Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya

Ruth Meliana

Kamis, 09 Juli 2026 | 10:10 WIB
Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya
Gunung Kawi (Wikimedia Commons/Javanesecode)
baca 10 detik
  • Gunung Kawi di perbatasan Malang dan Blitar dikenal masyarakat sebagai lokasi wisata alam sekaligus pusat praktik ritual pesugihan.
  • Kepercayaan tersebut muncul karena adanya legenda sejarah, aura mistis gunung, serta viralnya daftar harga paket selamatan mewah.
  • Tokoh agama mengecam praktik pesugihan karena dianggap syirik, namun kegiatan ziarah tetap berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar.

Suara.com - Gunung Kawi, yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tidak hanya dikenal sebagai destinasi pendakian dan wisata alam, tetapi juga sebagai salah satu tempat yang sering dikaitkan dengan praktik pesugihan.

Pesugihan sendiri merupakan istilah untuk ritual atau perjanjian gaib yang dilakukan seseorang demi mendapatkan kekayaan materi secara cepat, biasanya dengan imbalan tertentu yang bersifat spiritual atau bahkan nyawa. Lalu, mengapa Gunung Kawi menjadi salah satu lokasi yang dipilih untuk praktik pesugihan?

Legenda Sejarah dan Aura Mistis Gunung Kawi

Salah satu alasan utama adalah sejarah dan legenda kuno yang melekat pada Gunung Kawi. Gunung ini diyakini sebagai tempat pertapaan atau muksa tokoh-tokoh penting pada masa Kerajaan Kediri dan Mataram Kuno, seperti Mpu Sindok atau Prabu Kamuswara.

Keberadaan Pesarean Gunung Kawi dan Keraton Gunung Kawi di lerengnya memperkuat kesan sakral sekaligus angker. Masyarakat setempat dan peziarah percaya bahwa gunung ini memiliki “energi” atau “penunggu” yang kuat, sehingga dianggap sebagai tempat yang potensial untuk berkomunikasi dengan dunia gaib.

Aura mistis semakin kental karena suasana gunung yang sepi, hutan lebat, kabut tebal, dan angin dingin di ketinggian 2.551 mdpl. Banyak orang yang mendaki melaporkan pengalaman aneh, seperti mendengar suara, melihat penampakan, atau merasakan kehadiran makhluk halus.

Fenomena ini membuat Gunung Kawi dianggap sebagai “gerbang” yang mudah diakses untuk ritual-ritual supranatural, termasuk pesugihan.

Viralnya Price List Selamatan

Belakangan ini, Gunung Kawi semakin ramai dibicarakan karena price list selamatan di Pesarean yang viral di media sosial. Daftar harga tersebut mencakup berbagai jenis sesaji, mulai dari ayam besek (Rp 130.000), tumpeng ayam, hingga kambing dan sapi dengan harga jutaan rupiah.

Bagi sebagian orang, paket selamatan mewah ini bukan sekadar doa biasa, melainkan bagian dari ritual pesugihan.

Meski pengelola dan tokoh agama setempat menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk ziarah dan sedekah biasa, sebagian masyarakat menghubungkannya dengan praktik mencari rezeki instan.

baca juga

Fenomena ini mirip dengan tempat-tempat angker lain di Jawa, di mana lokasi bersejarah atau memiliki cerita mistis sering dimanfaatkan untuk tujuan duniawi. Kekuatan sugesti dan cerita turun-temurun membuat orang percaya bahwa “berkurban” di Gunung Kawi bisa mendatangkan kekayaan.

Perspektif Sosial dan Agama

Dari sudut pandang agama, khususnya Islam dan Hindu-Buddha yang kuat di Jawa, praktik pesugihan sangat bertentangan dengan ajaran. Banyak kyai dan tokoh masyarakat mengecamnya sebagai perbuatan syirik dan berbahaya.

Imbalan pesugihan sering dikaitkan dengan “pengorbanan” keluarga, kesehatan, atau umur pendek. Meski demikian, kepercayaan ini tetap hidup karena faktor ekonomi dan ketidakpuasan terhadap cara mencari nafkah secara halal.

Sementara itu, pihak pengelola wisata dan pemerintah daerah lebih menekankan sisi positif Gunung Kawi sebagai destinasi alam dan religi yang sah.

Pendakian resmi, ziarah, dan wisata edukasi justru didorong untuk mengurangi kesan negatif.

Namun, popularitas pesugihan juga membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar melalui jasa selamatan, penginapan, dan ojek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Kawi Bayar Berapa? Ini Sejarah, Jalur Pendakian, Harga Tiket, dan Daya Tariknya

Gunung Kawi Bayar Berapa? Ini Sejarah, Jalur Pendakian, Harga Tiket, dan Daya Tariknya

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:39 WIB

Siapa Eyang Djoego? Ini Sosok Asli di Balik Makam Keramat Gunung Kawi

Siapa Eyang Djoego? Ini Sosok Asli di Balik Makam Keramat Gunung Kawi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×