Selama Ini 100 Persen Impor, Kini Indonesia Bersiap Produksi Botulinum Toxin Sendiri

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:55 WIB
Selama Ini 100 Persen Impor, Kini Indonesia Bersiap Produksi Botulinum Toxin Sendiri
ilustrasi botulinum toxin bahan skincare (freepik)
baca 10 detik
  • Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar menyatakan Indonesia masih mengimpor seratus persen kebutuhan botulinum toxin hingga saat ini.
  • Tapi kini, sudah bersiap memproduksi botulinum toxin sendiri, sebagai bahan perawatan kecantikan.
  • Produksi lokal diharapkan mampu menekan harga obat serta menjadikan Indonesia sebagai pusat pasar global botulinum toxin.

Suara.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Taruna Ikrar, mengatakan Indonesia masih 100 persen mengimpor botulinum toxin, yang menjadi bahan andalan perawatan kecantikan hingga pengobatan regeneratif.

Kondisi ini sangat disayangkan Prof. Taruna. Padahal, botulinum toxin memiliki berbagai turunan produk medis yang dibutuhkan masyarakat Indonesia hingga dunia.

“Begini, selama ini kan masih 100 persen kita impor. Nah karena 100 persen kita impor, sementara penduduk kita yang membutuhkan ada ratusan juta penduduk, tentu lebih bagus kalau kita produksi sendiri,” ujar Prof. Taruna saat memberikan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada fasilitas produksi PT Selatox Bio Pharma di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin (20/7/2026).

Botulinum toxin adalah obat yang terbuat dari bakteri Clostridium botulinum. Zat ini memang lebih dikenal dalam industri kecantikan, tetapi juga kerap digunakan untuk mengatasi kondisi medis tertentu, seperti gangguan saraf.

Ini karena botulinum toxin bekerja dengan cara melemaskan otot melalui pemblokiran aktivitas saraf dan otot. Inilah yang membuat keriput atau kerutan di kulit sekitar lokasi penyuntikan tampak berkurang atau bahkan hilang.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Taruna Ikrar, [Suara.com/Dini Afrianti]
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Taruna Ikrar, [Suara.com/Dini Afrianti]

Prof. Taruna menambahkan, dengan adanya fasilitas produksi di Indonesia, diharapkan harga obat ini menjadi lebih terjangkau.

Bahkan, ia berharap dengan keberadaan Selatox yang mengembangkan berbagai produk berbasis botulinum toxin tipe A, Indonesia mampu menjadi pusat strategis bagi perusahaan dan konsumen produk turunan botulinum toxin di dunia.

“Paling penting tentu kita juga ingin menjadi hub global market. Nah karena memang kebutuhannya untuk botulinum toxin yang berbagai macam turunannya sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Apalagi, menurut Prof. Taruna, saat ini perawatan kecantikan dan kosmetik sudah bukan lagi kebutuhan tersier atau kemewahan, melainkan menjadi kebutuhan primer masyarakat.

baca juga

Hal ini sejalan dengan tren pengobatan regeneratif atau pengobatan yang berfokus pada regenerasi sel, jaringan, atau organ manusia agar kembali berfungsi normal yang terus berkembang di dunia.

“Harus kita tahu, kosmetik dan regenerative medicine itu sekarang sudah menjadi kebutuhan primer rakyat kita dan rakyat dunia. Bukan hanya perempuan, laki-laki juga, jadi dengan demikian pangsa pasarnya besar sekali,” jelas Prof. Taruna.

Adapun fasilitas manufaktur botulinum toxin ini dilengkapi dengan sistem produksi berteknologi maju dengan minim sentuhan manusia, area produksi steril, serta sistem manajemen mutu yang mencakup seluruh proses manufaktur secara menyeluruh.

Perolehan sertifikasi CPOB berarti produk botulinum toxin yang dihasilkan memiliki kualitas yang konsisten, mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, pengujian, hingga distribusi.

“Melalui proses produksi yang presisi dan standar pengendalian mutu yang ketat, kami berkomitmen menghadirkan produk berkualitas tinggi yang dapat dipercaya oleh tenaga kesehatan dan para mitra kami,” ungkap Chief Executive Officer Selatox, Joh Young Hoon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tren Estetika Bergeser ke Non-Invasif, Teknologi Pengencangan Kulit Korea Mulai Populer di Indonesia

Tren Estetika Bergeser ke Non-Invasif, Teknologi Pengencangan Kulit Korea Mulai Populer di Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:01 WIB

XERF Jadi Treatment Pilihan Priyanka Chopra Jonas, Kulit Kencang Natural Tanpa Operasi

XERF Jadi Treatment Pilihan Priyanka Chopra Jonas, Kulit Kencang Natural Tanpa Operasi

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:45 WIB

Botox Bisa Dilakukan Mulai Umur Berapa? Simak Panduan Usia Ideal dan Manfaatnya

Botox Bisa Dilakukan Mulai Umur Berapa? Simak Panduan Usia Ideal dan Manfaatnya

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:25 WIB

Dari Korea ke Indonesia: Teknik Presisi Estetika Non-Bedah Kini Hadir dengan Standar Global

Dari Korea ke Indonesia: Teknik Presisi Estetika Non-Bedah Kini Hadir dengan Standar Global

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 09:03 WIB

3 Rekomendasi Moisturizer dengan Efek Botox Mulai Rp30 Ribuan, Wajah Kencang di Usia 50-an

3 Rekomendasi Moisturizer dengan Efek Botox Mulai Rp30 Ribuan, Wajah Kencang di Usia 50-an

Lifestyle | Kamis, 15 Januari 2026 | 13:07 WIB

Terkini

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:30 WIB

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×