- Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H menjadi momen bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri.
- Muharram termasuk salah satu dari empat bulan mulia sehingga dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan terlarang.
- Banyak umat Muslim mencari amalan bulan Muharram yang memiliki dasar dari Al-Qur'an dan sunah Rasulullah SAW.
Suara.com - Umat Muslim resmi memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Pergantian tahun ini menjadi momentum yang baik untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah SWT.
Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia yang dimuliakan dalam ajaran Islam.
Karena keistimewaannya tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi berbagai perbuatan yang dilarang.
Meski demikian, masih banyak orang yang bertanya-tanya mengenai amalan apa saja yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Muharram.
Tidak sedikit pula yang ingin memastikan bahwa amalan yang dikerjakan benar-benar memiliki dasar dari Al-Qur'an maupun sunah Nabi Muhammad SAW.
Lantas, apa saja amalan bulan Muharram yang sesuai dengan sunah Rasulullah SAW? Berikut ulasannya, melansir dari laman NU Online, BAZNAS, hingga Muhammadiyah.

1. Memperbanyak Puasa Sunah
Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunah.
Rasulullah SAW bahkan menyebut Muharram sebagai "Syahrullah" atau bulan Allah, yang menunjukkan kemuliaan bulan ini dibanding bulan-bulan lainnya.
Dasar anjuran tersebut terdapat dalam hadis riwayat Muslim. Rasulullah SAW bersabda, "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram." (HR Muslim).
2. Menjalankan Puasa Asyura pada 10 Muharram
Puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Hari Asyura memiliki keutamaan besar karena menjadi salah satu hari yang istimewa dalam sejarah Islam.
Rasulullah SAW bersabda, "Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).
Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan puasa pada hari tersebut.
3. Berpuasa Tasu'a pada 9 Muharram
Selain puasa Asyura, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram.
Puasa ini bertujuan untuk membedakan ibadah umat Islam dengan kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Anjuran tersebut berdasarkan hadis Rasulullah SAW. Beliau bersabda, "Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan." (HR Muslim).

4. Memperbanyak Sedekah
Muharram juga menjadi waktu yang baik untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah.
Memberikan bantuan kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan termasuk amalan yang dianjurkan karena dapat mendatangkan keberkahan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 bahwa orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah akan memperoleh pahala berlipat ganda.
Semangat berbagi di bulan Muharram menjadi salah satu cara untuk meraih keutamaan bulan yang mulia ini.
5. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak dzikir, istighfar, serta mengingat Allah SWT.
Muharram menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
Allah SWT berfirman, "Ingatlah Aku, niscaya Aku ingat kepadamu." (QS Al-Baqarah: 152).
Dengan memperbanyak dzikir dan istighfar, seorang Muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah serta menenangkan hati dan pikirannya.
6. Membaca Al-Qur'an dan Tadabbur
Membaca Al-Qur'an merupakan amalan yang dianjurkan kapan saja, termasuk pada bulan Muharram.
Momentum tahun baru Hijriah dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an melalui tilawah maupun tadabbur maknanya.
Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR Bukhari).
Karena itu, memperbanyak membaca Al-Qur'an menjadi salah satu amalan yang sayang untuk dilewatkan selama Muharram.
7. Memperbanyak Doa dan Muhasabah Diri
Tahun baru Islam juga menjadi momen yang tepat untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri.
Umat Muslim dapat merenungkan perjalanan hidup selama setahun terakhir sekaligus menyusun niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik pada tahun berikutnya.
Selain itu, memperbanyak doa juga sangat dianjurkan karena doa merupakan inti dari ibadah.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ghafir ayat 60, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu".
Dengan demikian, Muharram dapat menjadi titik awal untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT.