- Durasi mandi yang disarankan sekitar 10 menit agar kulit tidak kehilangan kelembapan alami.
- Air suam-suam kuku dengan suhu mendekati suhu tubuh dinilai paling ideal untuk mandi.
- Setelah mandi, pelembap sebaiknya digunakan dalam waktu 3 menit saat kulit masih lembap.
Suara.com - Mandi merupakan aktivitas yang dilakukan setiap hari untuk menjaga kebersihan tubuh. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa durasi mandi juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit.
Sebagian orang terbiasa berlama-lama di kamar mandi, terutama saat menggunakan air hangat. Padahal, kebiasaan tersebut belum tentu baik bagi kondisi kulit.
Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Arlene Rainamira, SpDVE, menjelaskan bahwa mandi terlalu lama justru dapat membuat kulit menjadi lebih kering dan mudah mengalami iritasi.
Lantas, berapa lama durasi mandi yang ideal agar kulit tetap sehat?

Durasi Mandi yang Disarankan Hanya Sekitar 10 Menit
Dalam salah satu konten YouTube Raditya Dika, dr. Arlene menyoroti kebiasaan mandi yang kerap luput dari perhatian, yaitu soal pemilihan suhu air.
"Mandinya juga, kadang pasien-pasien juga atau enggak masyarakat juga belum benar nih, mandinya pakai apa? Air dingin atau air panas?" tanya dr. Arlene.
Ia menjelaskan bahwa suhu air yang digunakan untuk mandi idealnya mendekati suhu tubuh, yakni sekitar 36-37 derajat Celsius.
Meski demikian, tidak perlu mengukur suhu secara khusus karena air suam-suam kuku sudah cukup untuk digunakan sehari-hari.
"Idealnya sebenarnya mandi itu di 36-37 derajat, tapi kan kita enggak mungkin pakai termometer, jadi kita suam-suam kuku aja. Jadi enggak terlalu panas, enggak terlalu dingin," jelasnya.
Tak hanya suhu air, waktu yang dihabiskan saat mandi juga sebaiknya tidak berlebihan.
Menurut dr. Arlene, mandi dalam durasi yang terlalu lama justru dapat berdampak kurang baik bagi kulit.
"Jadi sebenarnya sesuai suhu tubuh kita idealnya dan cuma 10 menit jangan lama-lama," lanjut dr. Arlene.
Ia menerangkan bahwa kulit yang terlalu lama terpapar air berisiko kehilangan kelembapan alaminya.
Akibatnya, kulit bisa terasa lebih kering, gatal, hingga menunjukkan tanda-tanda iritasi ringan.
"Karena ternyata air itu iritan lemah dalam arti dia kalau terus-terusan kena itu bisa sifatnya iritasi juga. Kering, gatel, kalau lagi berenang suka kayak kisut, nah itulah kenapa mandi enggak boleh lama-lama," ujarnya.
Oleh karena itu, mandi menggunakan air suam-suam kuku selama kurang lebih 10 menit dinilai lebih baik untuk menjaga kondisi lapisan pelindung kulit.
Setelah selesai mandi, pelembap juga dianjurkan segera diaplikasikan dalam waktu sekitar tiga menit agar kelembapan kulit tetap terjaga.
Mengapa Mandi Terlalu Lama Bisa Membuat Kulit Kering?
Banyak orang menganggap air selalu memberikan efek melembapkan pada kulit. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian.
Saat kulit terlalu lama terpapar air, lapisan pelindung alami pada permukaan kulit dapat terganggu. Akibatnya, kulit menjadi lebih mudah kehilangan kelembapan setelah tubuh dikeringkan.
Kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari kulit terasa kencang, kasar, gatal, hingga tampak lebih kering dari biasanya.
Tanda yang paling mudah dikenali adalah kulit yang tampak berkerut atau kisut setelah terlalu lama terkena air.
Suhu Air Mandi Juga Perlu Diperhatikan
Selain durasi mandi, suhu air juga menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan kulit.
Menurut dr. Arlene, suhu air yang ideal berada di kisaran 36 hingga 37 derajat Celsius atau mendekati suhu tubuh.
Dalam praktik sehari-hari, tidak perlu mengukur suhu menggunakan termometer. Air suam-suam kuku sudah cukup untuk membantu membersihkan tubuh sekaligus menjaga kenyamanan kulit.
Sebaliknya, air yang terlalu panas dapat membuat minyak alami kulit lebih cepat hilang. Jika dilakukan terus-menerus, kulit berisiko menjadi lebih kering dan sensitif.
Jangan Lupa Pakai Pelembap Setelah Mandi
Setelah selesai mandi, langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah menggunakan pelembap.
Menurut dr. Arlene, pelembap sebaiknya tidak digunakan saat kulit sudah benar-benar kering.
"Jadi pakainya itu sebenarnya pas lagi kulitnya lembap. Jadi segera setelah mandi, jangan pas lagi kering (kulitnya)," beber dr. Arlene.
"Kenapa? Karena kita kunci ini si moisturizer, pas kulitnya lagi lembap, 3 menit setelah mandi," sambungnya.