Berebut Berkah di Malam 1 Suro: Mengapa Air Bekas Jamasan Pusaka Begitu Diburu?

Yasinta Rahmawati

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:40 WIB
Berebut Berkah di Malam 1 Suro: Mengapa Air Bekas Jamasan Pusaka Begitu Diburu?
Konservator melakukan proses jamasan benda pusaka di Museum Pusaka, TMII, Jakarta, Selasa (10/8/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
  • Warga berebut air bekas jamasan pusaka di Pura Mangkunegaran, Solo, pada Selasa (16/6/2026) malam.
  • Masyarakat meyakini air bekas cucian pusaka tersebut mengandung berkah.
  • Prosesi jamasan menggunakan bahan alami seperti jeruk nipis dan bunga untuk membersihkan benda pusaka warisan leluhur.

Suara.com - Suasana khidmat Malam 1 Sura di depan Pendapa Pura Mangkunegaran, Solo, Selasa (16/6/2026) malam berubah riuh kala warga berebut air bekas jamasan (pencucian) pusaka.

Sebelum prosesi dimulai, warga sudah diizinkan masuk ke area pendapa.

Di sana mereka menunggu sebelum diperbolehkan mengambil air bekas jamasan bertabur bunga tersebut.

Setelah seluruh peserta kirab keluar dari area dalam pura, warga yang sudah menunggu pun diberi aba-aba untuk mendekat ke depan pendapa.

Warga pun berlarian mendekat dan berdesak-desakan. Mereka berebut menciduk air bekas jamasan ke botol kosong untuk dibawa pulang. Ada juga yang langsung mengusapkan ke area wajah.

Lantas, apa sebenarnya kegunaan air bekas jamasan ini hingga masyarakat rela berdesakan?

Makna Tradisi Jamasan Pusaka

Secara harfiah, "jamasan" berasal dari bahasa Jawa yang berarti mandi atau mencuci. Dalam konteks budaya Jawa, jamasan pusaka adalah ritual membersihkan benda-benda warisan leluhur seperti keris, tombak, atau benda pusaka lainnya yang dianggap memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi.

Mengutip dari laman resmi Museum Sonobudoyo, jamasan pusaka bukan sekadar kegiatan membersihkan fisik benda dari debu atau karat.

Nasip Hadi Prayitno (51) melakukan ritual jamasan atau mencuci keris di Museum Pusaka Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (20/8/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Nasip Hadi Prayitno (51) melakukan ritual jamasan atau mencuci keris di Museum Pusaka Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (20/8/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Lebih dari itu, jamasan memiliki makna simbolis sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan nenek moyang serta sarana "membersihkan diri" secara spiritual bagi pemiliknya atau masyarakat yang merayakannya.

Mengapa Warga Memburu Air Bekasnya?

Bagi masyarakat yang mempercayainya, air bekas jamasan pusaka dianggap mengandung "berkah" atau energi positif.

Berikut adalah beberapa alasan dan kegunaan air tersebut menurut kepercayaan tradisional:

1. Ngalap Berkah (Mencari Berkah)

Masyarakat percaya bahwa pusaka-pusaka keraton adalah benda yang "disucikan" dan melalui proses doa yang panjang.

Air yang telah bersentuhan dengan pusaka tersebut dianggap telah menyerap energi positif atau doa-doa keselamatan. Sehingga diharapkan dapat membawa ketenteraman bagi mereka yang mendapatkannya.

2. Harapan akan Kesuburan dan Keberuntungan

Banyak petani atau pedagang yang membawa pulang air ini untuk disiramkan di sawah atau tempat usaha.

Tujuannya adalah sebagai simbol harapan agar hasil panen melimpah atau dagangan laris di ttahun yang baru.

3. Keyakinan akan Kesehatan dan Tolak Bala

Beberapa warga menggunakan air bekas jamasan untuk membasuh muka atau menyiram sudut-sudut rumah.

Hal ini diyakini sebagai bentuk perlindungan diri dari energi negatif (tolak bala) serta harapan agar diberikan kesehatan sepanjang tahun.

Kandungan Air Jamasan

Secara teknis, air yang digunakan dalam jamasan biasanya bukan air biasa.

Seperti yang dijelaskan dalam artikel di Sonobudoyo, proses jamasan menggunakan bahan-bahan alami seperti jeruk nipis, mengkudu, dan air bunga setaman.

Jeruk nipis berfungsi sebagai asam alami untuk meluruhkan karat (oksidasi) pada besi pusaka tanpa merusak logamnya.

Aroma wangi dari bunga dan jeruk inilah yang seringkali membuat air bekas jamasan terasa khas.

Seecara medis sebenarnya tidak disarankan untuk diminum karena kemungkinan mengandung sisa-sisa karat besi atau bahan kimia pembersih seperti warangan atau arsenik.

Kendati demikian, masyarakat tetap memburunya sebagai simbol spiritual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bulan Suro Benarkah Keramat? Simak Penjelasannya dalam Islam

Bulan Suro Benarkah Keramat? Simak Penjelasannya dalam Islam

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:07 WIB

Minum Susu Putih Malam 1 Suro Baca Doa Apa? Ini Hukum Meminumnya saat 1 Muharram

Minum Susu Putih Malam 1 Suro Baca Doa Apa? Ini Hukum Meminumnya saat 1 Muharram

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 17:10 WIB

5 Weton yang Dipercaya Jadi Incaran Sengkolo pada Malam 1 Suro, Waspada Akan Sial

5 Weton yang Dipercaya Jadi Incaran Sengkolo pada Malam 1 Suro, Waspada Akan Sial

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 12:59 WIB

Terkini

Hada Labo Perfect 3D Gel untuk Apa? Jadi Senjata Rahasia MUA Bikin Makeup Flawless dan Awet

Hada Labo Perfect 3D Gel untuk Apa? Jadi Senjata Rahasia MUA Bikin Makeup Flawless dan Awet

Lifestyle | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:19 WIB

Boleh Dicuci? Ini Cara Merawat Sepatu Adidas Samba yang Benar Biar Awet

Boleh Dicuci? Ini Cara Merawat Sepatu Adidas Samba yang Benar Biar Awet

Lifestyle | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:05 WIB

Akses Keuangan Meningkat, Tapi Literasi Masih Tertinggal: Tantangan bagi Anak Muda dan Disabilitas

Akses Keuangan Meningkat, Tapi Literasi Masih Tertinggal: Tantangan bagi Anak Muda dan Disabilitas

Lifestyle | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:58 WIB

Siapa yang Paling Cocok dengan Gemini? Ini 6 Zodiak yang Bisa Jadi Pawangnya

Siapa yang Paling Cocok dengan Gemini? Ini 6 Zodiak yang Bisa Jadi Pawangnya

Lifestyle | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:35 WIB

Ampoule dan Serum Apakah Sama? Ini Urutan Pakai yang Benar untuk Atasi Kulit Kusam

Ampoule dan Serum Apakah Sama? Ini Urutan Pakai yang Benar untuk Atasi Kulit Kusam

Lifestyle | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:22 WIB

Jangan Asal Tumpuk, Ini 7 Tips Layering Serum agar Wajah Glowing dan Bebas Iritasi

Jangan Asal Tumpuk, Ini 7 Tips Layering Serum agar Wajah Glowing dan Bebas Iritasi

Lifestyle | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:05 WIB

Cara Pakai Sheet Mask yang Benar Menurut Dokter, agar Kulit Tidak Kusam dan Kering

Cara Pakai Sheet Mask yang Benar Menurut Dokter, agar Kulit Tidak Kusam dan Kering

Lifestyle | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:00 WIB

5 Tips Menata Rak Buku Menurut Feng Shui, Jangan Asal Taruh agar Energi Tetap Positif

5 Tips Menata Rak Buku Menurut Feng Shui, Jangan Asal Taruh agar Energi Tetap Positif

Lifestyle | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40 WIB

Kaki Lebar Cocok Pakai Sepatu Apa? Ini 5 Tips Memilih Sepatu yang Tepat agar Nyaman

Kaki Lebar Cocok Pakai Sepatu Apa? Ini 5 Tips Memilih Sepatu yang Tepat agar Nyaman

Lifestyle | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:15 WIB

Ketahui Kapan Harus Ganti Sepatu Lari, Penting agar Tidak Cedera Kaki

Ketahui Kapan Harus Ganti Sepatu Lari, Penting agar Tidak Cedera Kaki

Lifestyle | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:15 WIB