- Sunscreen penting digunakan untuk membantu melindungi kulit anak dari paparan sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan.
- Banyak orang tua bertanya apakah sunscreen orang dewasa boleh digunakan untuk anak, mengingat formulasi dan kandungannya bisa berbeda.
- Berikut penjelasan dan saran aman dari dokter mengenai penggunaan sunscreen orang dewasa untuk anak-anak agar perlindungan kulit tetap optimal.
Suara.com - Paparan sinar matahari dapat berdampak pada kesehatan kulit anak, sehingga penggunaan sunscreen menjadi salah satu langkah penting untuk membantu melindunginya saat beraktivitas di luar ruangan.
Namun, masih banyak orang tua yang bertanya-tanya apakah sunscreen orang dewasa boleh dipakai oleh anak-anak.
Pertanyaan tersebut muncul karena produk sunscreen untuk orang dewasa dan anak umumnya memiliki kandungan serta formulasi yang berbeda.
Di sisi lain, tidak sedikit orang tua yang memilih menggunakan satu produk untuk seluruh anggota keluarga demi alasan praktis. Apakah boleh hal ini dilakukan?
Agar perlindungan tetap optimal, simak penjelasan dan saran aman dari dokter soal penggunaan sunscreen orang dewasa untuk anak-anak.
Bolehkah Sunscreen Orang Dewasa Dipakai Anak-Anak?
![Ilustrasi sunscreen anak. [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/13/98737-ilustrasi-sunscreen-anak.jpg)
Beberapa sunscreen orang dewasa mungkin dapat digunakan dalam kondisi tertentu, tetapi ada pula yang sebaiknya dihindari karena berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit anak yang masih sensitif.
Menurut dokter estetika, dr. Yessica Tania, Dipl. AAAM, sunscreen orang dewasa yang dapat digunakan pada anak harusnya jenis physical sunscreen dan berlable broad spectrum alias dilengkapi minimal SPF 30 PA+++.
"Sunscreen dewasa itu boleh enggak sih dipakai anak atau bayi? Ini Sering banget ditanyain, jadi mari kita bahas aja," jelas dr. Yessica Tania, dilansir dari TikTok pada Rabu, 15 Juli 2026.
"Jadi UV filter itu kan ada dua jenis ya, (yaitu) chemical dan physical. Secara teoris, sunscreen dewasa boleh saja dipakai anak-anak asal isinya physical sunscreen," lanjutnya.
Penjelasan ini selaras dengan keterangan yang tertera dalam artikel IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) yang diunggah di laman idai.or.id.
"Sunscreen aman diberikan pada bayi usia di atas 6 bulan, dengan catatan jenis yang digunakan adalah physical sunscreen yang mengandung titanium oxide atau zinc oxide dengan SPF 30 atau lebih, dan berlabel broad spectrum serta waterproof," bunyi keterangan tersebut.
Lantas, kenapa tidak disarankan menggunakan chemical sunscreen pada anak-anak? Menurut dr. Yessica Tania, hal ini karena chemical sunscreen lebih berpotensi menimbulkan iritasi.
"Kenapa UV filter yang chemical enggak boleh buat anak-anak? Karena potensi untuk iritasi ke kulit itu lebih besar," tutur dokter yang akrab disapa dr. Ziee tersebut.
"Pokoknya di kulit orang dewasa aja yang lebih tebal, lebih mature, itu ada potensi untuk enggak cocok sama chemical sunscreen. Bayangkan kalau di kulit anak-anak yang lebih immature gimana," tandasnya.
Sementara itu, penggunaan sunscreen pada anak juga perlu dioleskan ulang alias reapply setiap 2 jam. Sama seperti pada orang dewasa, sunscreen sebaiknya dipakai 15-20 menit sebelum keluar rumah.
Sedangkan untuk bayi yang berusia kurang dari 6 bulan, IDAI menyarankan untuk mengoleskan sunscreen di daerah pipi dan punggung tangan saja.
"Apabila bayi berusia kurang dari 6 bulan dan tidak dapat menghindari pajanan matahari, pakaikanlah sunscreen dengan SPF 15 di pipi dan punggung tangan saja," bunyi keterangan IDAI.
Perlu diingat, penggunaan sunscreen orang dewasa pada anak sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan karena setiap produk memiliki kandungan dan formulasi yang berbeda.
Jika ragu, pilih sunscreen yang memang diformulasikan untuk anak sesuai usianya atau konsultasikan dengan dokter, terutama bila anak memiliki kulit sensitif atau riwayat alergi, agar perlindungan dari sinar matahari tetap optimal sekaligus aman bagi kesehatan kulitnya.