- Fixing spray dan setting spray sama-sama digunakan setelah makeup selesai, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.
- Memahami perbedaannya penting agar dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan hasil riasan yang diinginkan.
- Penggunaan produk yang tepat membantu makeup lebih tahan lama, nyaman dipakai, dan tetap terlihat segar sepanjang hari.
Fixing spray biasanya mengandung bahan pembentuk lapisan (film-forming agents) seperti copolymer atau acrylates copolymer.
Bahan tersebut bekerja menciptakan lapisan pelindung di atas kulit sehingga makeup lebih tahan terhadap keringat, minyak, dan cuaca panas.
Saat memilih fixing spray, Kurniawan menyarankan untuk memperhatikan daftar komposisi produk.
Jika kandungan copolymer berada di urutan atas daftar bahan, artinya konsentrasinya cukup tinggi dan berpotensi memberikan daya tahan makeup yang lebih baik.
Mana yang Lebih Baik, Fixing Spray atau Setting Spray?
Menurut Kurniawan, penggunaan setting spray dan fixing spray sebenarnya bisa saling melengkapi.
Setting spray membantu menciptakan hasil akhir yang menyatu dan menyerupai kulit asli, sedangkan fixing spray berperan mengunci seluruh lapisan makeup agar tetap awet sepanjang hari.
Kurniawan juga menjelaskan bahwa para MUA profesional umumnya tidak memilih antara setting spray atau fixing spray, melainkan menggunakan keduanya secara berurutan.
Setting spray biasanya diaplikasikan terlebih dahulu setelah makeup selesai untuk membantu alas bedak dan produk complexion menyatu lebih natural.
Sedangkan fixing spray digunakan sebagai langkah terakhir untuk mengunci seluruh riasan agar lebih tahan lama.
Berdasarkan fungsinya, perbedaan keduanya memang terlihat tipis karena sama-sama berbentuk semprotan dan sering dipasarkan dengan klaim serupa.
Namun, memahami cara kerja masing-masing produk akan membantu pengguna mendapatkan hasil makeup yang lebih flawless dan awet, alih-alih mengandalkan satu produk untuk menjalankan dua fungsi sekaligus.