- Dunia makeup memiliki banyak istilah yang sering dipakai beauty enthusiast.
- Mulai dari cakey, creasing, sampai oxidized ternyata punya arti berbeda.
- Memahami istilah makeup membantu memilih produk dan mengenali hasil riasan di wajah.
Suara.com - Ada banyak sekali istilah dalam makeup yang sering muncul di media sosial, video tutorial, maupun ulasan produk kecantikan.
Bagi pemula, beberapa istilah seputar makeup tersebut mungkin masih terasa asing dan membingungkan saat pertama kali mendengarnya.
Mulai dari cakey, creasing, oxidized, sampai transferproof, semua istilah ini mempunyai arti yang berbeda.
Sebagian istilah juga berkaitan dengan teknik makeup, hasil akhir complexion, hingga masalah yang sering muncul setelah makeup dipakai seharian.
Berikut 22 istilah dalam makeup beserta artinya yang perlu diketahui.
![Ilustrasi makeup. [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/07/36838-ilustrasi-makeup.jpg)
1. Cakey
Cakey adalah kondisi makeup yang terlihat terlalu tebal, pecah, atau menumpuk di permukaan kulit. Biasanya terjadi akibat penggunaan foundation atau bedak terlalu banyak.
Hasil makeup yang cakey sering membuat tekstur wajah terlihat kurang halus, terutama di area bawah mata dan garis senyum.
2. Creasing
Creasing adalah kondisi makeup yang masuk ke lipatan garis wajah seperti bawah mata atau smile lines. Sekilas memang mirip cakey, tetapi creasing lebih fokus pada produk yang berkumpul di garis halus.
Masalah ini sering muncul pada concealer yang terlalu tebal atau kulit yang kurang lembap.
3. Oxidized
Oxidized merupakan perubahan warna foundation menjadi lebih gelap setelah beberapa jam dipakai.
Hal ini bisa dipengaruhi minyak wajah maupun kandungan dalam produk makeup. Akibatnya, warna foundation terlihat tidak menyatu dengan leher.
4. Transferproof
Transferproof berarti makeup tidak mudah menempel di masker, tisu, atau pakaian.
Istilah ini sering dipakai pada lip cream, cushion, dan foundation tahan lama.
Produk transferproof biasanya cocok dipakai untuk aktivitas seharian.
5. Patchy
Patchy adalah kondisi makeup yang terlihat belang atau tidak rata di beberapa bagian wajah. Ada area yang terlalu menempel dan ada juga yang tampak kosong.
Hal ini sering terjadi saat kulit terlalu kering atau complexion kurang menyatu.
6. Flawless
Flawless menggambarkan hasil makeup yang terlihat halus, rata, dan minim tekstur. Makeup dengan hasil seperti ini biasanya tampak menyatu alami dengan kulit.
Istilah flawless cukup sering dipakai untuk complexion yang mulus dan rapi.
7. Dewy
Dewy adalah hasil akhir makeup yang membuat kulit terlihat glowing dan lembap. Finish ini memberi kesan wajah sehat dan segar.
Makeup dewy biasanya cocok untuk kulit normal hingga kering.
8. Matte
Matte merupakan hasil akhir makeup yang tampak bebas kilap dan lebih halus. Finish ini sering dipilih pemilik kulit berminyak.
Foundation matte biasanya membuat wajah terlihat lebih tahan minyak.
9. Satin Finish
Satin finish adalah hasil akhir makeup yang berada di tengah-tengah antara matte dan dewy. Kulit tetap terlihat sehat tanpa terlalu glowing.
Finish seperti ini cukup nyaman dipakai sehari-hari.
10. Full Coverage
Full coverage berarti produk complexion mampu menutupi noda, bekas jerawat, hingga kemerahan dengan coverage tinggi.
Jenis makeup ini sering dipakai untuk acara formal atau makeup glam.
11. Medium Coverage
Medium coverage memiliki daya tutup sedang yang masih memperlihatkan tekstur alami kulit. Hasilnya tidak terlalu tipis, tetapi juga tidak terlalu berat.
Foundation jenis ini cocok untuk makeup harian.
12. Sheer Coverage
Sheer coverage memiliki coverage ringan dan tipis di kulit. Produk seperti skin tint biasanya masuk dalam kategori ini.
Hasil akhirnya membuat makeup terlihat natural seperti kulit asli.
13. Blending
Blending adalah proses meratakan makeup agar hasilnya tampak menyatu dan tidak belang. Teknik ini penting dalam penggunaan foundation, blush, hingga eyeshadow.
Blending yang baik membuat makeup terlihat lebih natural.
14. Baking
Baking merupakan teknik mendiamkan loose powder di area tertentu sebelum dibersihkan kembali. Biasanya dilakukan di bawah mata atau area T-zone.
Teknik ini membantu makeup lebih matte dan tahan lama.
15. Fallout
Fallout adalah serpihan eyeshadow yang jatuh ke bawah mata saat makeup mata dilakukan. Hal ini sering terjadi pada eyeshadow shimmer atau glitter.
Supaya complexion tetap rapi, banyak orang memilih makeup mata lebih dulu.
16. Pilling
Pilling adalah kondisi skincare atau makeup menggumpal di wajah seperti butiran kecil. Biasanya muncul akibat produk yang tidak cocok dipakai berlapis.
Masalah ini cukup sering terjadi saat skincare belum menyerap sempurna.
17. Flashback
Flashback adalah kondisi wajah terlihat putih abu-abu saat terkena flash kamera. Hal ini biasanya dipicu kandungan SPF atau silica yang terlalu tinggi pada bedak.
Efeknya paling terlihat saat foto di tempat gelap.
18. Smudge
Smudge berarti makeup mudah luntur atau meleber, terutama pada eyeliner dan mascara. Area bawah mata biasanya menjadi bagian yang paling sering terkena smudge.
Produk waterproof biasanya membantu mengurangi masalah ini.
19. Feathering
Feathering adalah kondisi lip product melebar keluar garis bibir hingga terlihat kurang rapi. Hal ini sering terjadi pada lip cream atau lip tint yang terlalu cair.
Penggunaan lip liner biasanya membantu mencegah feathering.
20. White Cast
White cast adalah efek wajah terlihat lebih pucat atau keabu-abuan setelah memakai produk tertentu, terutama sunscreen atau bedak dengan SPF tinggi.
Efek ini lebih mudah terlihat saat terkena cahaya kamera atau sinar matahari.
21. Undertone
Undertone adalah warna dasar alami pada kulit yang biasanya terbagi menjadi warm, cool, dan neutral. Memahami undertone membantu memilih shade foundation yang lebih cocok.
Shade yang sesuai undertone biasanya membuat makeup terlihat lebih menyatu di wajah.
22. Setting Spray
Setting spray adalah produk cair yang disemprotkan setelah makeup selesai untuk membantu riasan lebih tahan lama. Produk ini juga membantu makeup terlihat lebih menyatu dan tidak terlalu powdery.
Beberapa setting spray bahkan memberikan hasil akhir matte maupun dewy sesuai kebutuhan makeup.