- Flek hitam muncul akibat produksi melanin yang berlebihan pada kulit.
- Sinar matahari menjadi penyebab utama, tetapi bukan satu-satunya pemicu.
- Bekas jerawat, hormon, usia, dan faktor genetik juga dapat menyebabkan flek hitam di wajah.
6. Gesekan atau cedera pada kulit
Luka ringan, garukan berulang, atau gesekan terus-menerus dapat memicu proses penyembuhan yang menghasilkan melanin berlebih. Setelah kulit sembuh, bekasnya bisa berubah menjadi flek kehitaman.
7. Faktor genetik
Sebagian orang memiliki kecenderungan genetik untuk mengalami hiperpigmentasi. Jika anggota keluarga memiliki riwayat melasma, freckles, atau flek hitam yang mudah muncul, risiko mengalami kondisi serupa juga dapat meningkat.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Flek Hitam
Selain penyebab utama di atas, beberapa kondisi dapat membuat flek hitam lebih mudah muncul, antara lain sebagai berikut.
- Jarang menggunakan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan.
- Sering terpapar sinar matahari dalam waktu lama.
- Memiliki warna kulit sedang hingga gelap.
- Kebiasaan memencet jerawat.
- Mengalami perubahan hormon.
Cara Mencegah Flek Hitam di Wajah
Pencegahan menjadi langkah penting karena flek hitam sering kali membutuhkan waktu lama untuk memudar. Beberapa cara yang dapat dilakukan meliputi berikut ini.
- Menggunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari, termasuk saat cuaca mendung.
- Mengulangi pemakaian sunscreen setiap dua jam ketika berada di luar ruangan.
- Menghindari paparan sinar matahari langsung pada pukul 10.00–16.00 jika memungkinkan.
- Tidak memencet jerawat agar tidak memicu hiperpigmentasi.
- Menggunakan topi atau payung saat beraktivitas di bawah sinar matahari.
Kapan Perlu ke Dokter?
Sebagian besar flek hitam tidak berbahaya. Namun, pemeriksaan ke dokter kulit disarankan apabila flek berubah bentuk, ukuran, atau warna dengan cepat, memiliki tepi tidak beraturan, terasa gatal, berdarah, atau disertai gejala lain yang mencurigakan. Dokter dapat memastikan penyebabnya sekaligus menentukan terapi yang sesuai.