Cerita Korban Little Aresha: Pernah Diikat, Dikurung di Ruang Gelap hingga Dipaksa Tidur di Lantai

Chyntia Sami Bhayangkara, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 13 Juli 2026 | 15:51 WIB
Cerita Korban Little Aresha: Pernah Diikat, Dikurung di Ruang Gelap hingga Dipaksa Tidur di Lantai
Ilustrasi anak-anak daycare Little Aresha yang dikurung dan diikat (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Wali murid bongkar kasus kekerasan anak di daycare Little Aresha.

  • Korban kasus kekerasan anak di daycare kerap diikat dan dikurung.

  • Kedua anak korban kasus kekerasan anak di daycare mengalami trauma.

Suara.com - Usai 2,5 bulan kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha terkuak, seorang wali murid mengungkap fakta gelap lainnya di balik operasional lembaga pendidikan tersebut selama bertahun-tahun.

W, salah satu wali murid yang menitipkan 2 anaknya di Little Aresha sejak 2021 mengungkapkan kedua anaknya sudah mengalami kekerasan sejak lama.

Hal tersebut diketahui W dari pengakuan anaknya sendiri dan mantan pengasuh Little Aresha yang menghubunginya sekaligus memberikan bukti foto anaknya ketika diikat pada 2022 lalu.

Selaras dengan laporan dari mantan pengasuh, anak kedua W yang dititipkan di Little Aresha sejak usia 2 bulan sampai 5 tahun mengaku sering diikat oleh pengasuh, baik di gedung utara maupun gedung selatan.

Selain itu, anak kedua W mengaku juga pernah dikurung di ruangan gelap sendirian tanpa alasan jelas.

"Belum lama ini, anak kedua cerita dia pernah dikurung di ruang gelap sendiri dan baru dikeluarin ketika saya jemput," ujar W melalui pesan WhatsApp kepada suara.com.

Ilustrasi anak-anak Little Aresha yang diikat (Gemini AI)
Ilustrasi anak-anak Little Aresha yang diikat (Gemini AI)

W bercerita anak keduanya tersebut ketika pertama kali dititipkan di Little Aresa usia 2 bulan, ditempatkan di gedung utara.

Namun, anak keduanya tersebut sempat dipindahkan ke gedung selatan ketika baru dibuka tetapi hanya beberapa bulan dan kembali lagi ke gedung utara, karena dinilai sudah lancar bicara.

Sementara itu, anak pertama W mulai dititipkan di Little Aresha sejak usia 3 tahun pada 2021 sampai usia 7 tahun 9 bulan pada Maret 2026.

baca juga

Setelah lulus TK Little Aresha dan masuk SD, anak pertama W tersebut mengikuti program after school atau penitipan anak Little Aresha sehingga menempati gedung selatan.

"Waktu itu anaknya sering tantrum dan nangis tiap dijemput. Dia sudah nggak mau lagi dititipkan di Little Aresha. Akhirnya berhenti per 1 Maret 2026. Tapi kakak gak pernah cerita apa-apa selama di Little Aresha," ujar W.

Saat kasus Little Aresha terkuak, W mengatakan anak pertamanya baru mulai bercerita apa yang terjadi di gedung selatan, tapi hanya sepintas.

"Dia baru cerita pas kasus ini terungkap, tapi awalnya dia cuman bilang kalau miss di tempat adik bayi itu jahat. Tapi, dia selalu diam tiap ditanya miss berbuat jahat apa," ujar W.

Setelah konsultasi psikolog 3 kali, anak pertama W baru berani mengungkapkan perilaku Diyah Kusumastuti yang sebenarnya tidak sebaik anggapan sang ibu.

"Dia pernah lihat bu Diyah mengikat atau bedong anak-anak. Lihat miss Anita ke selatan survei, lihat-lihat kondisinya pas bu Diyah gak di sana," kata W.

"Dia cerita kalau adik bayi yang baru datang langsung dilepas bajunya dan hanya pakai popok. Tapi, dia cuman tahunya yang diikat anak-anak nakal, biar gak nginjek adik bayi. Dia gak tau kalau adik bayi itu juga diikat, karena pintu ruangan selalu ditutup tiap kali dia datang," ujar W.

Meski begitu, anak pertama W mengaku pernah melihat adik-adik bayi tidur di lantai.

"Dia cerita kalau adik bayi itu tidur posisi kepalanya ada di lantai. Terus nangis jerit-jerit tapi gak ada miss yang nolongin," ujarnya.

Sementara itu, anak pertama W sendiri ditempatkan di satu ruangan tanpa alas apapun, sehingga dipaksa tidur siang di lantai sampai dijemput orangtua.

"Dia ditaruh di lantai 2, tidak pakai alas, dia dipaksa tidur siang di lantai," ujar W.

Namun, anak pertama W tidak pernah mengadu apapun yang terjadi padanya kepada sang ibu karena takut akan dimarahi pengasuh esok harinya.

"Dia ditanya psikolog kenapa gak bilang ke mama, kan sudah besar dan tahu gak itu perbuatan salah. Dia bilang kalau nanti mama konfirmasi ke sekolah, nanti kita bakal dimarahi tapi dia gak menjelaskan detail dimarahinya bagaimana," jelas W.

Karena aksi kekerasan yang dilakukan pengasuh Little Aresha, kedua anak W pun mengalami trauma dan harus konsultasi psikolog.

Anak pertama menunjukkan perilaku regresi, sehingga masih mengompol dan BAB di celana di usia 7 tahun lebih. Sedangkan, anak kedua menunjukkan perilaku agresif dan kurang fokus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?

3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:59 WIB

Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:15 WIB

Polisi Ungkap Peran 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha, Ada Satpam dan Petugas Kebersihan

Polisi Ungkap Peran 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha, Ada Satpam dan Petugas Kebersihan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:00 WIB

Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:55 WIB

Antara Topeng Kasih dan Kewaspadaan: Refleksi dari Kasus Little Aresha

Antara Topeng Kasih dan Kewaspadaan: Refleksi dari Kasus Little Aresha

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 14:30 WIB

Jurus Pengelola Daycare Little Aresha Tutupi Kekejaman: Tutur Manis hingga Topeng Agamis

Jurus Pengelola Daycare Little Aresha Tutupi Kekejaman: Tutur Manis hingga Topeng Agamis

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 16:18 WIB

Terkini

Daftar Weton yang Kejayaan Rezekinya Baru Terbuka di Usia 40 Tahun ke Atas

Daftar Weton yang Kejayaan Rezekinya Baru Terbuka di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 10:10 WIB

Bertema WishpediA, NCT Wish Ungkap Jadwal Teaser Album Terbaru 'I SPY'

Bertema WishpediA, NCT Wish Ungkap Jadwal Teaser Album Terbaru 'I SPY'

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 10:08 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Keriting hingga Beras Melonjak

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Keriting hingga Beras Melonjak

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 10:07 WIB

Darurat Narkoba di Sulteng: 80 Persen Penghuni Lapas dan Rutan Ternyata Kasus Narkotika

Darurat Narkoba di Sulteng: 80 Persen Penghuni Lapas dan Rutan Ternyata Kasus Narkotika

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 10:04 WIB

Ketika Rumah Tua Menjadi Sumber Teror dalam She Is a Haunting

Ketika Rumah Tua Menjadi Sumber Teror dalam She Is a Haunting

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 10:00 WIB

Todd Boehly Lepas Saham Chelsea Rp22 Triliun, Pengusaha Keturunan Iran Pegang Kendali

Todd Boehly Lepas Saham Chelsea Rp22 Triliun, Pengusaha Keturunan Iran Pegang Kendali

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:58 WIB

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:48 WIB

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:47 WIB

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:46 WIB

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 09:44 WIB

×