- Lalamove Indonesia melatih 50 mitra driver Jabodetabek melalui workshop komunikasi bertajuk Sapa Santun guna meningkatkan kualitas layanan pelanggan.
- Program pelatihan ini mengajarkan teknik komunikasi profesional, cara menangani konflik, serta membangun kepercayaan diri bagi para mitra driver.
- Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat profesionalisme mitra sekaligus memberikan pengalaman positif bagi pelanggan melalui interaksi yang lebih berkualitas.
Suara.com - Di dunia kerja yang semakin mengutamakan pengalaman pelanggan, kemampuan berkomunikasi kini tak lagi sekadar pelengkap. Cara menyapa, menjelaskan informasi, hingga merespons keluhan dapat menjadi pembeda antara layanan yang biasa saja dengan layanan yang meninggalkan kesan positif.
Hal ini juga berlaku di industri logistik. Di balik pengiriman yang cepat dan tepat waktu, pelanggan sering kali mengingat bagaimana mereka diperlakukan selama proses berlangsung. Sapaan yang ramah, informasi yang jelas, atau respons yang tenang saat terjadi kendala dapat membuat pengalaman pelanggan terasa jauh lebih nyaman.
Kesadaran akan pentingnya soft skill tersebut mendorong berbagai perusahaan mulai memberikan perhatian lebih pada pengembangan kemampuan komunikasi para pekerja di lapangan.
Salah satunya dilakukan melalui Lalamove Driver Academy, program pengembangan kompetensi yang kali ini menghadirkan workshop bertajuk Sapa Santun, Rezeki Lancar: Seni Komunikasi ala Mitra Driver Teladan. Sebanyak 50 mitra driver wilayah Jabodetabek mengikuti pelatihan yang membahas berbagai teknik komunikasi efektif, mulai dari membangun rasa percaya diri, menyampaikan informasi dengan jelas, hingga menangani konflik secara profesional.

Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso, mengatakan kualitas layanan saat ini tidak hanya ditentukan oleh kecepatan pengiriman, tetapi juga kualitas interaksi antara mitra dan pelanggan.
"Di Lalamove, kami percaya bahwa layanan logistik yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kecepatan pengiriman, tetapi juga oleh kualitas interaksi antara mitra dan pelanggan. Karena itu, kami terus berinvestasi dalam pengembangan kompetensi mitra, termasuk keterampilan komunikasi yang mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperkuat profesionalisme mereka."
Menurutnya, kemampuan komunikasi menjadi investasi jangka panjang yang tidak hanya berguna dalam pekerjaan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi bekal bagi pengembangan karier para mitra di masa depan.
Dalam pelatihan tersebut, materi disampaikan oleh Kemal Mochtar, Founder Kemal Speaking Camp sekaligus praktisi public speaking. Ia membagikan berbagai teknik komunikasi yang dapat diterapkan dalam situasi kerja sehari-hari, mulai dari menyampaikan informasi secara efektif hingga membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan.
Bagi para peserta, materi yang diberikan terasa dekat dengan tantangan yang mereka hadapi di lapangan.
"Saya sangat senang sekali berkesempatan mengikuti workshop ini. Ilmunya sangat berguna, tidak hanya untuk saya sebagai driver tapi juga ketika berkomunikasi dengan siapa pun di mana saja. Setelah mengikuti workshop ini, saya menyadari bahwa cara berkomunikasi dengan pelanggan juga sangat menentukan pengalaman mereka. Materi yang kami dapatkan sangat relevan dan bisa langsung diterapkan saat bekerja," ujar Arifin, salah satu mitra driver yang mengikuti pelatihan.
Selain membahas komunikasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara perusahaan dan para mitra untuk mendiskusikan berbagai tantangan operasional yang dihadapi di lapangan. Melalui sesi ini, peserta dapat berbagi pengalaman sekaligus mencari solusi bersama demi meningkatkan kualitas pelayanan.
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan teknis memang tetap penting. Namun, soft skill seperti komunikasi, empati, dan kemampuan membangun hubungan kini menjadi nilai tambah yang semakin diperhitungkan. Sebab pada akhirnya, pelanggan tidak hanya mengingat layanan yang mereka terima, tetapi juga bagaimana mereka diperlakukan selama proses tersebut berlangsung.