- PT Credit Bureau Indonesia bekerja sama dengan XLSMART mengintegrasikan data telekomunikasi untuk meningkatkan sistem penilaian kredit nasabah.
- Kolaborasi ini mempermudah pelaku UMKM dan pekerja sektor informal memperoleh akses pembiayaan melalui inovasi Bureau Telco Score.
- Penggabungan data alternatif membantu lembaga keuangan menilai profil risiko nasabah secara lebih cepat, akurat, dan inklusif.
Suara.com - Mengajukan pinjaman atau kredit sering kali menjadi tantangan bagi banyak orang yang baru mulai bekerja atau baru merintis usaha. Bukan karena tidak mampu membayar, melainkan karena belum memiliki riwayat kredit yang cukup untuk dinilai oleh lembaga keuangan.
Kondisi ini banyak dialami first-time borrowers, pekerja freelance, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang selama ini belum pernah menggunakan produk perbankan.
Melihat kebutuhan tersebut, PT Credit Bureau Indonesia (CBI) memperluas kerja sama strategis dengan XLSMART untuk menghadirkan sistem penilaian kredit yang lebih inklusif melalui pemanfaatan data digital.
Lewat kolaborasi ini, CBI akan memperkuat Bureau Telco Score, yaitu metode credit scoring yang mengombinasikan data perilaku penggunaan layanan telekomunikasi dengan informasi kredit yang dimiliki lembaga keuangan.
Dengan pendekatan tersebut, bank maupun perusahaan pembiayaan diharapkan bisa memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai profil calon nasabah, termasuk mereka yang belum memiliki histori kredit yang panjang.
Teknologi ini dinilai mampu membantu memperluas akses pembiayaan bagi kelompok masyarakat yang selama ini sulit mendapatkan kesempatan karena keterbatasan data, seperti pelaku UMKM, masyarakat di daerah, hingga pekerja sektor informal.
Director & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSMART, Andrijanto Muljono, mengatakan bahwa konektivitas digital kini tidak hanya berperan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga dapat mendorong inklusi keuangan.
"Sebagai perusahaan konektivitas digital, XLSMART meyakini bahwa nilai konektivitas tidak hanya terbatas pada akses terhadap layanan komunikasi. Melalui kolaborasi data yang bertanggung jawab, didukung oleh jangkauan jaringan nasional, network leadership, serta investasi berkelanjutan pada kualitas dan keandalan jaringan 4G/5G, termasuk pengembangan 5G Blanket di berbagai wilayah strategis, kami ingin turut menciptakan layanan digital yang lebih inklusif dan mampu menjawab kebutuhan ekonomi digital Indonesia yang terus bertumbuh," ujar Andrijanto.
Menurutnya, perluasan jaringan 4G dan 5G yang terus dilakukan juga menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan digital yang semakin mudah dijangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama CBI Anton Adiwibowo menilai pemanfaatan data alternatif dapat membantu lembaga keuangan mengambil keputusan kredit yang lebih cepat sekaligus lebih akurat.
"Dengan menggabungkan skala bisnis, konektivitas, dan jangkauan nasional XLSMART dengan infrastruktur LPIP modern milik CBI, kami membantu lembaga keuangan mengambil keputusan kredit yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih inklusif, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan sektor ekonomi informal," kata Anton.
Ia menambahkan, kerja sama yang telah berlangsung sejak 2022 tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan informasi perkreditan yang semakin modern dan responsif terhadap kebutuhan ekonomi digital.
Selain memperbesar peluang persetujuan kredit bagi masyarakat yang memiliki data kredit terbatas, Bureau Telco Score juga dirancang untuk membantu lembaga keuangan mengurangi risiko gagal bayar pada tahap awal melalui analisis data yang lebih komprehensif.
Di sisi lain, CBI juga telah melakukan modernisasi infrastruktur digital sejak 2025 melalui sistem baru yang memungkinkan layanan berjalan lebih stabil dengan waktu respons API di bawah satu detik.
Seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat Indonesia, pemanfaatan data secara bertanggung jawab seperti ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses layanan keuangan formal.
Dengan begitu, semakin banyak masyarakat, termasuk generasi muda dan pelaku UMKM, memiliki kesempatan memperoleh pembiayaan untuk mengembangkan usaha maupun memenuhi kebutuhan finansial secara lebih mudah.