Menurut mereka, kombinasi antara teknologi pendinginan pasif dan desain bangunan yang efisien dapat mengurangi kebutuhan penggunaan AC hingga 80 persen. Selain menghemat energi, bangunan juga tetap lebih nyaman ketika terjadi pemadaman listrik.
Tidak hanya hemat energi
Peneliti mengatakan manfaat pendinginan pasif tidak berhenti pada penghematan listrik.
Bangunan yang lebih sejuk dapat membantu menurunkan risiko gangguan kesehatan akibat suhu ekstrem, mengurangi tekanan terhadap jaringan listrik saat gelombang panas, serta memberikan perlindungan bagi masyarakat yang tidak mampu membeli atau mengoperasikan AC.
"Dalam mengatasi persoalan ini tidak ada satu solusi tunggal. Kita membutuhkan pendekatan menyeluruh, mulai dari desain bangunan yang responsif terhadap iklim, penggunaan material yang lebih baik, hingga memilih teknologi pendinginan yang paling efisien," kata Santamouris.
Para peneliti juga menilai pemerintah perlu memperkuat standar bangunan yang mendukung penerapan teknologi pendinginan pasif sekaligus memperluas akses terhadap solusi pendinginan yang terjangkau, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah.
Menurut mereka, bangunan yang dirancang hari ini seharusnya tidak hanya nyaman untuk kondisi saat ini, tetapi juga mampu beradaptasi dengan iklim yang diperkirakan semakin panas dalam beberapa dekade mendatang.