- Saham Haji Isam kini bertambah setelah resmi mencaplok emiten nikel PACK.
- Kinerja portofolio saham Haji Isam mencatatkan kenaikan fantastis hingga ribuan persen.
- Total kapitalisasi pasar dari gurita saham Haji Isam menembus ratusan triliun.
Suara.com - Sosok Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam kembali menjadi buah bibir di kalangan investor pasar modal.
Sang "Crazy Rich Kalsel" ini baru saja melakukan aksi korporasi jumbo dengan mencaplok saham emiten nikel, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK).
Tak tanggung-tanggung, dana hampir Rp1 triliun digelontorkan demi memperluas imperium bisnisnya.
Masuknya Haji Isam ke saham PACK menambah panjang daftar portofolio sahamnya yang dikenal memiliki performa "bagger" alias naik berlipat-lipat.
Lantas, apa saja saham milik Haji Isam dan bagaimana kinerjanya? Simak ulasan berikut ini.

1. PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK)
Aksi terbaru Haji Isam adalah memborong 6,83 miliar saham PACK atau setara dengan 21,12 persen kepemilikan.
Transaksi ini dilakukan pada 13 Mei 2026 dengan harga pelaksanaan Rp137 per saham.
Karena nilai investasinya mencapai Rp936 miliar, efek Haji Isam pun langsung terasa.
Terbukti dari saham PACK yang langsung melesat 9,86 persen ke posisi Rp312 tak lama setelah kabar ini tersiar.
Secara year to date (ytd), saham ini bahkan sudah terbang 119,7 persen.
2. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
PGUN adalah saham milik keluarga Haji Isam yang mencatatkan kenaikan paling gila.
Bayangkan saja, sepanjang tahun berjalan (ytd), harga saham PGUN meroket hingga 5.141 persen ke posisi Rp 22.225.
Kenaikan fantastis ini membuat kapitalisasi pasar PGUN melambung jadi Rp 127,50 triliun.
Haji Isam mengendalikan emiten sawit ini melalui anak-anaknya, Liana Saputri dan Jhony Saputra, lewat PT Araya Agro Lestari dan PT Citra Agro Raya.
3. PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)
Emiten yang bergerak di bidang pengolahan minyak sawit dan biodiesel ini
merupakan pintu masuk utama bagi investor yang ingin mengikuti jejak bisnis Haji Isam.
Melalui PT Eshan Agro Sentosa (bagian dari Jhonlin Group), Haji Isam menguasai 86,64 persen saham JARR.
Performanya pun tak kalah mentereng. JARR mencatatkan kenaikan harga lebih dari 1.891 persen secara ytd ke level Rp 6.175, dengan kapitalisasi pasar menembus Rp56,99 triliun.
4. PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE)
Di sektor logistik dan infrastruktur pertambangan, Haji Isam memiliki PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE).
Kepemilikannya dilakukan melalui PT Dua Samudera Perkasa dengan porsi 76,91 persen saham.
Hingga periode 2025-2026, saham TEBE tercatat melambung 450 persen ke posisi Rp 3.410. Emiten ini memegang peranan vital dalam bisnis batubara, mulai dari jalan angkut hingga pelabuhan pemuatan.
5. Afiliasi di PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) - KFC Indonesia
Gurita bisnis keluarga Haji Isam ternyata juga merambah ke bisnis ayam goreng.
Melalui putrinya, Liana Saputri, keluarga Haji Isam melalui PT Shankara Fortuna Nusantara memiliki 15 persen saham di PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI).
Perlu diketahui, JAI merupakan pemasok utama sekaligus anak usaha dari PT Fast
Food Indonesia Tbk (FAST) yang merupakan pemegang waralaba KFC di Indonesia.
Dari Tukang Ojek Jadi Raja Saham
Kisah sukses Haji Isam selalu menarik perhatian publik.
Pengusaha yang bermarkas di Batulicin, Kalimantan Selatan ini memulai kariernya benar-benar dari nol.
Ia diketahui pernah bekerja sebagai tukang ojek sebelum akhirnya membangun Jhonlin Group.
Kini, gabungan kapitalisasi pasar dari tiga emiten utamanya saja (JARR, PGUN, TEBE) telah mencapai Rp 188,87 triliun.
Angka ini setara dengan 1,23 persen dari total kapitalisasi pasar seluruh bursa saham Indonesia (BEI).
Dengan masuknya PACK ke dalam radar, pundi-pundi kekayaan sang mantan tukang ojek ini dipastikan akan terus menggelembung.