- Keutamaan puasa Arafah adalah menghapus dosa dua tahun sekaligus.
- Umat Muslim disunnahkan memperbanyak zikir utama sepanjang Hari Arafah.
- Keutamaan puasa Arafah menjadi ladang amal personal yang melatih keikhlasan.
Suara.com - Hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan salah satu momen paling sakral dan penuh berkah dalam kalender Islam.
Pada Hari Arafah ini, Allah SWT membentangkan ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang bersujud dan memohon ampunan.
Bagi jamaah haji, momen ini adalah waktu puncak untuk melaksanakan wukuf di Padang Arafah, yang menjadi rukun paling inti dalam ibadah haji.
Namun, bagi umat Muslim yang tidak sedang berada di tanah suci, Allah SWT tetap memberikan kesempatan emas untuk meraih pahala luar biasa dan menghapus lembaran dosa melalui rangkaian doa, zikir, dan puasa sunnah.
Zikir Utama Malam Arafah: Pembebas Dosa dan Pengetuk Pintu Langit
Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak zikir sepanjang Hari Arafah.
Zikir ini dinilai sebagai untaian kalimat terbaik untuk memohon ampunan sekaligus mengesakan Allah SWT.
Berikut adalah lafal zikir yang sebaiknya dibaca sebanyak-banyaknya:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Lafal: "Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodiir."
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala puji dan kerajaan hanya milik-Nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
Rangkaian Amalan dan Doa Pelengkap Pengetuk Pintu Ampunan
Selain mengamalkan zikir utama di atas, para ulama juga menganjurkan beberapa amalan pelengkap yang memiliki fadhilah atau keutamaan sangat besar untuk melebur dosa, antara lain:
1. Merutinkan Sayyidul Istighfar (Istighfar Utama)
Untuk memohon ampunan secara menyeluruh atas segala khilaf yang telah lalu, umat Muslim dianjurkan membaca rajanya istighfar:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
2. Memperbanyak Doa Sapu Jagat
Doa ini menjadi pelengkap yang sangat indah karena mencakup perlindungan dan permohonan kebaikan yang seimbang, baik untuk urusan dunia maupun akhirat:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Dahsyatnya Puasa Arafah: Menghapus Dosa Dua Tahun Sekaligus
Bagi Anda yang sedang tidak menjalankan ibadah haji, meluangkan waktu untuk berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah adalah keputusan yang sangat bijak.
Rasulullah SAW menegaskan betapa dahsyatnya efek dari Puasa Arafah ini terhadap dosa-dosa kita.
"Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim)
Bayangkan betapa besarnya kasih sayang Allah SWT. Hanya lewat satu hari menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, Allah SWT memberikan ganjaran berupa penghapusan dosa untuk dua tahun sekaligus, yakni setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.
Keutamaan Puasa Arafah tidak lepas dari kemuliaan waktunya. Hari Arafah berada dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, sebuah fase waktu yang kedudukannya sangat tinggi di sisi Allah SWT, bahkan diadiadikan dalam Al-Qur'an:
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” QS. Al-Fajr: 1–2
Banyak ahli tafsir dan ulama menjelaskan bahwa "malam yang sepuluh" merujuk pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Rasulullah juga bersabda, “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.”
Oleh karena itu, berpuasa dan berzikir di Hari Arafah menjadi ladang amal terbaik yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.
Madrasah Keikhlasan dan Kedekatan Jiwa
Lebih dari sekadar ritual penggugur dosa, Puasa Arafah merupakan bentuk ibadah yang melatih keikhlasan hakiki.
Berbeda dengan ibadah lain yang tampak secara fisik, puasa adalah amalan yang sangat personal dan tersembunyi antara seorang hamba dengan Penciptanya.
Ketika seseorang rela menahan dahaga dan lapar di tengah teriknya siang, ia melakukannya murni karena Allah, bukan demi pujian manusia.
Momentum ini menjadi waktu terbaik untuk mengistirahatkan hati dari hiruk-pikuk kesibukan duniawi, melatih kesabaran, serta membawa jiwa melangkah lebih dekat menuju rida Allah SWT.