4 Perbedaan Utama El Nino dengan Musim Kemarau, Tak Sekadar Lebih Panas

Yasinta Rahmawati

Kamis, 30 April 2026 | 17:36 WIB
4 Perbedaan Utama El Nino dengan Musim Kemarau, Tak Sekadar Lebih Panas
Breaking News! Fenomena El Nino Ubah Sawah Jadi Lapangan Bola di Bandung Barat, Petani Merana Gagal Panen (Suara.com/Fery Bangkit)

Suara.com - Bayang-bayang El Nino yang akan tiba dalam kurun waktu dekat tentu membuat para pelaku ekonomi was-was.

Para petani seantero negeri khawatir bahwa El Nino memberi dampak yang lebih signifikan ketimbang musim kemarau biasa.

Adapun ahli iklim melalui Union of Concerned Scientist, Marc Alessi, dikutip dari The Guardian, Kamis (30/4/2026) memaparkan bahwa negara-negara di Samudera Pasifik akan terdampak El Nino.

Bahkan ada julukan khusus bagi fenomena iklim yang akan datang yakni El Nino Super karena dampaknya akan melebihi El Nino pada umumnya.

Lantas, apa yang membedakan El Nino dengan musim kemarau biasa? Mari kulik bersama El Nino yang jadi ancaman bagi Tanah Air.

Penyebab dan mekanisme terjadinya kemarau biasa vs El Nino

Musim kemarau biasa di Indonesia merupakan siklus tahunan yang bersifat reguler, dipicu oleh pergerakan angin Monsun Australia yang bersifat kering.

Sebaliknya, El Nino adalah anomali iklim skala global yang dipicu oleh menghangatnya Suhu Permukaan Laut (SPL) di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur.

Saat El Nino terjadi, angin pasat yang biasanya membawa massa udara lembap ke wilayah Indonesia melemah atau bahkan berbalik arah.

baca juga

Hal ini menyebabkan awan-awan hujan bergeser menjauhi wilayah kita menuju Samudra Pasifik, sehingga atmosfer di atas Indonesia menjadi sangat kering dibandingkan kemarau pada tahun-tahun normal.

Durasi dan intensitas kekeringan

Kemarau biasa umumnya berlangsung selama kurang lebih enam bulan mengikuti pergerakan semu matahari.

Namun, saat El Nino bergabung dengan musim kemarau, durasinya bisa menjadi jauh lebih panjang dan intensitasnya jauh lebih ekstrem.

El Nino dapat menyebabkan musim hujan datang terlambat atau bahkan membuat intensitas hujan tetap sangat rendah meskipun sudah masuk bulan-bulan basah.

Suhu udara selama El Nino cenderung terasa lebih menyengat karena minimnya tutupan awan yang menghalangi radiasi matahari secara langsung ke permukaan bumi.

Fenomena ini sering kali membuat cadangan air tanah menyusut lebih cepat daripada kemarau tahunan.

Cakupan wilayah dan skala dampak

Kemarau biasa mungkin hanya memberikan dampak lokal atau regional yang dapat diprediksi oleh petani setempat.

Namun, El Nino memiliki dampak sistemik yang mencakup wilayah yang sangat luas, bahkan lintas benua.

Adapun di Indonesia, dampak El Nino sering kali merata dari ujung barat hingga timur,.

Dampak tersebut menyebabkan penurunan debit air di bendungan-bendungan besar secara drastis.

Skala dampaknya tidak hanya terbatas pada sulitnya mendapatkan air bersih, tetapi juga mengganggu stabilitas ekosistem laut.

Fenomena ini menyebabkan pemutihan terumbu karang (coral bleaching) karena suhu laut yang terlalu hangat.

Coral bleaching tersebut adalah sesuatu yang jarang terjadi pada musim kemarau biasa yang normal.

Risiko kebakaran dan ketahanan pangan

Perbedaan yang paling krusial terletak pada risiko bencana turunannya.

Pada musim kemarau biasa, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap ada namun lebih terkendali.

Saat El Nino, vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar (bagaikan bahan bakar siap sulut), yang memicu kebakaran hebat dengan kabut asap lintas batas negara.

Lalu ari sisi pangan, El Nino sering kali menyebabkan gagal panen masal (puso) karena pola tanam yang terganggu secara total.

Hal ini berdampak pada melonjaknya harga pangan nasional.

Oleh karena itu, penanganan El Nino memerlukan intervensi pemerintah yang lebih kompleks dibandingkan sekadar menghadapi kemarau rutin tahunan.

Itu sebabnya El Nino kerap membuat petani dan penggerak pangan was-was.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Jakarta Siapkan Modifikasi Cuaca dan Water Mist

El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Jakarta Siapkan Modifikasi Cuaca dan Water Mist

News | Sabtu, 25 April 2026 | 15:40 WIB

Hadapi El Nino 2026, Pemerintah Ungkap Strategi Cegah Karhutla

Hadapi El Nino 2026, Pemerintah Ungkap Strategi Cegah Karhutla

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:25 WIB

5 Rekomendasi Jaket Cowok Murah untuk Naik Motor Harian Anti Gerah

5 Rekomendasi Jaket Cowok Murah untuk Naik Motor Harian Anti Gerah

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 19:00 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×