- PT Elnusa Petrofin menyelenggarakan ajang Pena Petrofin Awards 2026 untuk mengapresiasi karya jurnalistik terkait sektor energi.
- Kompetisi ini menarik 262 karya jurnalistik dari berbagai media massa yang menyoroti distribusi hingga pemberdayaan masyarakat.
- Dewan juri independen telah memilih pemenang berdasarkan kedalaman liputan, objektivitas, akurasi, dan kepatuhan kode etik.
Suara.com - Saat mengisi bahan bakar di SPBU atau menyalakan lampu di rumah, sebagian besar orang mungkin hanya menikmati hasil akhirnya. Padahal, di balik energi yang digunakan setiap hari, ada banyak cerita tentang perjuangan, inovasi, keselamatan kerja, hingga kolaborasi yang jarang mendapat perhatian publik.
Cerita-cerita tersebut kini semakin banyak diangkat melalui karya jurnalistik. Tak lagi sekadar membahas angka produksi atau distribusi energi, media juga mulai menghadirkan sisi humanis dari sektor energi—mulai dari kisah Awak Mobil Tangki (AMT) yang menembus daerah terdampak bencana, upaya menjaga keselamatan kerja, hingga program pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Semangat itulah yang diangkat PT Elnusa Petrofin (EPN), anak perusahaan PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, melalui Pena Petrofin Awards 2026. Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, ajang apresiasi karya jurnalistik ini mengusung tema "Connecting Your Energy", sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan 30 tahun perjalanan Elnusa Petrofin.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih banyak menyoroti operasional distribusi energi, tema tahun ini mengajak publik melihat energi dari perspektif yang lebih luas. Energi diposisikan bukan hanya sebagai komoditas, tetapi sebagai penghubung kehidupan masyarakat, penggerak roda perekonomian, fondasi pembangunan nasional, hingga pendukung keberlanjutan Indonesia.
Manager Corporate Communication & Relations PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, mengatakan media memiliki peran penting dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai sektor energi.
"Selama tiga dekade, Elnusa Petrofin belajar bahwa di balik setiap distribusi energi terdapat ribuan cerita tentang dedikasi, inovasi, keselamatan, keberlanjutan, hingga kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Melalui Pena Petrofin Awards, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi bersama insan pers untuk menyampaikan cerita-cerita tersebut secara objektif, berkualitas, dan memberikan perspektif yang lebih luas mengenai peran energi dalam menghubungkan kehidupan masyarakat Indonesia," ujarnya.
Menurut Putiarsa, Pena Petrofin Awards bukan sekadar kompetisi jurnalistik, tetapi juga bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang dengan media sekaligus mendorong lahirnya karya-karya yang dapat memperkaya literasi publik mengenai sektor energi.
Antusiasme insan pers terhadap program ini pun meningkat. Tahun ini, sebanyak 262 karya jurnalistik dari media cetak, daring, televisi, dan radio mengikuti proses seleksi. Setelah melalui tahapan longlist, shortlist, hingga penjurian terhadap 20 karya terbaik, akhirnya dipilih lima pemenang di masing-masing kategori.
Proses penilaian dilakukan secara independen oleh dewan juri yang terdiri atas Ketua Bidang Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Muhammad Jazuli, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Ismoko Widjaya, serta Manager Corporate Communication & Relations PT Elnusa Petrofin Putiarsa Bagus Wibowo.
Penilaian mengedepankan berbagai aspek, mulai dari kedalaman liputan, objektivitas, akurasi, kreativitas, hingga kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.
Menariknya, karya-karya yang masuk tahun ini memperlihatkan bagaimana energi dipotret dari beragam sudut pandang. Ada yang mengangkat perjuangan distribusi energi ke wilayah terdampak bencana dan daerah terdepan, terluar, serta tertinggal (3T), penerapan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), pengembangan energi hijau dan target Net Zero Emission (NZE), hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.
Keberagaman tema tersebut menunjukkan bahwa isu energi tidak berdiri sendiri. Energi memiliki kaitan erat dengan kehidupan sosial, ekonomi, lingkungan, hingga pembangunan nasional.
Hasil evaluasi terhadap karya jurnalistik juga memperlihatkan adanya perbedaan perspektif di setiap wilayah Indonesia. Di Sumatra, media lebih banyak menyoroti ketangguhan distribusi energi saat menghadapi bencana. Sementara di Jawa dan Bali, isu keberlanjutan, ESG, dan transisi energi menjadi perhatian utama.
Berbeda lagi dengan Kalimantan yang banyak mengangkat dampak operasional terhadap pemberdayaan masyarakat. Adapun media di Sulawesi serta Maluku-Papua lebih banyak menghadirkan narasi mengenai distribusi energi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus pembangunan wilayah terpencil.
Bagi Elnusa Petrofin, beragam perspektif tersebut menjadi masukan berharga dalam membangun komunikasi yang lebih relevan dengan karakteristik setiap daerah.
"Media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan perspektif yang membantu kami memahami bagaimana distribusi energi dipersepsikan oleh masyarakat di berbagai daerah. Insight tersebut menjadi masukan yang sangat berharga bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat," kata Putiarsa.
Melalui semangat "Connecting Your Energy", Pena Petrofin Awards diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi antara perusahaan dan insan pers dalam menghadirkan karya jurnalistik yang bukan hanya informatif, tetapi juga mampu menginspirasi dan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya energi dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, cerita tentang energi bukan hanya soal infrastruktur atau distribusi. Di balik setiap perjalanan energi menuju masyarakat, ada kisah tentang manusia, inovasi, dan kolaborasi yang turut menggerakkan Indonesia.