Bagaimana Desa Jatimulyo Membuktikan Konservasi dan Kesejahteraan Bisa Berjalan Bersama

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 10 Juni 2026 | 11:53 WIB
Bagaimana Desa Jatimulyo Membuktikan Konservasi dan Kesejahteraan Bisa Berjalan Bersama
Potret Elang Jawa Di Desa Jatimulyo (Instagram/@burungjatimulyo)

Suara.com - Konservasi sering kali ditempatkan dalam posisi yang berlawanan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Ketika kawasan dilindungi atau aktivitas eksploitasi dibatasi, muncul anggapan bahwa pendapatan warga ikut terancam.

Namun, pengalaman Desa Jatimulyo di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan cerita yang berbeda: menjaga alam justru dapat membuka sumber penghidupan baru.

Desa ini kini dikenal sebagai Desa Ramah Burung. Tetapi satu dekade lalu, identitas tersebut belum ada.

Dari Desa Pemburu Menuju Desa Ramah Burung

Jatimulyo sebelumnya dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas perburuan burung yang cukup kuat. Perubahan mulai terjadi pada 2014 ketika pemerintah desa menetapkan Peraturan Desa Nomor 8 tentang Pelestarian Lingkungan Hidup.

Aturan tersebut menjadi titik awal perubahan cara masyarakat memandang satwa liar, dari objek yang diburu menjadi aset yang dijaga bersama.

Menurut jurnal “Ekowisata di Desa Jatimulyo Kulonprogo, Benang Merah Konservasi Burung dan Pariwisata”, kebijakan itu kemudian berkembang menjadi berbagai inisiatif konservasi berbasis masyarakat. Seiring waktu, Jatimulyo tercatat menjadi habitat bagi lebih dari 100 jenis burung dan mulai dikenal sebagai destinasi pengamatan burung.

Namun, perubahan itu tidak terjadi hanya karena aturan.

Salah satu faktor yang dinilai berperan adalah bagaimana kegiatan konservasi dirancang agar memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut terlibat sekaligus memperoleh manfaat.

Ketika Konservasi Tidak Lagi Dipahami sebagai Larangan
Edukator konservasi dan kreator konten lingkungan, Mutia Hanifah atau Mudi, mengatakan pengalaman melihat praktik konservasi di Jatimulyo menjadi salah satu momen yang mengubah cara pandangnya.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan sejumlah organisasi di desa tersebut tidak hanya berfokus pada perlindungan satwa, tetapi juga melibatkan warga sebagai bagian dari solusi.

“Kalau menurut aku pribadi beberapa NGO yang sudah kerja sama sama masyarakat desa itu menggunakan jasa dari warga. Jadi ketika ada program konservasi, yang dilibatkan bukan orang dari luar, tapi masyarakat desa sendiri,” ujarnya.

Pendekatan tersebut membuat konservasi tidak dipahami sebagai larangan semata, melainkan aktivitas yang menciptakan peluang.

Menjaga Sarang, Membuka Peluang Ekonomi

Salah satu contoh yang menarik perhatian Mudi adalah program adopsi sarang burung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Mudi, Edukator Konservasi Muda yang Ubah Scroll Jadi Aksi Lingkungan

Mengenal Mudi, Edukator Konservasi Muda yang Ubah Scroll Jadi Aksi Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 11:02 WIB

Pasar Makin Tak Pasti, Ini Cara Investor Mengubah Kepanikan Jadi Cuan

Pasar Makin Tak Pasti, Ini Cara Investor Mengubah Kepanikan Jadi Cuan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 10:46 WIB

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:36 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Sayur yang Mudah Ditanam di Pot, Lahan Sempit Bukan Halangan

5 Rekomendasi Sayur yang Mudah Ditanam di Pot, Lahan Sempit Bukan Halangan

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:16 WIB

Jakarta Baru Punya 5,31 Persen Ruang Terbuka Hijau: Mengapa Warga Turun Tangan Kawal Taman Kota?

Jakarta Baru Punya 5,31 Persen Ruang Terbuka Hijau: Mengapa Warga Turun Tangan Kawal Taman Kota?

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:00 WIB

4 Parfum Evangeline Best Seller di Shopee, Wanginya Bikin Susah Pindah ke Parfum Lain

4 Parfum Evangeline Best Seller di Shopee, Wanginya Bikin Susah Pindah ke Parfum Lain

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:44 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen SPF 30 untuk Dipakai Indoor, Ringan dan Harga Terjangkau

5 Rekomendasi Sunscreen SPF 30 untuk Dipakai Indoor, Ringan dan Harga Terjangkau

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:26 WIB

3 Lipstik Viva Cosmetics Paling Laris di Shopee Menurut Ulasan dan Harganya

3 Lipstik Viva Cosmetics Paling Laris di Shopee Menurut Ulasan dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:25 WIB

4 Sepatu Lari Super Trainer Pesaing Adidas Adizero Evo SL, Terbaik Buat Jarak Jauh

4 Sepatu Lari Super Trainer Pesaing Adidas Adizero Evo SL, Terbaik Buat Jarak Jauh

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:34 WIB

Saat Pakaian Lama Punya Hidup Baru: Inspirasi Fashion Berkelanjutan dari Uniqlo

Saat Pakaian Lama Punya Hidup Baru: Inspirasi Fashion Berkelanjutan dari Uniqlo

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:22 WIB

Membaca Jakarta dari Ruang Hijau: Catatan Sehari Bersama Ayo ke Taman

Membaca Jakarta dari Ruang Hijau: Catatan Sehari Bersama Ayo ke Taman

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:05 WIB

Banyak Ibu Mengalaminya, Ini Kisah Bangkit dari Kerontokan Rambut Pascapersalinan

Banyak Ibu Mengalaminya, Ini Kisah Bangkit dari Kerontokan Rambut Pascapersalinan

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:39 WIB

Daftar Harga BBM BP Hari Ini di Jabodetabek dan Jawa Timur, BP Ultimate Tembus Rp17.240

Daftar Harga BBM BP Hari Ini di Jabodetabek dan Jawa Timur, BP Ultimate Tembus Rp17.240

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:39 WIB