- Salah cara mencukur bulu ketiak bisa menyebabkan iritasi hingga kulit menghitam.
- Ahli kulit menyarankan eksfoliasi dan membasahi ketiak dengan air hangat sebelum mencukur.
- Gunakan krim cukur serta pisau tajam yang bersih untuk mencegah iritasi, luka sayat, dan risiko infeksi bakteri.
Suara.com - Mencukur bulu ketiak adalah bagian dari rutinitas kebersihan bagi banyak orang.
Namun, jika dilakukan sembarangan, ketiak bisa mengalami iritasi, kemerahan, ingrown hair atau rambut tumbuh ke dalam, hingga menghitam.
Untuk mendapatkan hasil yang mulus dan sehat, berikut adalah 7 cara mencukur bulu ketiak yang benar berdasarkan panduan para ahli kulit.
1. Eksfoliasi Terlebih Dahulu
Sebelum menyentuh pisau cukur, lakukan eksfoliasi ringan pada area ketiak. Gunakan scrub lembut atau kain mandi untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang menyumbat pori-pori.
Eksfoliasi membantu mengangkat rambut yang terperangkap di bawah kulit sehingga hasil cukuran lebih bersih.
2. Basahi Ketiak dengan Air Hangat
Jangan pernah mencukur ketiak dalam kondisi kering. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), membasahi kulit dan rambut sebelum mencukur sangatlah krusial untuk melunakkan folikel rambut.
Air hangat akan menghidrasi rambut, sehingga lebih mudah dipotong.
3. Gunakan Krim atau Gel Cukur
Banyak orang seringkali hanya menggunakan sabun mandi biasa, namun krim cukur (shaving cream) memberikan perlindungan ekstra.
Krim cukur menciptakan lapisan pelindung antara pisau dan kulit, mengurangi risiko luka sayat.
Pastikan Anda memilih produk yang bebas alkohol untuk menghindari rasa perih.
4. Pastikan Pisau Cukur Tajam dan Bersih
Pisau cukur yang tumpul adalah penyebab utama iritasi. Pisau yang tumpul akan menarik kulit alih-alih memotong rambut dengan mulus.