- Bluebird Group meluncurkan program inkubasi kewirausahaan Kartini BISA untuk mendukung kemandirian ekonomi para istri dan putri pengemudi.
- Program ini menyediakan pendampingan intensif bagi 30 peserta terpilih mengenai manajemen bisnis, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran usaha.
- Peserta akan mempresentasikan rencana bisnis dan mengikuti bazar sebagai sarana validasi pasar demi membangun usaha yang berkelanjutan.
Suara.com - Pemberdayaan ekonomi perempuan tidak berhenti pada pelatihan keterampilan. Agar mampu membangun usaha yang bertahan dalam jangka panjang, perempuan juga membutuhkan pendampingan, akses terhadap pengetahuan bisnis, serta kesempatan menguji model usaha secara langsung.
Pendekatan tersebut kini semakin banyak diterapkan melalui program inkubasi kewirausahaan yang tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan mengelola bisnis secara menyeluruh. Mulai dari pengembangan produk, perhitungan biaya, strategi pemasaran, hingga penyusunan model bisnis yang berkelanjutan.
Salah satu program yang mengusung pendekatan tersebut adalah Kartini BISA (Kartini Bikin Usaha) yang diluncurkan Bluebird Group. Program ini merupakan pengembangan dari Kartini Bluebird, inisiatif pemberdayaan perempuan yang telah berjalan sejak 2014.
Selama lebih dari satu dekade, program tersebut berkembang dari pelatihan menjahit menjadi ruang belajar yang mencakup pelatihan tata boga, tata rias, hingga pengembangan soft skill. Hingga kini, komunitas tersebut telah menjangkau 1.416 istri dan putri pengemudi di berbagai kota di Indonesia.
Chief Marketing Officer PT Blue Bird Tbk Monita Moerdani mengatakan, selama bertahun-tahun pihaknya melihat banyak peserta memiliki keterampilan dan semangat untuk berwirausaha. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan keterampilan tersebut dapat berkembang menjadi usaha yang mampu bertahan dan terus tumbuh.
"Kartini BISA lahir sebagai langkah lanjutan dari perjalanan tersebut. Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pelatihan, tetapi sebuah proses pendampingan yang membantu peserta memahami bagaimana membangun usaha secara menyeluruh, mulai dari mengembangkan produk, menghitung biaya, menentukan strategi pemasaran, hingga memiliki model bisnis yang lebih siap berkembang," ujar Monita.
Menurutnya, ketika perempuan memiliki akses terhadap pengetahuan, jejaring, dan pendampingan yang tepat, peluang mereka untuk membangun kemandirian ekonomi, baik bagi diri sendiri maupun keluarga, akan semakin besar.
Program inkubasi ini diikuti oleh 30 peserta terpilih yang sebelumnya telah aktif mengikuti sedikitnya tiga kegiatan Kartini Bluebird. Selain memiliki minat kuat untuk berwirausaha, para peserta juga berasal dari keluarga pengemudi dengan rekam jejak kedisiplinan yang baik.
Selama mengikuti inkubasi, peserta akan menjalani rangkaian pembelajaran yang memadukan kelas teori, praktik, penugasan, serta pendampingan intensif dari mentor dan praktisi bisnis. Kurikulumnya dirancang untuk membantu peserta mengembangkan produk, mengelola keuangan, menyusun strategi pemasaran, hingga membangun model usaha yang lebih siap berkembang.
Di akhir program, para peserta akan mempresentasikan rencana bisnis mereka di hadapan dewan juri sekaligus memperkenalkan produknya melalui bazar sebagai bagian dari proses validasi pasar dan pengembangan usaha.
Melalui pendekatan tersebut, program inkubasi diharapkan mampu melahirkan lebih banyak perempuan yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu membangun usaha yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan.