- Puasa Asyura merupakan ibadah sunah pada 10 Muharram yang memiliki keutamaan besar.
- Menjelang pelaksanaannya, banyak umat Islam bertanya apakah puasa Asyura bisa digabung dengan qadha Ramadan.
- Simak penjelasan hukum menggabungkan puasa Asyura dan qadha Ramadan agar tidak keliru.
Suara.com - Puasa Asyura merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan pada bulan Muharram seperti sekarang.
Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram dan memiliki keutamaan yang besar bagi umat Islam yang menjalankannya.
Menjelang datangnya tanggal 10 Muharram, banyak umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk menunaikan puasa Asyura.
Di sisi lain, tidak sedikit yang masih memiliki utang puasa Ramadan sehingga muncul pertanyaan mengenai cara terbaik untuk menjalankan kedua ibadah tersebut.
Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan adalah apakah puasa Asyura boleh digabung dengan puasa qadha Ramadan dalam satu hari.
Agar tidak keliru, berikut penjelasan tentang hukum menggabungkan puasa Asyura dengan qadha Ramadan. Apakah boleh?
Kapan Puasa Asyura 2026? Ini Jadwalnya Menurut Muhammadiyah dan NU

Disebutkan sebelumnya, puasa Asyura dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah.
Namun, pada 2026 terdapat perbedaan penetapan awal bulan Muharram 1448 Hijriah antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), sehingga jadwal puasa Asyura juga berbeda.
Muhammadiyah telah menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Dengan demikian, puasa Asyura (10 Muharram) versi Muhammadiyah dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026.
Sementara itu, NU menetapkan awal bulan Hijriah melalui metode rukyatul hilal (pemantauan hilal). Tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah versi NU jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026.
Berdasarkan penetapan tersebut, puasa Asyura versi NU dilaksanakan pada Jumat, 26 Juni 2026.
Perbedaan jadwal tersebut terjadi karena Muhammadiyah menggunakan metode hisab untuk menentukan awal bulan Hijriah, sedangkan NU menggabungkan rukyat dan hisab dalam penetapan awal bulan.
Akibatnya, awal Muharram 1448 H versi kedua organisasi Islam tersebut berbeda satu hari, sehingga pelaksanaan puasa sunah di bulan Muharram pun ikut bergeser.
Meski terdapat perbedaan tanggal pelaksanaan, umat Islam dapat menjalankan puasa Asyura sesuai ketetapan organisasi atau otoritas yang diikuti.
Yang terpenting, puasa Asyura tetap dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram menurut penetapan masing-masing, karena ibadah sunah ini memiliki keutamaan besar.
Hukum Menggabungkan Puasa Asyura dan Qadha Ramadan

Banyak umat Islam masih memiliki utang puasa Ramadan ketika memasuki bulan Muharram. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan, apakah puasa Asyura boleh digabung dengan puasa qadha Ramadan dalam satu niat atau harus dikerjakan secara terpisah.
Secara umum, para ulama membolehkan menggabungkan puasa qadha Ramadan dengan puasa sunnah, termasuk puasa Asyura.
Dengan demikian, seseorang dapat melaksanakan puasa wajib qadha pada tanggal 10 Muharram sekaligus mengharapkan keutamaan puasa sunah yang bertepatan pada hari tersebut.
Melansir NU Online, dalam mazhab Syafi'i, terdapat penjelasan dari Imam Ibnu Hajar Al-Haitami bahwa seseorang dapat memperoleh pahala qadha Ramadan sekaligus pahala puasa sunah apabila meniatkan keduanya.
Sementara itu, Imam Romli berpendapat pahala puasa sunah tetap dapat diraih meskipun seseorang hanya berniat meng-qadha puasa Ramadan, selama puasanya dilakukan pada hari yang memiliki keutamaan seperti Asyura.
Sejalan dengan pendapat tersebut, laman BAZNAS Kota Semarang menjelaskan bahwa menggabungkan puasa qadha Ramadan dengan puasa Asyura diperbolehkan.
Meski demikian, jika seseorang memiliki kesempatan dan waktu yang cukup, mengerjakan puasa qadha dan puasa sunah secara terpisah dinilai lebih utama agar memperoleh pahala dari masing-masing ibadah secara sempurna.
Di sisi lain, sebagian ulama juga mengingatkan bahwa utang puasa Ramadan merupakan kewajiban yang harus segera ditunaikan.
Karena itu, bagi orang yang masih memiliki utang puasa, mendahulukan qadha Ramadan lebih dianjurkan daripada mengejar ibadah sunah, meskipun tetap diperbolehkan menggabungkan keduanya menurut pendapat mayoritas ulama Syafi'iyah.
Dengan demikian, hukum menggabungkan puasa Asyura dan qadha Ramadan adalah boleh menurut pendapat banyak ulama.
Umat Islam yang masih memiliki utang puasa dapat memanfaatkan momentum 10 Muharram untuk menunaikan qadha sekaligus berharap mendapatkan keutamaan puasa Asyura.
Jika seseorang memilih menggabungkan puasa Asyura dengan qadha Ramadan, para ulama menjelaskan bahwa niat utamanya adalah menunaikan puasa wajib qadha Ramadan sambil mengharapkan pahala puasa sunah Asyura.