- Antirespirant dan deodoran sering dianggp sama untuk mengatasi bau badan dan keringat berlebih.
- Dokter Tirta mengaku memilih menggunakan antiperspirant sebelum berolahraga dibanding parfum.
- Antiperspirant bekerja menyumbat sementara kelenjar keringat, sedangkan deodoran menyamarkan bau badan.
Suara.com - Tirta Mandira Hudhi atau yang lebih dikenal sebagai dr Tirta mengaku dirinya lebih sering menggunakan antiperspirant dibanding parfum sebelum berolahraga.
"Sebelum lari, biasanya aku mandi dulu biar segar dan naikin mood. Terus pakai sunscreen dan antiperspirant karena lebih mengontrol (keringat)," kata dr Tirta saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Risyad and Son.
Dokter sekaligus edukator kesehatan tersebut menilai antiperspirant lebih nyaman digunakan saat berlari atau melakukan aktivitas fisik intens. Menurutnya, aroma parfum yang bercampur dengan keringat terkadang justru menghasilkan bau yang kurang sedap.
Lantas, apa sebenarnya antiperspirant dan apa bedanya dengan deodoran? Meski sering dianggap sama, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Antiperspirant Itu Apa?

Mengacu pada penjelasan American Academy of Dermatology (AAD) dan U.S. Food and Drug Administration (FDA), antiperspirant adalah produk yang dirancang untuk mengurangi produksi keringat.
Cara kerjanya yakno dengan menggunakan senyawa berbasis aluminium, seperti aluminum chlorohydrate atau aluminum zirconium, yang membentuk sumbatan sementara pada saluran kelenjar keringat. Akibatnya, jumlah keringat yang keluar ke permukaan kulit menjadi lebih sedikit.
Karena mampu mengendalikan keringat, antiperspirant sering digunakan pada area ketiak, terutama oleh orang yang mudah berkeringat atau aktif berolahraga. Produk ini umumnya tersedia dalam bentuk roll-on, stick, spray, maupun krim.
Apa Itu Deodoran?

Sementara itu, deodoran berfungsi untuk mengurangi atau menutupi bau badan, bukan menghentikan produksi keringat.
Menurut AAD, bau badan sebenarnya tidak berasal dari keringat itu sendiri. Keringat yang diproduksi tubuh pada dasarnya hampir tidak berbau. Aroma tidak sedap muncul ketika bakteri di permukaan kulit memecah komponen dalam keringat, terutama di area ketiak.
Karena itu, deodoran biasanya mengandung bahan antimikroba untuk membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau serta pewangi untuk memberikan aroma segar.
Dengan kata lain, seseorang tetap dapat berkeringat saat menggunakan deodoran, tetapi bau badan yang timbul dapat berkurang.
Perbedaan Antiperspirant dan Deodoran
Bagi yang bingung, perbedaan utama antiperspirant dan deodoran terletak pada fungsi.
Antiperspirant berfungsi mengurangi jumlah keringat yang keluar dari kulit, sedangkan deodoran dapat embantu mengurangi bau badan akibat aktivitas bakteri.
Beberapa produk modern bahkan menggabungkan kedua fungsi tersebut dalam satu kemasan. Produk jenis ini dapat membantu mengontrol keringat sekaligus menjaga aroma tubuh tetap segar sepanjang hari.
Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada produk yang mutlak lebih baik karena penggunaannya bergantung pada kebutuhan masing-masing.
Jika masalah utama adalah produksi keringat berlebih, antiperspirant dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai. Namun, jika tujuan utamanya hanya menjaga kesegaran tubuh dan mengurangi bau badan, deodoran sudah cukup membantu.
Bagi orang yang rutin berolahraga seperti dr Tirta, antiperspirant sering dipilih karena dapat membantu mengendalikan keringat selama aktivitas fisik.
Meski demikian, menjaga kebersihan tubuh dengan mandi secara teratur, mengenakan pakaian yang menyerap keringat, dan menjaga hidrasi tetap menjadi langkah utama untuk mengurangi bau badan dan menjaga kenyamanan saat beraktivitas.