Ketahanan Pangan Tak Cukup Mengandalkan Petani, Mengapa Generasi Muda Perlu Turun ke Kebun

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 28 Juli 2026 | 12:47 WIB
Ketahanan Pangan Tak Cukup Mengandalkan Petani, Mengapa Generasi Muda Perlu Turun ke Kebun
Ilustrasi ketahanan pangan. [Ist]

Suara.com - Isu ketahanan pangan sering kali dibebankan kepada petani. Padahal, menurut Komunitas Tani Kota Sejati-58 Kebagusan, Jakarta Selatan, keberlanjutan pangan juga bergantung pada sejauh mana generasi muda memaknai proses di balik setiap makanan yang mereka konsumsi.

Dari pemikiran tersebut, komunitas ini tak sekadar mengembangkan urban farming, tetapi juga membuka peluang untuk para pelajar, mahasiswa, relawan, hingga pekerja kantoran untuk belajar langsung bagaimana menanam, merawat, dan memanen tanaman.

Bagi mereka, pengalaman adalah cara paling ampuh untuk menumbuhkan kepedulian terhadap pangan dan lingkungan.

“Yang kita ajak sebenernya adalah mendapat pengetahuan dengan experience. Anak-anak sekarang kan yang penting experience, bagaimana mengenal lingkungan, mengenal tanaman, dan bagaimana merawatnya,” kata pengelola Tani Kota Sejati-58 Kebagusan, Andhi pada Kamis (23/7).

Selama mengikuti kegiatan berkebun tersebut, para peserta tidak hanya diajak untuk melihat kebun yang tinggal panen. Mereka justru diajak untuk belajar dari awal cara bertani. Mulai dari membersihkan sampah, mengangkat batu dan puing yang masih tertimbun di tanah, sekaligus merawat tanaman setiap hari.

Pengalaman-pengalaman itu bisa dijadikan sebagai pelajaran bahwa memproduksi bahan pangan membutuhkan waktu, tenaga, serta kesabaran.

Menurut Andhi, dengan merasakan langsung proses berkebun ini bagi anak muda menjadi sangat penting. Kebanyakan generasi masa kini hanya melihat hasil akhir tanpa mengetahui prosesnya. Akibatnya, kesadaran untuk menghargai pangan semakin terkikis.

"Harusnya ilmu ini ditransfer ke generasi muda. Kalau cuma di generasi tua, nanti terputus dong?" ujarnya.

Melalui aktivitas berkebun, mereka diharapkan sadar bahwa setiap sayur ataupun buah yang sampai ke meja makan merupakan hasil kerja panjang yang tidak selalu berakhir dengan keberhasilan.

baca juga

“Jangan kira nanam begini gampang. Petani enggak mungkin selalu berhasil. Ada hama, ada tikus, ada binatang,” katanya.

Berdasarkan pengalaman tersebut turut memperlihatkan berbagai tantangan dalam membangun ketahanan pangan. Tanah yang mereka kelola merupakan bekas lahan pembuangan sampah dan puing bangunan. Hingga kini, mereka masih menemukan plastik ataupun puing bangunan yang tertimbun di dalam tanah. Belum lagi karakter tanah yang sulit menyimpan air sehingga tanaman harus disiram secara berkala agar tetap hidup.

Meskipun demikian, komunitas ini memilih untuk menjadikan tantangan tersebut sebagai bahan pembelajaran. Mereka ingin memperlihatkan bahwa ketahanan pangan bukan persoalan untuk meningkatkan hasil panen, melainkan untuk membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan yang menjadi tempat tumbuhnya sumber pangan.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, komunitas ini berharap semakin banyak anak muda yang tidak hanya menjadi penikmat tren kuliner, tetapi juga memahami asal-usul pangan yang mereka konsumsi. Kesadaran itu menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan pangan di masa depan. Dengan dimulai dari hal sederhana, seperti mengenal tanaman, menghargai proses bertani, hingga memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah.

Andhi menilai, ketahanan pangan bukan sekadar tentang memastikan makanan selalu tersedia, tetapi juga menyiapkan generasi yang punya kepedulian terhadap lingkungannya sebagai sumber pangan.

Menurutnya, semakin banyak anak muda mau turun langsung ke kebun, akan tumbuh pula rasa menghargai setiap makanan yang mereka konsumsi.

“Kita ingin mereka lebih peduliin makanan lokal. Kebanyakan kan anak jaman sekarang makannya yang ada unsur-unsur seperti singkong Thailand, sama yang Korea Korea itu,” kata Andhi.

Dari pengalaman sederhana seperti memetik, mengolah, dan menyantap hasil kebun melalui TikTap (Petik Santap), mereka berharap lahir kebiasaan baru, yakni lebih menghargai makanan, lebih peduli terhadap lingkungan, dan lebih siap dalam menjaga ketahanan pangan di masa depan.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkebun di Kota Kini Lebih Hemat, Panel Surya Jadi Solusi untuk Urban Farming

Berkebun di Kota Kini Lebih Hemat, Panel Surya Jadi Solusi untuk Urban Farming

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:56 WIB

Harga Kedelai di Jakarta Menggila Imbas Konflik Global, Warga Diimbau Mulai Lirik Urban Farming

Harga Kedelai di Jakarta Menggila Imbas Konflik Global, Warga Diimbau Mulai Lirik Urban Farming

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:32 WIB

Bansos Macet & Urban Farming Mati Suri, DPRD DKI Jakarta: Sistem Distribusi Pangan Harus Dirombak

Bansos Macet & Urban Farming Mati Suri, DPRD DKI Jakarta: Sistem Distribusi Pangan Harus Dirombak

News | Selasa, 07 April 2026 | 09:00 WIB

Terkini

6 Rekomendasi Lip Balm SPF 30 di Shopee, Ampuh Perbaiki Bibir Kering dan Pecah-Pecah

6 Rekomendasi Lip Balm SPF 30 di Shopee, Ampuh Perbaiki Bibir Kering dan Pecah-Pecah

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:45 WIB

Daftar Tanggal Merah dan Libur Nasional Agustus 2026 Menurut SKB 3 Menteri, Catat Jadwalnya

Daftar Tanggal Merah dan Libur Nasional Agustus 2026 Menurut SKB 3 Menteri, Catat Jadwalnya

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:44 WIB

IHSG Terkoreksi Tipis di Sesi I, EXCL Melonjak 4 Persen

IHSG Terkoreksi Tipis di Sesi I, EXCL Melonjak 4 Persen

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:44 WIB

10 Ide Hadiah Ulang Tahun untuk Pasangan Berzodiak Leo, Dijamin Bahagia dan Makin Sayang

10 Ide Hadiah Ulang Tahun untuk Pasangan Berzodiak Leo, Dijamin Bahagia dan Makin Sayang

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:43 WIB

Komisi I DPR RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU KKS: Antisipasi Hadapi Ancaman Siber Masa Depan

Komisi I DPR RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU KKS: Antisipasi Hadapi Ancaman Siber Masa Depan

DPR | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:40 WIB

Kemasan Berkualitas jadi Senjata UMKM Bersaing di Pasar Modern

Kemasan Berkualitas jadi Senjata UMKM Bersaing di Pasar Modern

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:38 WIB

5 Sepatu Lokal yang Cocok buat Celana Chino, Tampil Stylish untuk Berbagai Kesempatan

5 Sepatu Lokal yang Cocok buat Celana Chino, Tampil Stylish untuk Berbagai Kesempatan

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:37 WIB

Review Film Husbands in Action: Aksi Kocak Dua Suami Menyelamatkan Keluarga

Review Film Husbands in Action: Aksi Kocak Dua Suami Menyelamatkan Keluarga

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:35 WIB

Independensi Bank Sentral Diuji: Kenapa Pengunduran Diri Gubernur BI Bikin Investor Cemas?

Independensi Bank Sentral Diuji: Kenapa Pengunduran Diri Gubernur BI Bikin Investor Cemas?

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:31 WIB

Praperadilan Dikabulkan, Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dinyatakan Cacat Hukum

Praperadilan Dikabulkan, Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dinyatakan Cacat Hukum

Jogja | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:29 WIB

×