lain, vaksin influenza telah menjadi bagian dari program nasional, terutama di wilayah dengan angka kasus dan kematian yang tinggi. Namun di Indonesia, vaksin ini masih bersifat rekomendasi, bukan kewajiban.

Padahal vaksin influenza trivalent (TIV) produksi PT Kalventis Sinergi Farma (Kalventis) memiliki profil imunogenisitas, efektivitas, dan keamanan yang sebanding dengan vaksin quadrivalent.

Di sisi lain sudah lebih dari satu dekade vaksin influenza quadrivalent digunakan untuk melindungi dua galur virus flu jenis A yaitu H1N1 dan H3N2 serta dua galur virus flu jenis B yaitu Victoria dan Yamagata.

"Namun, sejak tahun 2020, virus B/Yamagata tidak ditemukan lagi di seluruh dunia. Oleh karena itu, pada 2023, WHO menilai bahwa keberadaan komponen virus B/Yamagata dalam vaksin tidak diperlukan lagi,” ujar Prof. Soedjatmiko.

Prof. Soedjatmiko pun menambahkan bahwa efektivitas vaksin ditentukan oleh kesesuaian antigen dengan virus yang beredar. Dengan demikian, vaksin influenza trivalent seperti Kalventis tetap memberikan perlindungan optimal terhadap ancaman influenza.

“Transisi dari QIV ke TIV bukanlah bentuk pengurangan perlindungan, melainkan optimalisasi vaksin sesuai dengan bukti ilmiah terbaru," paparnya.

Meski belum menjadi program nasional, organisasi profesi kesehatan tetap menganjurkan masyarakat untuk melindungi diri, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan penyakit penyerta.

"Fokus utama tetap pada vaksin influenza trivalent untuk melindungi seluruh anggota keluarga, dari bayi hingga lansia, dengan harga yang lebih ekonomis sehingga dapat diberikan setiap tahun. Jadwal imunisasi anak dan dan dewasa juga tetap sama,” pungkas Prof.Soedjatmiko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan

Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:29 WIB

Dukung PP TUNAS, IDAI Setuju Pembatasan Usia Pengguna Media Sosial bagi Anak

Dukung PP TUNAS, IDAI Setuju Pembatasan Usia Pengguna Media Sosial bagi Anak

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:23 WIB

Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang

Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 19:43 WIB

Terkini

Ini Agenda Kerja Presiden Prabowo di Sulawesi Selatan

Ini Agenda Kerja Presiden Prabowo di Sulawesi Selatan

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 15:07 WIB

Diumumkan Depan Prabowo, Pramono Tetapkan Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Rp8 Selama 8 Hari

Diumumkan Depan Prabowo, Pramono Tetapkan Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Rp8 Selama 8 Hari

News | Rabu, 16 September 2026 | 15:07 WIB

Cashmere Fluffy hingga Korduroi Ringan, Material Hangat Jadi Andalan Gaya Fall/Winter 2026

Cashmere Fluffy hingga Korduroi Ringan, Material Hangat Jadi Andalan Gaya Fall/Winter 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 15:06 WIB

5 Pilihan HP Murah Bersertifikasi IP Tinggi Harga Rp2 Jutaan, Anti Air dan Debu Ekstrem!

5 Pilihan HP Murah Bersertifikasi IP Tinggi Harga Rp2 Jutaan, Anti Air dan Debu Ekstrem!

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 15:04 WIB

Video Serangan Brutal Jhon van Beukering Beredar, Jadi Bukti Baru? Korban Terlihat Tersungkur

Video Serangan Brutal Jhon van Beukering Beredar, Jadi Bukti Baru? Korban Terlihat Tersungkur

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 15:04 WIB

Perluas Jaringan, OMODA dan JAECOO Indonesia Buka Dua Dealer Baru di

Perluas Jaringan, OMODA dan JAECOO Indonesia Buka Dua Dealer Baru di

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 15:03 WIB

PM Shehbaz Sharif: Rakyat Pakistan Bersedih Makkah Diserang Bom Drone Houthi

PM Shehbaz Sharif: Rakyat Pakistan Bersedih Makkah Diserang Bom Drone Houthi

News | Rabu, 16 September 2026 | 15:02 WIB

Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping

Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 15:00 WIB

Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah

Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 15:00 WIB

Pergantian Menkeu Tak Serta-merta Bereskan Beban Fiskal, Utang Tembus Rp10.294 T

Pergantian Menkeu Tak Serta-merta Bereskan Beban Fiskal, Utang Tembus Rp10.294 T

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:59 WIB

×