175 Platform Digital Sudah Diperiksa Komdigi, Netflix, Shopee dan PUBG Termasuk

Dythia Novianty

Rabu, 10 Juni 2026 | 16:34 WIB
175 Platform Digital Sudah Diperiksa Komdigi, Netflix, Shopee dan PUBG Termasuk
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (tengah). [Humas Kemenkomdigi]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia menerapkan PP TUNAS sejak Maret 2026 untuk memperketat pengawasan keamanan layanan digital bagi anak-anak.
  • Hingga Juni 2026, 64 Penyelenggara Sistem Elektronik telah menyerahkan penilaian mandiri risiko keamanan bagi anak kepada Kemkomdigi.
  • Kemkomdigi mendorong perubahan fitur platform melalui pendekatan kolaboratif berbasis risiko agar ekosistem digital lebih aman bagi anak.

Suara.com - Di tengah meningkatnya penggunaan internet oleh anak-anak Indonesia, pemerintah kini memperketat pengawasan terhadap layanan digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.

Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkapkan bahwa hingga awal Juni 2026, sebanyak 175 Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) dari 64 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), telah menyerahkan laporan penilaian mandiri (self-assessment) sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi perlindungan anak tersebut.

Sejumlah platform digital populer yang telah melaporkan hasil penilaian mandiri antara lain Netflix, Disney+, HBO Max, Vidio, PUBG Online, Roblox, Mobile Legends, Valorant, Free Fire, Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, DANA, GoPay, Flip, hingga ChatGPT.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan, pelaksanaan PP TUNAS telah berjalan selama tiga bulan sejak resmi diterapkan pada akhir Maret 2026.

"Sudah tepat tiga bulan sejak PP TUNAS diimplementasikan pada akhir Maret 2026. Saat ini ada sekitar 175 Produk, Layanan, dan Fitur yang dinaungi oleh 64 Penyelenggara Sistem Elektronik yang sudah melakukan self-assessment dan menyerahkannya kepada Kemkomdigi," ujar Meutya dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).

Platform Dinilai Berdasarkan Risiko bagi Anak

Dalam proses self-assessment, setiap platform wajib melakukan evaluasi internal terhadap tingkat keamanan layanan mereka bagi pengguna anak di bawah usia 16 tahun.

Penilaian mencakup berbagai aspek penting, mulai dari risiko paparan konten kekerasan dan pornografi, ancaman perundungan digital, potensi interaksi dengan orang asing, tingkat kecanduan penggunaan platform, hingga kesiapan sistem verifikasi usia dan fitur parental control.

Seluruh dokumen yang masuk kemudian akan diverifikasi dan dianalisis oleh Kemkomdigi sebelum pemerintah menentukan kategori risiko masing-masing platform.

baca juga

"Karena menggunakan pendekatan berbasis risiko, setiap risiko harus ditelaah satu per satu. Prosesnya memang memerlukan waktu. Kita mengukur setiap risiko, mulai dari risiko konten, risiko kontak dengan orang yang tidak dikenal, risiko kecanduan, risiko kesehatan, dan berbagai risiko lainnya," jelas Meutya.

Menurutnya, hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan apakah suatu platform layak digunakan oleh kelompok usia tertentu atau memerlukan perbaikan tambahan demi menjamin keamanan anak.

Indonesia Pilih Dorong Perubahan Platform, Bukan Sekadar Larangan

Berbeda dengan sejumlah negara yang menerapkan pembatasan ketat atau bahkan pelarangan akses media sosial bagi anak-anak, Indonesia memilih pendekatan yang lebih kolaboratif.

Pemerintah tidak hanya menuntut perlindungan pengguna anak, tetapi juga mendorong perusahaan teknologi untuk melakukan perubahan nyata pada fitur dan tata kelola layanan mereka.

"Pendekatan ini berbeda dengan sejumlah negara yang menerapkan pembatasan secara menyeluruh terhadap akses anak ke media sosial. Platform juga harus mau berubah menjadi lebih baik. Karena itu kami mengukur perubahan-perubahan yang mereka lakukan, termasuk fitur-fitur yang dibuat agar lebih aman bagi anak-anak," kata Meutya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Wikipedia Terancam Diblokir Pemerintah? Ini Penjelasan dan Dampak Seriusnya

Mengapa Wikipedia Terancam Diblokir Pemerintah? Ini Penjelasan dan Dampak Seriusnya

Tekno | Jum'at, 17 April 2026 | 09:05 WIB

Komdigi Akan Blokir Wikipedia Sepekan Lagi Jika Ultimatum Tidak Diacuhkan

Komdigi Akan Blokir Wikipedia Sepekan Lagi Jika Ultimatum Tidak Diacuhkan

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 18:55 WIB

Kritik Manajer Riot Games ke IGRS: Keamanan Rentan, SDM Komdigi Sedikit dan Tak Memadai

Kritik Manajer Riot Games ke IGRS: Keamanan Rentan, SDM Komdigi Sedikit dan Tak Memadai

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 11:21 WIB

Meta Batasi Usia Pengguna di Indonesia: Facebook, Instagram dan Threads Ikuti Aturan Baru PP Tunas

Meta Batasi Usia Pengguna di Indonesia: Facebook, Instagram dan Threads Ikuti Aturan Baru PP Tunas

Tekno | Sabtu, 11 April 2026 | 09:25 WIB

Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya

Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya

Tekno | Jum'at, 10 April 2026 | 15:36 WIB

Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah

Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah

Tekno | Jum'at, 10 April 2026 | 14:34 WIB

Terkini

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:06 WIB

Abu Vulkanik di Sekitar Kita, Seberapa Bahaya bagi Tubuh?

Abu Vulkanik di Sekitar Kita, Seberapa Bahaya bagi Tubuh?

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:05 WIB

Pansus DPRD DKI Ungkap Borok Mafia Parkir: Tak Berizin dan Manipulasi Pajak

Pansus DPRD DKI Ungkap Borok Mafia Parkir: Tak Berizin dan Manipulasi Pajak

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:05 WIB

Cuma Rp20 Ribuan! 5 Conditioner untuk Rambut Halus, Lembut & Mudah Diatur!

Cuma Rp20 Ribuan! 5 Conditioner untuk Rambut Halus, Lembut & Mudah Diatur!

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 11:05 WIB

Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi

Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi

Lampung | Selasa, 08 September 2026 | 11:03 WIB

Aroma Buku dan Aroma Vanila

Aroma Buku dan Aroma Vanila

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 11:02 WIB

Masyarakat Lokal Jadi Kunci, Bagaimana Konservasi Alam Bisa Bertahan Jangka Panjang?

Masyarakat Lokal Jadi Kunci, Bagaimana Konservasi Alam Bisa Bertahan Jangka Panjang?

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 11:00 WIB

Harga Buku 'Islam ala Prabowo', Bedah Sisi Lain Kepemimpinan Sang Jenderal

Harga Buku 'Islam ala Prabowo', Bedah Sisi Lain Kepemimpinan Sang Jenderal

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 10:59 WIB

Kembali Diperiksa Tim 9, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terseret Kasus Asabri dan Jiwasraya

Kembali Diperiksa Tim 9, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terseret Kasus Asabri dan Jiwasraya

News | Selasa, 08 September 2026 | 10:57 WIB

5 Warga Palestina Tewas Diserang Israel di Jalur Gaza, 30 Lainnya Luka Parah

5 Warga Palestina Tewas Diserang Israel di Jalur Gaza, 30 Lainnya Luka Parah

News | Selasa, 08 September 2026 | 10:53 WIB

×