- Waktu terbaik menyemprotkan parfum ke anggota badan adalah setelah mandi .
- Sebelum memakai parfum sebaiknya menggunakan pelembap dan deodoran.
- Jarak ideal menyemprot parfum yakni sekitar 20 hingga 25 sentimeter dari badan.
Suara.com - Parfum bukan sekadar pelengkap penampilan, tetapi juga bisa meningkatkan rasa percaya diri dan meninggalkan kesan positif bagi orang di sekitar.
Sayangnya, masih banyak yang mengeluhkan parfum cepat menghilang, padahal masalahnya sering kali bukan pada kualitas parfum, melainkan cara pemakaiannya.
Bahkan parfum lokal dengan ketahanan wangin yang baik pun tidak akan bekerja maksimal jika cara penggunaannya masih keliru.
Mengutip laman HMNS, berikut cara memakai parfum yang tepat agar aroma parfum lebih awet, menyebar dengan baik, dan meninggalkan jejak wangi (sillage).
1. Gunakan Deodoran atau Body Lotion Terlebih Dahulu
Sebelum menyemprotkan parfum, pastikan tubuh sudah menggunakan deodoran atau body lotion. Deodoran membantu mengurangi bau keringat yang dapat bercampur dengan aroma parfum sehingga wanginya tetap bersih dan segar.

Sementara itu, body lotion berfungsi menjaga kelembapan kulit. Kulit yang lembap mampu "mengunci" molekul parfum lebih baik dibandingkan kulit yang kering, sehingga aroma dapat bertahan lebih lama.
Untuk hasil terbaik, gunakan body lotion dengan aroma netral atau yang senada dengan parfum agar tidak saling bertabrakan.
2. Semprotkan Parfum Setelah Mandi
Waktu terbaik memakai parfum adalah sesaat setelah mandi ketika kulit masih bersih dan sedikit lembap. Kondisi ini membuat parfum lebih mudah menempel dan menyebarkan aromanya secara optimal.
Selain itu, tubuh yang bebas dari keringat, minyak, dan debu akan membuat karakter asli parfum lebih terasa. Tunggu hingga kulit tidak terlalu basah, lalu semprotkan parfum sebelum mengenakan pakaian.
3. Perhatikan Jarak Penyemprotan
Cara menyemprot parfum juga memengaruhi hasil akhirnya. Hindari menyemprot terlalu dekat karena cairan parfum akan menumpuk pada satu titik. Sebaliknya, jangan pula terlalu jauh karena sebagian parfum akan terbuang ke udara.

Jarak ideal penyemprotan adalah sekitar 20–25 cm dari tubuh. Dengan jarak tersebut, butiran parfum dapat tersebar lebih merata sehingga aroma terasa lebih seimbang.
4. Semprotkan Secukupnya di Beberapa Titik
Satu kali semprotan sering kali belum cukup, terutama jika menggunakan parfum dengan konsentrasi ringan seperti Eau de Toilette (EDT) atau Eau de Cologne (EDC).
Sebagai panduan, semprotkan sekitar 2–3 kali pada titik yang sama atau beberapa titik nadi. Namun, hindari penggunaan berlebihan karena aroma yang terlalu kuat justru bisa mengganggu orang lain. Sesuaikan jumlah semprotan dengan konsentrasi parfum dan aktivitas yang akan dilakukan.
5. Fokus pada Titik Nadi
Titik nadi merupakan area tubuh yang memiliki suhu lebih hangat sehingga membantu menyebarkan aroma parfum secara perlahan sepanjang hari.
Beberapa area yang direkomendasikan antara lain pergelangan tangan, leher, belakang telinga, dada bagian atas, serta belakang lutut.
Saat memakai parfum di pergelangan tangan, hindari menggosokkannya setelah disemprot karena gesekan dapat mempercepat penguapan dan mengubah karakter aroma parfum.
6. Hindari Menyemprot Langsung ke Pakaian
Sebagian orang memilih menyemprot parfum ke pakaian agar wanginya lebih awet. Padahal, cara ini kurang disarankan karena aroma parfum umumnya dirancang untuk bereaksi dengan suhu dan minyak alami kulit.
Selain itu, kandungan alkohol dan minyak pada parfum juga berpotensi meninggalkan noda atau merusak serat kain tertentu.
Agar performa parfum lebih maksimal, semprotkan langsung ke kulit pada titik-titik nadi, lalu biarkan mengering secara alami tanpa digosok.