-
Durasi takbir Idul Adha berlangsung selama lima hari hingga akhir hari Tasyrik.
-
Berbeda dengan Idul Fitri, durasi takbir Idul Adha meliputi dua jenis takbiran.
-
Hukum mengumandangkan takbir sesuai durasi takbir Idul Adha adalah sunnah muakkadah.
Takbir ini khusus dilakukan setiap selesai melaksanakan salat fardu, baik secara berjamaah maupun sendirian.
Waktunya dimulai sejak Subuh tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) hingga waktu Ashar pada tanggal 13 Dzulhijjah.
Hukum dan Sejarah Takbiran
Perlu diketahui, hukum mengumandangkan takbir pada Hari Raya Idul Adha adalah sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan untuk dilakukan meskipun tidak wajib.
Tradisi ini sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Dahulu, Nabi dan para sahabat sering mengumandangkan takbir di tempat terbuka seperti pasar untuk mengumumkan kedatangan hari raya kepada masyarakat luas sekaligus menyatukan hati umat dalam kegembiraan iman.
Keistimewaan Takbiran Idul Adha
Durasi takbiran yang lebih lama ini merupakan salah satu keistimewaan bulan Dzulhijjah.
Mengumandangkan takbir bukan sekadar tradisi, melainkan simbol kemenangan iman dan rasa syukur atas nikmat Allah SWT, terutama berkaitan dengan ibadah kurban.
Jadi, bagi Anda yang ingin meraih pahala sebanyak-banyaknya di hari istimewa ini, jangan ragu untuk terus mengumandangkan takbir sejak hari Arafah hingga hari Tasyrik berakhir.