- Raffi Ahmad bantah terlibat kasus suap impor PT Blueray Cargo.
- Nama Raffi Ahmad dicatut oknum pegawai saat lari maraton di Amerika.
- Oknum pegawai Blueray Cargo klaim Raffi Ahmad memesan sejumlah iPhone.
Suara.com - Artis sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, akhirnya buka suara setelah namanya ikut terseret dalam sidang kasus dugaan suap impor jasa pengiriman PT Blueray Cargo.
Kasus suap impor jasa pengiriman PT Blueray Cargo ini diketahui menjerat sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan pada Selasa (9/6/2026), suami Nagita Slavina ini dengan tegas membantah terlibat dalam praktik lancung tersebut.
Raffi Ahmad menekankan bahwa dirinya tidak pernah melakukan transaksi, apalagi memesan barang melalui jasa pengiriman tersebut.
"Saya bingung karena saya pesan enggak, saya transaksi aja enggak, saya WhatsApp juga enggak," tegas Raffi Ahmad.
Lantas, bagaimana kronologi sebenarnya hingga nama dan foto "Sultan Andara" ini bisa muncul dalam penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)?

Bermula dari Lari Maraton di Amerika
Raffi menceritakan bahwa semuanya bermula saat ia sedang berada di Amerika Serikat untuk mengikuti ajang Chicago Marathon bersama rekan-rekan artisnya, seperti Ariel NOAH, Gading Marten, dan Desta.
"Jadi ceritanya tuh saya lagi lari maraton sama Ariel di Chicago Marathon, disemangatin sama Desta dan Gading," kenang Raffi saat berbicara di kanal YouTube Dedi Mulyadi, Rabu (10/6/2026).
Setelah menyelesaikan lari di Chicago, rombongan ini kemudian bertolak ke New York untuk menemui komunitas WNI di sana.
Mereka pun mampir ke sebuah restoran Indonesia yang cukup populer di wilayah Queens, yakni Awang Kitchen.
Diajak Foto karena Basa-basi
Petaka dimulai saat Raffi Ahmad dan kawan-kawan hendak kembali ke restoran setelah mampir ke sebuah toko kelontong di seberang jalan.
Rupanya, tepat di sebelah kiri toko kelontong, terdapat kantor PT Blueray Cargo.
"Pas kita mau kembali lagi ke Awang Kitchen, di sebelah kiri ada kantor Blueray terus semuanya pada nyapa 'Eh Aa Raffi'. Saya teh nggak tahu, dia ngajak foto saya sama Gading kayak biasanya. Desta sama Ariel juga diajak foto," jelas Raffi.
Sebagai figur publik, Raffi mengaku tidak enak hati untuk menolak ajakan foto tersebut.
Saat itu, oknum pegawai di sana sempat menawarkan jasa pengiriman barang elektronik seperti handphone dan laptop. Raffi yang berniat sopan hanya menjawab sekadarnya.
"Ya masa aku bilang nggak ah, ya saya jawab 'oh iya' gitu aja. Habis itu ya sudahlah kita pulang dan touring lagi ke mana. Gak ada obrolan lagi," tambahnya.
Dicatut Pegawai untuk Lapor ke Bos
Keterlibatan nama Raffi Ahmad dalam penyidikan KPK terungkap setelah salah satu oknum diperiksa ponselnya.
Namun, Raffi membongkar bahwa klaim tersebut hanyalah akal-akalan oknum pegawai Blueray Cargo tersebut.
"Ternyata, WhatsApp pegawainya bilang ke bosnya kalau 'Ini tadi Aa Raffi mau pesan iPhone'. Padahal saya nggak pesan apa-apa. Pas ditanya (oleh petugas), si oknum ini bilang katanya saya memesan. Padahal nggak ada pesan apa-apa," tandas ayah dari Rafathar dan Rayyanza tersebut.
Hingga saat ini, Raffi Ahmad memastikan bahwa posisinya hanyalah korban pencatutan nama dan foto oleh oknum dari Blueray Cargo.