Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Kuliner Nusantara Kini Jadi 'Raja' di Negeri Sendiri

Dinda Rachmawati

Senin, 06 Juli 2026 | 20:01 WIB
Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Kuliner Nusantara Kini Jadi 'Raja' di Negeri Sendiri
Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Kuliner Nusantara Kini Jadi 'Raja' di Negeri Sendiri (Istimewa)
baca 10 detik
  • Sambal Bakar Indonesia meraih penghargaan Most Favorite Asian pada ajang Grab Bintang 5 Awards 2026 hasil voting pelanggan.
  • Restoran yang berdiri sejak 2022 di Tangerang ini telah berekspansi ke 33 gerai di berbagai wilayah Indonesia.
  • Keberhasilan ini membuktikan kuliner Nusantara tetap menjadi pilihan utama masyarakat di tengah persaingan restoran mancanegara yang marak.

Suara.com - Di tengah menjamurnya restoran yang menawarkan aneka hidangan dari berbagai negara Asia, kuliner Nusantara ternyata tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. 

Bahkan, kecintaan terhadap cita rasa lokal terus menunjukkan tren positif, terlihat dari semakin banyaknya restoran berbasis masakan Indonesia yang berhasil menarik perhatian publik.

Salah satu buktinya datang dari Sambal Bakar Indonesia yang baru saja meraih penghargaan Most Favorite Asian dalam ajang Grab Bintang 5 Awards 2026. 

Penghargaan tersebut terasa istimewa karena seluruh pemenangnya dipilih langsung oleh masyarakat melalui sistem voting, bukan melalui penilaian dewan juri.

Ajang yang diselenggarakan oleh Grab Indonesia bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia itu mempertemukan 243 merchant terbaik dari 24 kategori yang sebelumnya telah diseleksi dari lebih dari 5.000 merchant pemegang badge eksklusif Bintang 5 GrabFood. 

Pada akhirnya, hanya 60 merchant yang berhasil keluar sebagai pemenang berdasarkan ratusan ribu suara pelanggan. Pencapaian tersebut menjadi sinyal bahwa masyarakat Indonesia semakin bangga dan setia terhadap kuliner khas daerahnya sendiri. 

Di tengah derasnya tren makanan Korea, Jepang, hingga Chinese food, hidangan Nusantara tetap mampu menjadi pilihan utama karena menawarkan cita rasa yang dekat dengan keseharian dan identitas budaya masyarakat.

Chief Marketing Officer Sambal Bakar Indonesia, Renaldo Akhira, mengatakan bahwa sejak awal berdiri, restoran tersebut memang memiliki misi untuk membuat makanan Indonesia semakin dicintai.

"Waktu awal kami membangun Sambal Bakar Indonesia, tujuannya memang ingin membuat makanan Indonesia makin dicintai. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa makanan Indonesia memang sangat dicintai oleh masyarakat di tengah persaingan kuliner Asia lainnya," ujarnya.

baca juga

Fenomena ini juga menunjukkan bahwa kuliner Nusantara tidak lagi dipandang sebagai makanan tradisional yang hanya dinikmati pada momen tertentu. Berbagai pelaku usaha kini berhasil mengemas makanan Indonesia dengan konsep yang lebih modern tanpa menghilangkan keaslian rasanya.

Sambal Bakar Indonesia sendiri memulai perjalanannya dari sebuah gerai kecil di Jalan Veteran, Tangerang, pada 15 Juli 2022. Mengusung konsep sambal yang dibakar langsung sebelum disajikan, restoran ini menawarkan pengalaman bersantap yang berbeda melalui aroma khas dan sensasi rasa yang lebih kuat.

Dalam waktu kurang dari empat tahun, jaringan restoran tersebut telah berkembang menjadi 33 gerai yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Jabodetabek, Serang, Lampung, Surabaya, Sidoarjo, hingga Bali. 

Perkembangan tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap sajian Nusantara yang dikemas secara lebih segar dan relevan dengan gaya hidup masa kini.

Kementerian Pariwisata juga melihat perkembangan kuliner lokal sebagai salah satu kekuatan penting dalam industri pariwisata nasional. Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, menilai bahwa kuliner Indonesia kini telah menjadi bagian dari identitas budaya sekaligus daya tarik wisata yang potensial.

"Kami meyakini wisata gastronomi memiliki potensi besar dalam mendorong pariwisata berkualitas, menghadirkan pengalaman autentik, serta memberikan manfaat ekonomi langsung bagi UMKM dan masyarakat lokal," kata Ni Luh Puspa.

Pernyataan tersebut sejalan dengan tren wisata gastronomi yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, kini menjadikan pengalaman mencicipi makanan lokal sebagai bagian penting dari perjalanan mereka.

Keberhasilan restoran seperti Sambal Bakar Indonesia bukan hanya tentang memenangkan penghargaan, melainkan menjadi cerminan bahwa kuliner Nusantara sedang berada pada momentum terbaiknya. 

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, cita rasa lokal justru semakin dicintai, membuktikan bahwa kekayaan kuliner Indonesia memiliki daya tarik yang kuat dan mampu menjadi kebanggaan bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Off The Record: Ria SW Ungkap Sisi Lain di Balik Layar Konten Food Vlogger

Off The Record: Ria SW Ungkap Sisi Lain di Balik Layar Konten Food Vlogger

Your Say | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

Weekend Singkat Rasa Liburan: ALOHA Hadirkan Wisata Pantai, Kuliner, dan Sunset dalam Satu Hari

Weekend Singkat Rasa Liburan: ALOHA Hadirkan Wisata Pantai, Kuliner, dan Sunset dalam Satu Hari

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 05:10 WIB

Hidden Gem di Muara Bulian: Menikmati Kuliner Lezat di Tepi Sungai Bujang

Hidden Gem di Muara Bulian: Menikmati Kuliner Lezat di Tepi Sungai Bujang

Your Say | Senin, 29 Juni 2026 | 12:33 WIB

Terkini

4 Cara Atasi Aliran Air yang Kecil setelah Pasang Filter Air, Kembali Deras dan Jernih

4 Cara Atasi Aliran Air yang Kecil setelah Pasang Filter Air, Kembali Deras dan Jernih

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 19:35 WIB

Sunblock Marina Berapa Harganya? Ini Kandungan, Manfaat, dan Review Pengguna

Sunblock Marina Berapa Harganya? Ini Kandungan, Manfaat, dan Review Pengguna

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 19:15 WIB

Lampu untuk Kamar Tidur Berapa Watt? Begini Cara Menghitungnya agar Pas

Lampu untuk Kamar Tidur Berapa Watt? Begini Cara Menghitungnya agar Pas

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 18:55 WIB

Apakah Covering Cream Viva Mengandung SPF? Cek Fakta dan Cara Pakai yang Benar

Apakah Covering Cream Viva Mengandung SPF? Cek Fakta dan Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 18:15 WIB

5 Dispenser Galon Bawah Low Watt untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt

5 Dispenser Galon Bawah Low Watt untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 18:10 WIB

Nelayan di Toli-Toli Sulit Jangkau Ikan Bernilai Tinggi, Bisakah Rumpon Portabel Jadi Solusi?

Nelayan di Toli-Toli Sulit Jangkau Ikan Bernilai Tinggi, Bisakah Rumpon Portabel Jadi Solusi?

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 17:28 WIB

5 Cara Layering Serum yang Tepat agar Wajah Glowing dan Skincare Bekerja Maksimal

5 Cara Layering Serum yang Tepat agar Wajah Glowing dan Skincare Bekerja Maksimal

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 17:17 WIB

Apa Bedanya Butter dan Margarin? Sering Dikira Sama padahal Beda Fungsinya

Apa Bedanya Butter dan Margarin? Sering Dikira Sama padahal Beda Fungsinya

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 17:10 WIB

Fenomena Udang Naik ke Daratan Bisa Jadi Sinyal Gangguan Ekosistem Sungai, Mengapa?

Fenomena Udang Naik ke Daratan Bisa Jadi Sinyal Gangguan Ekosistem Sungai, Mengapa?

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 16:55 WIB

2.671 Substrat Karang Dipasang di Kepulauan Seribu, Bisakah Percepat Pemulihan Terumbu Karang?

2.671 Substrat Karang Dipasang di Kepulauan Seribu, Bisakah Percepat Pemulihan Terumbu Karang?

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 16:55 WIB

×