- Sri Dayawati Hadisuwito mendirikan Magic of Nature, brand body care organik asal Indonesia dengan sertifikasi internasional ECOCERT.
- Produk menggunakan bahan utama sunflower oil dari kebun organik seluas 1.500 hektare di Purworejo, Jawa Tengah.
- Pendekatan farm-to-skin memastikan transparansi bahan baku untuk menjaga kesehatan serta elastisitas kulit melalui produk yang aman.
Suara.com - Di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kandungan produk perawatan tubuh, body care kini tidak lagi hanya soal aroma atau sensasi instan setelah pemakaian. Semakin banyak orang mulai mempertanyakan satu hal yang lebih mendasar: apa yang sebenarnya masuk ke dalam kulit setiap hari?
Perubahan pola pikir ini mendorong hadirnya produk yang tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga transparansi bahan dan proses di baliknya. Salah satunya adalah Magic of Nature (MoN), brand body care organik asal Indonesia yang lahir dari pengalaman personal pendirinya, Sri Dayawati Hadisuwito, yang memiliki kulit sensitif dan harus ekstra hati-hati dalam memilih produk perawatan tubuh.

Dari keresahan itulah MoN tumbuh dengan pendekatan farm-to-skin, menghadirkan rangkaian body care berbasis minyak biji bunga matahari (sunflower oil) organik yang ditanam di kebun seluas kurang lebih 1.500 hektare di Purworejo, Jawa Tengah. Dari ladang inilah bahan baku utama dirawat, diproses, hingga akhirnya menjadi produk yang digunakan langsung di kulit.
Sebagai satu-satunya brand body care organik di Indonesia yang telah bersertifikasi internasional ECOCERT COSMOS Organic, Magic of Nature membawa misi yang cukup jelas: menghadirkan perawatan kulit yang lebih bersih, transparan, dan selaras dengan kebutuhan biologis kulit manusia.
Mengapa Sunflower Oil Jadi Sorotan?
Dalam dunia skincare, sunflower oil bukan sekadar minyak nabati biasa. Kandungan Vitamin E, Linoleic Acid, dan antioksidan alaminya membuat bahan ini dikenal sebagai salah satu “skin-friendly oil” yang efektif membantu menjaga kesehatan kulit tubuh.
Strukturnya yang ringan membuat sunflower oil mudah menyatu dengan lipid alami kulit, sehingga membantu memperkuat skin barrier tanpa meninggalkan rasa berat atau lengket. Inilah yang kemudian menjadi fondasi utama formulasi Magic of Nature dalam seluruh rangkaian produknya, mulai dari Sunflower Shower Oil, Sunflower Body Oil, hingga Sunflower Body Cream.
5 Hal yang Membuat Body Care Organik Semakin Relevan
Di tengah tren “clean beauty” yang semakin berkembang, ada sejumlah faktor yang mulai menjadi pertimbangan utama dalam memilih body care yang tepat:
1. Kesesuaian dengan lipid barrier kulit
Kulit tubuh memiliki lapisan pelindung alami yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi dari polusi. Bahan berbasis minyak alami seperti sunflower oil membantu menjaga keseimbangan ini agar kulit tetap sehat dan tidak mudah kering.
2. Kandungan asam lemak esensial untuk elastisitas kulit
Linoleic Acid dalam sunflower oil berperan penting dalam menjaga kekuatan dan elastisitas kulit. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, kulit cenderung terasa lebih kenyal, halus, dan tampak lebih sehat.
3. Formula oil yang menyatu dengan kulit
Body oil yang diformulasikan dengan tepat dapat bekerja selaras dengan lipid kulit, terutama saat digunakan setelah mandi. Hasilnya adalah hidrasi lebih dalam tanpa rasa lengket atau berat di permukaan kulit.
4. Pendekatan farm-to-skin yang transparan
Konsep ini memastikan bahan baku dapat ditelusuri dari sumber hingga menjadi produk akhir. Dalam kasus Magic of Nature, sunflower oil berasal dari kebun organik di Purworejo yang dikelola secara terintegrasi, mulai dari budidaya hingga proses produksi.
5. Standar organik bersertifikasi internasional
Sertifikasi seperti ECOCERT COSMOS Organic dan USDA menjadi penanda bahwa produk telah melewati standar ketat terkait keamanan, kemurnian, dan keberlanjutan bahan.

Pengalaman Farm-to-Skin yang Terasa Lebih Dekat
Ketertarikan pada konsep organik itu biasanya baru benar-benar terbukti ketika sudah mencoba secara langsung produknya. Kebetulan, Suara.com sempat mampir ke booth produk ini di BFF Festival 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) untuk mencoba langsung rangkaian Magic of Nature. Dari sinilah pengalaman farm-to-skin itu terasa nyata, bukan cuma sekadar klaim atau narasi brand.
Pengalaman pertama dimulai dengan Sunflower Shower Oil. Waktu dipakai untuk mencuci tangan sampai area siku, busanya memang sangat minim. Tapi teksturnya terasa rich karena kandungan minyaknya. Uniknya, setelah dibilas, sama sekali tidak ada rasa licin atau berminyak yang tertinggal. Kulit langsung terasa bersih, tapi tetap lembap dan nyaman.
Setelah kulit dikeringkan, giliran Sunflower Body Cream yang diaplikasikan. Sensasi lembapnya makin terasa, tapi herannya tetap ringan dan tidak bikin gerah atau lengket. Kulit rasanya jadi lebih bernutrisi, sehat, dan "terisi".
Terakhir, ada Sunflower Body Oil. Meski awalnya sempat ragu karena biasanya body oil itu identik dengan kesan berat di kulit, tapi ternyata yang ini sangat berbeda! Minyaknya cepat meresap, tidak membuat greasy (berminyak), dan justru bikin kulit jadi terasa lebih kenyal, lembut, sekaligus plumpy.
Satu hal yang paling juara dan membedakan produk ini dari yang lain adalah aromanya. Kalau body care biasa cenderung punya wangi parfum yang cukup kuat, rangkaian ini punya aroma natural yang lembut, segar, dan menenangkan. Bahkan setelah beberapa jam pemakaian, kulit masih terasa lembap, halus, dan tetap nyaman seharian.
Lebih dari Sekadar Body Care
Di balik produk, ada perjalanan yang cukup personal. Magic of Nature lahir dari pengalaman nyata pendirinya yang harus berhadapan dengan kulit sensitif, lalu mencari solusi yang lebih aman dan konsisten. Dari sana, lahir pendekatan yang tidak hanya berbicara soal produk, tetapi juga soal proses—dari ladang bunga matahari di Purworejo hingga menjadi perawatan tubuh yang digunakan sehari-hari.
Dengan kombinasi bahan organik bersertifikasi, sistem farm-to-skin, dan fokus pada sunflower oil sebagai bahan utama, Magic of Nature menawarkan perspektif baru dalam body care: bahwa merawat kulit bukan hanya soal hasil instan, tetapi juga soal rasa percaya terhadap apa yang kita gunakan setiap hari.
Di tengah banyaknya pilihan di pasaran, pendekatan seperti ini menjadi relevan bagi mereka yang mulai lebih sadar bahwa kulit bukan sekadar permukaan, melainkan bagian dari tubuh yang juga butuh perlindungan jangka panjang.