Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Vania Rossa

Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB
Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia
Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat (dok. Ist)
baca 10 detik
  • Menteri Lingkungan Hidup meluncurkan proyek AKCMM di Jakarta untuk memperkuat aksi iklim melalui pengelolaan sampah organik nasional.
  • Tingginya timbulan sampah organik di TPA berpotensi menghasilkan 21 juta ton emisi metana yang merusak target lingkungan.
  • Indonesia bekerja sama dengan ASEAN dan Korea melalui pendanaan USD 20 juta untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Suara.com - Pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan sampah organik kini menjadi salah satu fokus utama dalam upaya memperkuat aksi iklim nasional. Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, saat peluncuran proyek ASEAN-Korea Cooperation for Methane Mitigation (AKCMM) di Jakarta.

Menurut Jumhur, tingginya komposisi sampah organik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi tantangan besar dalam pengendalian emisi gas rumah kaca, khususnya metana.

“Pengelolaan sampah bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan pilar krusial dalam aksi iklim kita. Melalui proyek AKCMM ini, Indonesia berkomitmen untuk menghubungkan solusi praktis di lapangan dengan target penurunan emisi metana yang ambisius. Kami mengapresiasi dukungan Korea dan ASEAN dalam memperkuat sistem manajemen limbah yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Menteri Jumhur.

Ia menyebut, dengan sekitar 63 persen sampah di TPA yang berasal dari material organik, potensi emisi metana di Indonesia dapat mencapai sekitar 21 juta ton COe. Kondisi ini menjadikan pengelolaan sampah sebagai sektor strategis dalam agenda penurunan emisi nasional.

Proyek AKCMM sendiri merupakan kerja sama tiga tahun senilai USD 20 juta di bawah skema Partnership for ASEAN-ROK Methane Action (PARMA) yang didukung Pemerintah Republik Korea melalui ASEAN-Korea Cooperation Fund (AKCF). Indonesia menjadi negara ASEAN ketiga yang menjalankan program ini setelah Malaysia dan Filipina.

Lebih lanjut, Jumhur menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mempercepat pencapaian target iklim, terutama dalam pengurangan emisi metana yang memiliki dampak besar terhadap pemanasan global dalam jangka pendek.

Sementara itu, proyek AKCMM akan difokuskan pada penguatan kebijakan, sistem pemantauan emisi, serta pengembangan model pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan layak investasi, dengan dukungan berbagai mitra regional dan internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melihat Tempat Pengolahan Sampah Organik di Jakarta Timur

Melihat Tempat Pengolahan Sampah Organik di Jakarta Timur

Foto | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:49 WIB

Bantargebang Jadi 'Bom Metana' Dunia, Timbunan Sampah Tembus 80 Juta Ton!

Bantargebang Jadi 'Bom Metana' Dunia, Timbunan Sampah Tembus 80 Juta Ton!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:54 WIB

Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya

Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Terkini

Serial Dead-End Job Tayang 30 Oktober, Lee Jae Wook Hadapi Pekerjaan Maut

Serial Dead-End Job Tayang 30 Oktober, Lee Jae Wook Hadapi Pekerjaan Maut

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Wartawan di Madina Jadi Korban Tabrak Lari Betor, Polisi Amankan Pelaku

Wartawan di Madina Jadi Korban Tabrak Lari Betor, Polisi Amankan Pelaku

Sumut | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Flip Error Sejak 3 Oktober! Begini Cara Cepat Tarik Saldo Anda Agar Tidak Tertahan

Flip Error Sejak 3 Oktober! Begini Cara Cepat Tarik Saldo Anda Agar Tidak Tertahan

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Bikin Onar Saat Timnas Juara, 8 Anggota Geng Motor di Medan Ditangkap

Bikin Onar Saat Timnas Juara, 8 Anggota Geng Motor di Medan Ditangkap

Sumut | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Review Flex x Cop Season 2: Aksi Gokil Jin Isoo sebagai Detektif Chaebol

Review Flex x Cop Season 2: Aksi Gokil Jin Isoo sebagai Detektif Chaebol

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Laporan BEM UI Masuk Polda Metro, Dugaan Penyerangan Hafidz Hernanda Mulai Diusut

Laporan BEM UI Masuk Polda Metro, Dugaan Penyerangan Hafidz Hernanda Mulai Diusut

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:41 WIB

3 Parfum Aerostreet buat Cowok, Cocok Dipakai Daily dan Outdoor

3 Parfum Aerostreet buat Cowok, Cocok Dipakai Daily dan Outdoor

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Pahlawan Nasional Indonesia Asal Papua Dihina Netizen Malaysia: Mirip Thanos

Pahlawan Nasional Indonesia Asal Papua Dihina Netizen Malaysia: Mirip Thanos

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Tumbuh Seperti Bunga di Sela Jalanan Aspal

Tumbuh Seperti Bunga di Sela Jalanan Aspal

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:39 WIB

Viral Video Chery Omoda 5 Patah As Roda Belakang Kembali Terjadi

Viral Video Chery Omoda 5 Patah As Roda Belakang Kembali Terjadi

Otomotif | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:38 WIB

×