- Sembilan WNI aktivis dan jurnalis berpartisipasi dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Jalur Gaza.
- Militer Israel mencegat kapal misi tersebut di perairan internasional dekat Siprus pada tanggal 18 Mei 2026.
- Setelah ditahan dan mengalami kekerasan, sembilan WNI berhasil dibebaskan serta dipulangkan ke Indonesia melalui Turki pada Mei 2026.
Para relawan melaporkan mengalami perlakuan keras selama ditahan, termasuk pemukulan, penendangan, penggunaan taser (setrum), dan kondisi tahanan yang tidak manusiawi seperti tidur di peti kemas dalam keadaan basah dan dingin.
Beberapa juga menyebut adanya kekerasan yang lebih serius, meski pihak Israel membantah tuduhan tersebut.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) langsung bergerak cepat. Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, mendampingi mereka di Turki.
Menteri Luar Negeri Sugiono bahkan menyambut langsung kepulangan mereka di Bandara Soekarno-Hatta pada 24 Mei 2026. Indonesia mengecam keras tindakan Israel dan mempertimbangkan langkah hukum internasional.
Kepulangan kesembilan WNI ini disambut hangat oleh keluarga, sesama aktivis, dan masyarakat Indonesia. Mereka tiba dalam kondisi sehat meski trauma, dan langsung berbagi cerita tentang pengalaman mencekam sekaligus tekad yang semakin kuat untuk terus mendukung Palestina.
Latar Belakang WNI Ikut Global Sumud Flotilla
Global Sumud Flotilla bukan misi pertama yang mencoba memecah blokade Gaza. Sejak Freedom Flotilla tahun 2010, gerakan serupa terus muncul sebagai bentuk perlawanan sipil non-kekerasan terhadap pendudukan dan blokade.
Partisipasi Indonesia yang cukup signifikan mencerminkan solidaritas kuat masyarakat Muslim terbesar di dunia terhadap isu Palestina.
Bagi ke-9 WNI ini, perjalanan tersebut bukan sekadar petualangan, melainkan panggilan hati nurani. Sebagai jurnalis, mereka membawa tugas meliput fakta di lapangan.
Sebagai aktivis, mereka mewakili harapan jutaan orang Indonesia yang ingin berkontribusi langsung.
Meski sempat menjadi tawanan, semangat sumud (keteguhan) Palestina yang mereka bawa pulang justru semakin menguatkan gerakan solidaritas global.
Kisah 9 WNI Global Sumud Flotilla ini merupakan bentuk perjuangan kemanusiaan di tengah konflik yang kompleks. Mereka membuktikan bahwa suara sipil, meski sering dibungkam, tetap bergema di panggung internasional.