Tahan Perubahan Iklim dan Kaya Gizi, Bisakah Sukun Menjadi Superfood Lokal Indonesia?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 13 Juli 2026 | 14:07 WIB
Tahan Perubahan Iklim dan Kaya Gizi, Bisakah Sukun Menjadi Superfood Lokal Indonesia?
Unsplash/ Studio Kealaula

Suara.com - Selama ini sukun lebih sering dipandang sebagai pangan tradisional yang identik dengan gorengan atau camilan. Padahal, di tengah tantangan ketahanan pangan dan perubahan iklim, komoditas lokal ini dinilai memiliki potensi lebih besar.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Edi Santosa, menyebut sukun memenuhi kriteria sebagai superfood lokal Indonesia karena memiliki kandungan gizi tinggi, dibudidayakan dengan emisi karbon yang relatif rendah, serta mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.

"Suatu pangan dapat disebut superfood jika memiliki kandungan nutrisi tinggi tanpa antinutrisi, memberikan manfaat kesehatan, serta dibudidayakan dengan cara yang rendah emisi karbon dan tangguh terhadap perubahan iklim. Berdasarkan berbagai kajian dan pengamatan di lapangan, sukun memenuhi ketiga kriteria itu," ujar Edi.

Lebih bergizi dari sekadar sumber karbohidrat

Ilustrasi buah sukun (Pixabay/PublicDomainPictures)
Ilustrasi buah sukun (Pixabay/PublicDomainPictures)

Menurut Edi, keunggulan sukun tidak hanya terletak pada kandungan karbohidratnya. Buah ini kaya serat, memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan beberapa sumber karbohidrat lain, serta mengandung vitamin C.

Sejumlah penelitian juga menemukan kandungan vitamin A, folat, zat besi (Fe), dan seng (Zn) pada sukun. Berbagai zat gizi tersebut berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.

Edi mengatakan, pada beberapa aspek kandungan nutrisi sukun bahkan lebih baik dibandingkan singkong. Namun, ia menekankan bahwa setiap komoditas pangan memiliki keunggulan masing-masing sehingga saling melengkapi, bukan untuk dipertentangkan.

Tahan perubahan iklim

Di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian, kemampuan sukun beradaptasi menjadi nilai tambah.

baca juga

Sebagai tanaman tahunan, sukun mampu tumbuh pada berbagai kondisi lingkungan, mulai dari wilayah dengan curah hujan tinggi hingga daerah yang relatif kering seperti Nusa Tenggara Timur. Pohon sukun juga tetap dapat berproduksi hampir sepanjang tahun.

Karakter tersebut membuat sukun dinilai berpotensi menjadi salah satu komoditas yang mendukung sistem pangan yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.

Tantangannya ada pada hilirisasi

Meski potensinya besar, Edi menilai pengembangan sukun masih menghadapi tantangan pada aspek hilirisasi dan penerimaan pasar.

Menurutnya, nilai tambah sukun dapat meningkat apabila tidak hanya dijual sebagai buah segar, tetapi diolah menjadi tepung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku roti, mi, kue, maupun berbagai produk pangan modern. Diversifikasi produk tersebut dinilai dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Peluang ekspor juga masih terbuka. Namun, promosi mengenai cara mengolah dan mengonsumsi sukun perlu diperkuat agar masyarakat internasional lebih mengenal komoditas tersebut. Edi mencontohkan keberhasilan nangka menembus pasar global sebagai gambaran bahwa sukun memiliki peluang serupa.

Mengubah cara pandang terhadap sukun

Bagi Edi, tantangan terbesar bukan lagi membuktikan manfaat sukun, melainkan mengubah cara pandang masyarakat terhadap komoditas lokal tersebut.

Ia menilai penguatan budaya pangan, dukungan industri pengolahan, serta promosi melalui festival, lomba kuliner, hingga media massa dapat mempercepat pengenalan sukun sebagai pangan masa depan.

"Yang dibutuhkan sekarang adalah penguatan promosi, budaya pangan, dan industri. Festival atau perlombaan berbasis sukun dapat menjadi langkah untuk meningkatkan popularitasnya. Media massa juga memiliki peran penting dalam mengenalkan sukun sebagai superfood Indonesia," tutup Edi.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panas Lembap Kian Berbahaya akibat Perubahan Iklim, Mengapa Tubuh Semakin Sulit Beradaptasi?

Panas Lembap Kian Berbahaya akibat Perubahan Iklim, Mengapa Tubuh Semakin Sulit Beradaptasi?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:35 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?

Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:35 WIB

Terkini

MPLS Pakai Baju Apa? Ini Pakaian yang Harus Dihindari untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

MPLS Pakai Baju Apa? Ini Pakaian yang Harus Dihindari untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 13:25 WIB

5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate

5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

Blush On Viva Apakah Sudah BPOM? Cek Review Jujur Perona Pipi Legendaris Rp6 Ribuan

Blush On Viva Apakah Sudah BPOM? Cek Review Jujur Perona Pipi Legendaris Rp6 Ribuan

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 12:59 WIB

Apakah Kacamata Anti Radiasi Efektif Mencegah Mata Minus dan Lelah? Dokter Bongkar Faktanya!

Apakah Kacamata Anti Radiasi Efektif Mencegah Mata Minus dan Lelah? Dokter Bongkar Faktanya!

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 12:32 WIB

Apakah Parfum Scarlett Boleh Dipakai Sholat? Pahami Kandungannya

Apakah Parfum Scarlett Boleh Dipakai Sholat? Pahami Kandungannya

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 12:20 WIB

Parfum Vitalis Apa yang Best Seller? Ini 3 Pilihan Murah tapi Wanginya Gak Murahan

Parfum Vitalis Apa yang Best Seller? Ini 3 Pilihan Murah tapi Wanginya Gak Murahan

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 12:10 WIB

4 Review Bedak Padat Wardah Terbaik yang Bikin Glowing, Andalan Wanita Usia 40 Tahun

4 Review Bedak Padat Wardah Terbaik yang Bikin Glowing, Andalan Wanita Usia 40 Tahun

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 11:57 WIB

3 Body Scrub Lokal yang Ampuh Menghilangkan Daki Sesuai Review Pembeli

3 Body Scrub Lokal yang Ampuh Menghilangkan Daki Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 11:53 WIB

Cara Orang Cari Kerja Berubah: Mengapa Strategi Rekrutmen Perusahaan Perlu Ikut Berubah?

Cara Orang Cari Kerja Berubah: Mengapa Strategi Rekrutmen Perusahaan Perlu Ikut Berubah?

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

5 Zodiak yang Bernasib Mujur Hari ini 13 Juli 2026, Anda Salah Satunya?

5 Zodiak yang Bernasib Mujur Hari ini 13 Juli 2026, Anda Salah Satunya?

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 11:39 WIB

×