Estetika Regeneratif Jadi Tren Baru, Fokus pada Regenerasi Alami untuk Kulit yang Lebih Berkualitas

Dinda Rachmawati

Selasa, 16 Juni 2026 | 11:22 WIB
Estetika Regeneratif Jadi Tren Baru, Fokus pada Regenerasi Alami untuk Kulit yang Lebih Berkualitas
Ilustrasi kulit wajah sehat (Freepik)
baca 10 detik
  • Dunia estetika medis kini beralih ke pendekatan regenerative aesthetics untuk memperbaiki kualitas dan kesehatan kulit secara alami.
  • GEA Aesthetic dan Croma-Pharma meluncurkan PolyPhil di Indonesia, produk perawatan berbahan polynucleotide murni asal ikan trout.
  • Teknologi polynucleotide mendukung produksi kolagen untuk mengatasi masalah tekstur kulit, bopeng jerawat, serta area bawah mata.

Suara.com - Menjaga kulit tetap sehat dan tampak segar kini tak lagi sekadar soal menyamarkan tanda-tanda penuaan. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia estetika medis mengalami pergeseran tren menuju pendekatan yang lebih menyeluruh, yakni estetika regeneratif

Alih-alih berfokus pada hasil instan, pendekatan ini bertujuan mendukung kemampuan alami tubuh untuk memperbaiki dan meregenerasi jaringan kulit. Tren tersebut muncul seiring meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa kualitas kulit sama pentingnya dengan penampilan luar. 

Banyak orang kini datang ke klinik estetika bukan hanya untuk mengurangi kerutan, tetapi juga memperbaiki tekstur kulit, mengatasi bopeng bekas jerawat (acne scars), meningkatkan hidrasi, hingga merawat area sensitif seperti bawah mata (under eye).

Salah satu teknologi yang mulai mendapat perhatian dalam praktik estetika modern adalah polynucleotide (PN). Bahan ini bekerja dengan mendukung aktivitas fibroblast, yaitu sel yang berperan dalam produksi kolagen dan elastin. Kedua komponen tersebut penting untuk menjaga elastisitas, kekencangan, dan kesehatan kulit.

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin akan menurun secara alami. Dampaknya, kulit menjadi lebih kering, muncul garis-garis halus, tekstur tampak tidak merata, dan elastisitas berkurang. Melalui pendekatan regeneratif, proses perbaikan kulit diharapkan dapat berlangsung secara bertahap dengan memanfaatkan mekanisme alami tubuh.

Tak hanya berkaitan dengan penuaan, teknologi berbasis polynucleotide juga mulai dimanfaatkan untuk membantu memperbaiki tampilan bopeng bekas jerawat. Kondisi ini kerap menjadi keluhan karena terbentuk akibat kerusakan struktur kulit yang lebih dalam. Dengan mendukung regenerasi jaringan, kualitas permukaan kulit dapat ditingkatkan secara lebih menyeluruh.

Area bawah mata juga menjadi perhatian tersendiri. Kulit di area ini lebih tipis sehingga lebih mudah menunjukkan tanda kelelahan maupun penuaan dini. Pendekatan regeneratif menawarkan pilihan perawatan yang berfokus pada peningkatan kualitas jaringan kulit tanpa mengubah karakter alami wajah.

Melihat perkembangan tersebut, GEA Aesthetic bersama Croma-Pharma menghadirkan PolyPhil, inovasi regenerative aesthetics berbasis polynucleotide dari DNA ikan trout air tawar. Produk ini menggunakan teknologi PN-HPT (Polynucleotide Highly Purified Technology) yang dirancang untuk menghasilkan polynucleotide dengan tingkat kemurnian tinggi.

Menurut General Manager GEA Aesthetic, Inneke Huang, kehadiran inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pilihan terapi estetika berbasis sains.

baca juga

"Membawa PolyPhil ke Indonesia merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi aesthetic treatment berbasis science, safety, dan natural result. PolyPhil didukung oleh lebih dari 20 tahun pengalaman penggunaan klinis di Eropa, lebih dari 80 publikasi peer-reviewed, serta teknologi PN-HPT yang menghasilkan polynucleotide dengan tingkat kemurnian tinggi dan kualitas yang konsisten," ujarnya.

Peluncuran PolyPhil di Indonesia juga menghadirkan diskusi ilmiah bersama Dr. med. Dr. med. univ. Konstantin Frank dari Munich, Jerman. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa kualitas dan keamanan polynucleotide sangat dipengaruhi oleh sumber bahan baku serta proses pemurniannya.

PolyPhil menggunakan DNA ikan trout air tawar dari peternakan terkontrol di Eropa yang diproses melalui teknologi PN-HPT, sehingga mendukung standar kualitas dan konsistensi produk yang tinggi.

Pada akhirnya, tren regenerative aesthetics menunjukkan perubahan cara pandang terhadap perawatan kulit. Fokusnya bukan lagi sekadar terlihat lebih muda dalam waktu singkat, melainkan membantu kulit menjadi lebih sehat, terhidrasi, dan kuat dari dalam.

Sebab bagi banyak orang saat ini, kulit yang sehat dengan kualitas yang baik merupakan investasi jangka panjang yang tak kalah penting dibanding hasil yang instan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Toner Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 3 Varian yang Banyak Diulas Bagus

Toner Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 3 Varian yang Banyak Diulas Bagus

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 20:06 WIB

Sunscreen untuk Kulit Kering Harus Mengandung Apa? Ini 5 Pilihan yang Murah dan Bagus

Sunscreen untuk Kulit Kering Harus Mengandung Apa? Ini 5 Pilihan yang Murah dan Bagus

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 14:10 WIB

5 Serum Peptide untuk Rawat Kulit Keriput, Nomor 1 Rekomendasi Dokter

5 Serum Peptide untuk Rawat Kulit Keriput, Nomor 1 Rekomendasi Dokter

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 08:15 WIB

Terkini

Cara Menghilangkan Flek Hitam Bekas Jerawat Low Budget, Dokter Sarankan Pakai Bahan Alami Ini

Cara Menghilangkan Flek Hitam Bekas Jerawat Low Budget, Dokter Sarankan Pakai Bahan Alami Ini

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:21 WIB

Letak Kompor Menurut Feng Shui, Benarkah Bisa Memengaruhi Rezeki? Ini 6 Posisi yang Dianjurkan

Letak Kompor Menurut Feng Shui, Benarkah Bisa Memengaruhi Rezeki? Ini 6 Posisi yang Dianjurkan

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:15 WIB

Ramalan Zodiak 11 Juli 2026: 5 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Keberuntungan dan Cuan!

Ramalan Zodiak 11 Juli 2026: 5 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Keberuntungan dan Cuan!

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 06:40 WIB

Dari Ngopi hingga Belanja, Ini Alasan Transaksi Digital Kian Jadi Andalan Sehari-hari

Dari Ngopi hingga Belanja, Ini Alasan Transaksi Digital Kian Jadi Andalan Sehari-hari

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:13 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Pilihan Menu di Hotel Ternyata Bisa Berdampak pada Kelestarian Laut

Tak Banyak yang Tahu, Pilihan Menu di Hotel Ternyata Bisa Berdampak pada Kelestarian Laut

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:02 WIB

Moisturizer Citra Pearly Glow UV Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Pengguna

Moisturizer Citra Pearly Glow UV Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:35 WIB

3 Review Facial Wash Non SLS Wardah, Tidak Bikin Wajah Ketarik  setelah Cuci Muka

3 Review Facial Wash Non SLS Wardah, Tidak Bikin Wajah Ketarik setelah Cuci Muka

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:05 WIB

5 Cara Sederhana Redakan Stres Kerja agar Tidak Burnout, Mudah Dilakukan!

5 Cara Sederhana Redakan Stres Kerja agar Tidak Burnout, Mudah Dilakukan!

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:20 WIB

Belum Punya Riwayat Kredit? Kini Peluang Dapat Pembiayaan Bisa Lebih Besar Berkat Data Digital

Belum Punya Riwayat Kredit? Kini Peluang Dapat Pembiayaan Bisa Lebih Besar Berkat Data Digital

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:02 WIB

Limbah Jahe Selama Ini Banyak Terbuang, Bagaimana Peneliti BRINDiubah Menjadi Sumber Energi Bersih?

Limbah Jahe Selama Ini Banyak Terbuang, Bagaimana Peneliti BRINDiubah Menjadi Sumber Energi Bersih?

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:55 WIB

×