- Said Iqbal merupakan tokoh buruh terkemuka yang kini diisukan akan bergabung dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
- Beliau memiliki latar belakang pendidikan teknik dan ekonomi serta pengalaman panjang memimpin organisasi serikat pekerja di Indonesia.
- Menteri Sekretaris Negara mengonfirmasi pemerintah sedang mendiskusikan posisi strategis bagi Said Iqbal terkait bidang ketenagakerjaan di Indonesia.
Suara.com - Nama Said Iqbal kembali menjadi sorotan setelah muncul sinyal bahwa dirinya akan bergabung dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kabar tersebut memunculkan perhatian publik terhadap sosok yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemimpin gerakan buruh paling berpengaruh di Indonesia.
Riwayat Pendidikan Said Iqbal
Ir. H. Said Iqbal, S.T., M.E. lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968. Namanya dikenal luas sebagai tokoh serikat pekerja yang aktif menyuarakan berbagai isu terkait ketenagakerjaan.
Selain dikenal sebagai pemimpin organisasi buruh, Said Iqbal juga terjun ke dunia politik dengan menjadi Presiden Partai Buruh Indonesia, sebuah partai yang membawa aspirasi pekerja dan kelompok masyarakat produktif.
Dikutip dari laman resmi FSPMI, pendidikan tinggi pertaman Said Iqbal ditempuh di Politeknik Universitas Indonesia, yang kini dikenal sebagai Politeknik Negeri Jakarta. Di lembaga tersebut, ia mengambil program Diploma III Teknik Mesin dan menyelesaikannya pada periode 1988 hingga 1991.
Setelah meraih gelar diploma, Said Iqbal melanjutkan pendidikannya ke Universitas Jayabaya, Jakarta. Ia memilih Jurusan Teknik Mesin dan berhasil memperoleh gelar Sarjana Teknik pada rentang 1992 hingga 1996.
Perjalanan akademiknya tidak berhenti di bidang teknik. Untuk memperkuat pemahamannya mengenai kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional, ia kemudian melanjutkan studi Magister Ekonomi di Universitas Indonesia.
Program magister tersebut ditempuh pada periode 2003 hingga 2005. Kombinasi antara pendidikan teknik dan ekonomi memberikan perspektif yang luas dalam memahami hubungan antara dunia industri, produktivitas, dan kesejahteraan tenaga kerja.
Jejak Karier Said Iqbal
Karier Said Iqbal di dunia perburuhan dimulai dari lingkungan industri. Pada periode 1992 hingga 1999, ia menjabat sebagai Ketua Pimpinan Serikat Pekerja di sebuah perusahaan elektronik di Bekasi.
Pengalaman tersebut menjadi titik awal keterlibatannya dalam gerakan serikat pekerja yang kemudian berkembang hingga tingkat nasional.
Pada 2003 hingga 2012, Said Iqbal dipercaya sebagai Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Organisasi tersebut menjadi salah satu federasi buruh terbesar yang aktif memperjuangkan berbagai isu ketenagakerjaan.
Sejak 2012 hingga sekarang, ia mengemban amanah sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Dalam kapasitas tersebut, Said Iqbal sering terlibat dalam pembahasan kebijakan pengupahan, perlindungan pekerja, hingga regulasi ketenagakerjaan.
Di bidang politik, ia juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh Indonesia sejak 2021.
Selain itu, Said Iqbal telah lama menjadi bagian dari berbagai lembaga strategis. Sejak 2004, ia menjadi Anggota Dewan Pengupahan Nasional dan Anggota Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional.
Kiprahnya juga menjangkau tingkat internasional. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC) sejak 2016, Anggota General Council International Trade Union Confederation (ITUC) sejak 2017, serta Anggota Central Committee World Metalworkers' Federation (IMF) sejak 2010.
Pada periode 2021 hingga 2024, Said Iqbal juga menjadi Delegasi Indonesia untuk Konferensi International Labour Organization (ILO).
Dedikasinya terhadap perjuangan buruh mendapat pengakuan dunia ketika menerima The Febe Elizabeth Velasquez Award sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia pada 2013.
Disebut Bakal Merapat ke Istana
Nama Said Iqbal kembali menjadi pembahasan publik setelah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan sinyal bahwa Presiden Partai Buruh tersebut berpotensi bergabung dengan kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Prasetyo menyebut bahwa pemerintah tengah mendiskusikan kemungkinan tersebut.
Ia juga mengisyaratkan bahwa posisi yang nantinya diemban Said Iqbal akan berkaitan dengan bidang buruh dan ketenagakerjaan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai jabatan yang akan diberikan. Ketika ditanya apakah Said Iqbal akan mengisi posisi Wakil Menteri Ketenagakerjaan atau menjadi bagian dari Dewan Buruh, pemerintah menyatakan pembahasannya masih berlangsung.