- Waktu Emas Berdoa: Waktu paling mustajab berdoa di Hari Arafah adalah setelah salat Ashar hingga menjelang Magrib.
- Dzikir Terbaik: Dzikir andalan para Nabi di Hari Arafah adalah kalimat tauhid murni pengagungan kepada Allah.
- Keutamaan Istimewa: Keutamaannya meliputi pembebasan dari neraka, dikabulkannya doa, serta penghapusan dosa selama dua tahun.
Suara.com - Hari ini, Selasa 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 H), umat Islam sedunia tengah menyambut momen paling agung dalam setahun: Hari Arafah.
Bagi banyak orang, puasa Arafah mungkin sudah menjadi rutinitas wajib. Namun, tahukah Anda bahwa ada satu waktu emas dan satu amalan spesifik di hari ini yang saking istimewanya, menjadi andalan doa para Nabi?
Jika Anda tidak sedang berhaji, jangan berkecil hati. Anda tetap bisa "meretas" keberkahan Padang Arafah langsung dari tempat Anda berada saat ini. Kuncinya ada pada amalan yang tepat di waktu yang tepat.
Golden Hour Hari Arafah: Jangan Lewatkan Ba'da Ashar!
Banyak orang mengira berdzikir di Hari Arafah bisa dilakukan kapan saja dengan nilai yang sama. Faktanya, para ulama, termasuk Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, membongkar rahasia waktu paling mustajab di hari ini.
Waktu emas (golden hour) tersebut jatuh pada akhir siang hari, tepatnya setelah salat Ashar hingga menjelang Magrib terbenamnya matahari.
Di jam-jam kritis inilah, jutaan jamaah haji di Padang Arafah sedang menangis memohon ampunan. Sebagai umat Islam di belahan bumi lain, kita sangat dianjurkan untuk ikut menepi sejenak dari kesibukan dunia, meletakkan gadget, dan fokus bermunajat di waktu yang sangat sempit namun bernilai luar biasa ini.
Dzikir Andalan Para Nabi: Singkat namun Dahsyat
Di waktu emas tersebut, doa apa yang paling baik dibaca? Rasulullah SAW tidak membiarkan umatnya bingung. Beliau memberikan "kunci jawaban" berupa satu kalimat dzikir tauhid yang sangat dahsyat.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baiknya doa adalah doa di Hari Arafah, dan bacaan terbaik yang diucapkan oleh beliau serta para Nabi terdahulu adalah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa Ilaaha Illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Perbanyaklah mengulang-ulang kalimat ini setelah Ashar hingga Magrib nanti.
Kenapa Anda Wajib Memaksimalkan Hari Ini?