Suara.com - Festival budaya Jepang identik dengan keramaian. Pengunjung berfoto bersama cosplayer, berburu merchandise, hingga menyaksikan penampilan idol dan kompetisi cosplay.
Namun, di balik kemeriahan itu, para pendiri Wibufest Indonesia melihat pemandangan yang berulang: banyak pengunjung datang sendirian dan kesulitan menemukan teman untuk berbagi hobi.
Dari keresahan itulah Wibufest Indonesia lahir. Ketua Umum Wibufest Indonesia, Triwanto Riung, menjelaskan komunitas ini berawal dari Dewan Kewibuan Massa (DKM) yang didirikan pada 31 Januari 2022.
Saat itu, para pendirinya yang masih berstatus pelajar SMK Negeri 12 Bandung menilai ekosistem acara bertema Jepang masih terasa eksklusif, terutama bagi pengunjung baru.
Karena itu, pada 2023 DKM bertransformasi menjadi Wibufest Indonesia dengan tujuan membangun ruang yang lebih terbuka bagi para penggemar budaya Jepang.
"Wibufest ingin menjadi wadah bagi penggemar budaya Jepang yang datang ke event jejepangan agar tidak perlu datang sendirian. Harapannya, mereka bisa menemukan teman dengan hobi yang sama," ujar Triwanto.
Kini, Wibufest Indonesia mengusung visi membangun jaringan komunitas budaya Jepang berskala nasional yang menghubungkan komunitas, kreator, dan talent dalam satu ekosistem.
Bukan Sekadar Komunitas, tetapi Ekosistem Budaya Jepang

Menurut Tri, Wibufest bukan hanya komunitas biasa. Wibufest menjalankan tiga peran sekaligus, yakni sebagai komunitas, penyelenggara acara, dan media informasi budaya Jepang di Indonesia.
"Kalau di Wibufest itu disebut Trias Wibu. Jadi kami aktif menyebarkan informasi event, membangun komunitas berskala nasional di berbagai daerah," jelasnya.
Pada 2023, Wibufest juga sempat menggaungkan satu campaign bahwasannya Wibu itu adalah hal yang baik dan positif. Hal tersebut bertujuan untuk mengubah stigma negatif terhadap penggemar budaya Jepang.
"Sebelum 2023 banyak masyarakat yang berpikir wibu itu aneh atau freak. Nah, Wibufest hadir dengan campaign bahwa wibu itu unique, bukan freak," ujar Tri.
Meningkatnya popularitas budaya populer Jepang turut memperkuat kebutuhan akan komunitas seperti Wibufest. Berdasarkan survei Suki Desu pada 2024, Indonesia memiliki lebih dari 50 juta penonton anime. Seiring perkembangan tersebut, jumlah anggota Wibufest pun terus bertambah hingga kini mencapai sekitar 5.000 anggota di seluruh Indonesia.
Untuk menjangkau lebih banyak penggemar, Wibufest membentuk regional di berbagai daerah, seperti Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Medan, dan sejumlah kota lainnya.
"Kita punya 12 regional aktif. Event juga selalu berpindah-pindah, misalnya bulan ini di Bandung, bulan depan di Jogja, lalu Surabaya," tutur Tri.
Dari Nobar hingga Cosplay, Membangun Pertemanan Lewat Hobi

Wibufest secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan, mulai dari kompetisi cosplay, penampilan idol, gathering, hingga nonton bareng (nobar) film anime. Menurut Tri, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan menjadi ruang bagi para anggota untuk membangun relasi.