Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional

Chyntia Sami Bhayangkara, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 03 Juni 2026 | 13:07 WIB
Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Ironi Letjen Lodewyk: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Mengurus Gizi Nasional (Instagram)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo mencopot Letjen (Purn) Lodewyk Pusung dari jabatan Wakil Kepala BGN usai evaluasi.
  • Lodewyk merupakan veteran perang berprestasi dengan rekam jejak 32 tahun pengabdian di militer.
  • Posisinya digantikan Nanik S Deyang, membuktikan latar belakang jenderal tak menjamin jabatan birokrasi sipil.

Suara.com - Di dunia militer, nama Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung adalah simbol napas panjang dan kesetiaan mutlak kepada negara. Menghabiskan lebih dari tiga dekade hidupnya di medan operasi bersuhu panas hingga menyandang berbagai bintang kehormatan, rekam jejaknya nyaris tanpa cela. Namun, siapa sangka, "napas panjang" sang jenderal lapangan justu harus terhenti dalam waktu relatif singkat saat mengurus persoalan gizi nasional.

Pada Selasa (2/6/2026), Presiden Prabowo Subianto resmi merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Salah satu nama besar yang ikut tersapu dalam perombakan tersebut adalah Lodewyk Pusung, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan sejak Oktober 2024.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut, keputusan ini tidak diambil mendadak.

"Keputusan ini diambil oleh Bapak Presiden setelah memonitor dan mengevaluasi kinerja BGN selama 1,5 tahun terakhir," tegas Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Jejak 32 Tahun Sang Veteran Perang

Profil Lodewyk Pusung. [ANTARA]
Profil Lodewyk Pusung. [ANTARA]

Kontras antara masa dinas Lodewyk di TNI dan kiprahnya di BGN memunculkan sebuah ironi tersendiri. Pria kelahiran Manado tahun 1960 ini bukanlah sosok sembarangan.

Lulusan Akademi Militer (AKABRI) tahun 1985 ini telah kenyang makan asam garam di berbagai wilayah operasi krusial Indonesia, mulai dari Timor Timur, Papua, hingga Aceh, serta menyelesaikan penugasan penting di luar negeri.

Kesetiaan dan ketangguhannya diakui negara. Pada tahun 2018, ia dianugerahi Satyalancana Kesetiaan XXXII Tahun, sebuah medali yang menjadi bukti sahih pengabdian tanpa putus selama lebih dari 32 tahun di institusi militer.

baca juga

Tak hanya loyal, Lodewyk juga berprestasi gemilang. Sepanjang karirnya, ia sukses menduduki posisi-posisi strategis, di antaranya:

  • Kasdam VI/Mulawarman (2014)
  • Pangdivif I Kostrad (2015)
  • Pangdam I/Bukit Barisan (2015)
  • Asops Panglima TNI (2017)

Bahkan, pada tahun 2015, ia memborong tiga bintang kehormatan sekaligus: Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, dan Bintang Yudha Dharma Nararya.

Deretan Satyalancana lain seperti Bantala (2015) hingga Wira Nusa (2017) juga memenuhi dada seragamnya.

Evaluasi Birokrasi yang Tak Pandang Bulu

Meski memiliki insting tajam sebagai "otak" operasi militer (Asops) dan jenderal lapangan, tantangan birokrasi di meja Badan Gizi Nasional nyatanya menghadirkan medan tempur yang berbeda.

Tugas mengurus Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan ternyata tak semudah meracik taktik di lapangan.

Evaluasi ketat selama 1,5 tahun dari Presiden Prabowo, yang notabene sama-sama berasal dari latar belakang militer, membuktikan bahwa pangkat jenderal bintang tiga dan status veteran perang tidak menjadi jaminan posisi aman di kabinet jika target kerja tidak tercapai maksimal.

Dalam perombakan ini, Presiden Prabowo melakukan "sapu bersih" dengan mencopot seluruh pimpinan lama BGN:

  • Dadan Hindayana (Kepala BGN)
  • Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya (Wakil Kepala BGN)
  • Mayjen/Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung (Wakil Kepala BGN)

Sebagai langkah penyegaran, Presiden langsung menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, didampingi dua wakilnya, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Pencopotan Letjen Lodewyk Pusung menjadi catatan sejarah yang unik di era pemerintahan ini.

Tiga dekade lebih ia berdiri kokoh menjaga kedaulatan negara lewat moncong senjata, namun karir birokrasinya harus tumbang di usia 1,5 tahun saat menghadapi peliknya urusan pemenuhan gizi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuma Dituntut Ringan, Ternyata Ini Alasan di Balik Nasib 4 TNI Penyerang Andrie Yunus

Cuma Dituntut Ringan, Ternyata Ini Alasan di Balik Nasib 4 TNI Penyerang Andrie Yunus

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:55 WIB

Berapa Gaji Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN Baru?

Berapa Gaji Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN Baru?

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:48 WIB

Profil Sony Sonjaya, Eks Wakil Kepala BGN yang Dicopot Prabowo

Profil Sony Sonjaya, Eks Wakil Kepala BGN yang Dicopot Prabowo

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:44 WIB

Terkini

Ulasan Novel Para Putra dan Pujaan Hati: Ketika Kasih Ibu Menjadi Belenggu

Ulasan Novel Para Putra dan Pujaan Hati: Ketika Kasih Ibu Menjadi Belenggu

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 09:00 WIB

Ditopang Tambahan Pasokan Oman, Harga Minyak Mentah Dunia Turun Perdagangan Kamis

Ditopang Tambahan Pasokan Oman, Harga Minyak Mentah Dunia Turun Perdagangan Kamis

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:59 WIB

Rekomendasi Saham dan Analisis Teknikal IHSG Hari Ini di Tengah Gejolak Global

Rekomendasi Saham dan Analisis Teknikal IHSG Hari Ini di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:57 WIB

Kredibilitas Fiskal Bertumpu pada Kebijakan, Bukan Bongkar-Pasang Figur Menkeu

Kredibilitas Fiskal Bertumpu pada Kebijakan, Bukan Bongkar-Pasang Figur Menkeu

News | Kamis, 17 September 2026 | 08:56 WIB

Anggaran KKP 2027 Rp16,65 T Disorot, DPR Tekankan Pengawasan

Anggaran KKP 2027 Rp16,65 T Disorot, DPR Tekankan Pengawasan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:55 WIB

Dipantau Aja, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.598.000/Gram

Dipantau Aja, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.598.000/Gram

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:54 WIB

Kuota Produksi Vale Dipangkas, Bahlil: Mereka Buat Laporan Sembarangan!

Kuota Produksi Vale Dipangkas, Bahlil: Mereka Buat Laporan Sembarangan!

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:49 WIB

7 Perusahaan Lagi Antre IPO Tahun Ini

7 Perusahaan Lagi Antre IPO Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:42 WIB

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:39 WIB

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 08:36 WIB

×