- Wajah yang terlihat abu-abu setelah memakai cushion umumnya disebabkan oleh pemilihan shade, undertone, atau formula yang kurang sesuai dengan kulit.
- Kondisi ini membuat hasil makeup tampak kusam, pucat, dan kurang menyatu dengan warna kulit asli.
- Berikut penjelasan mengenai penyebab wajah menjadi abu-abu setelah memakai cushion beserta cara mengatasinya agar hasil makeup lebih natural.
Suara.com - Cushion menjadi salah satu produk makeup favorit karena praktis digunakan dan mampu membuat wajah tampak lebih halus dalam waktu singkat.
Namun, tidak sedikit orang yang justru mendapati wajah abu-abu atau kusam setelah memakai cushion.
Akibatnya, hasil makeup terlihat kurang natural dan wajah tampak lebih pucat daripada warna kulit asli.
Oleh karena itu, memahami penyebab wajah tampak abu-abu akan membantu Anda menemukan solusi yang paling sesuai agar tampilan makeup lebih menyatu dengan kulit.
Lalu, kenapa wajah bisa menjadi abu-abu setelah memakai cushion dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.
Penyebab Muka Jadi Abu-Abu setelah Pakai Cushion

Wajah yang tampak abu-abu setelah memakai cushion merupakan masalah yang cukup sering dialami, terutama jika warna complexion tidak menyatu dengan warna kulit.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari pemilihan shade yang kurang tepat hingga reaksi oksidasi pada produk setelah beberapa jam digunakan.
Melansir laman L'Oreal Paris hingga Maybelline, berikut beberapa hal yang biasanya bisa memicu wajah menjadi abu-abu ketika memakai cushion:
1. Shade cushion terlalu terang
Memilih shade yang lebih terang dari warna kulit dapat membuat wajah terlihat pucat atau keabu-abuan, terutama pada kulit sawo matang hingga gelap.
Karena itu, sebaiknya pilih shade yang paling mendekati warna kulit asli dengan mencobanya di area rahang, bukan di punggung tangan.
2. Undertone cushion tidak sesuai dengan undertone kulit
Selain skintone, undertone juga berperan penting dalam menentukan hasil akhir makeup. Cushion dengan undertone yang tidak sesuai, misalnya cool pada kulit warm atau sebaliknya, dapat membuat wajah tampak kusam dan berwarna abu-abu.
3. Cushion mengalami oksidasi
Oksidasi terjadi ketika pigmen dalam cushion bereaksi dengan oksigen, minyak alami wajah (sebum), keringat, atau paparan panas.
Akibatnya, warna cushion dapat berubah beberapa saat setelah diaplikasikan sehingga wajah terlihat lebih kusam, keabu-abuan, atau bahkan menggelap.
4. Produksi minyak berlebih pada wajah
Kulit berminyak menghasilkan sebum yang lebih banyak, sehingga dapat mempercepat proses oksidasi pada cushion. Hal ini membuat warna makeup berubah lebih cepat dibandingkan saat pertama kali diaplikasikan.
5. Skin prep kurang tepat sebelum memakai cushion
Penggunaan skincare yang terlalu berat atau berbahan dasar minyak dapat memengaruhi daya lekat cushion dan mempercepat perubahan warna.
Membersihkan wajah, menggunakan pelembap yang sesuai, dan mengaplikasikan primer dapat membantu menciptakan permukaan kulit yang lebih stabil sebelum memakai cushion.
6. Formula cushion kurang cocok dengan jenis kulit
Tidak semua cushion memiliki formula yang sama untuk setiap jenis kulit. Pada kulit berminyak, cushion yang tidak memiliki formula tahan oksidasi atau oil control lebih berisiko berubah warna sehingga hasil akhirnya tampak abu-abu atau kusam setelah beberapa jam.
Solusi agar Muka Tak Jadi Abu-Abu saat Pakai Cushion

Wajah yang terlihat abu-abu setelah memakai cushion sebenarnya bisa dicegah dengan memilih produk dan teknik aplikasi yang tepat.
Selain memperhatikan shade, kondisi kulit sebelum makeup juga berpengaruh besar terhadap hasil akhir complexion agar tetap natural dan tidak kusam.
1. Pilih shade yang sesuai dengan warna kulit dan undertone
Hindari memilih cushion yang terlalu terang karena dapat membuat wajah tampak abu-abu setelah dipakai. Sebaiknya lakukan uji warna di area rahang agar hasilnya lebih mendekati warna kulit asli dan menyatu dengan leher.
2. Gunakan primer sebelum mengaplikasikan cushion
Primer membantu menciptakan lapisan pelindung antara kulit dan cushion sehingga minyak alami wajah tidak langsung bercampur dengan pigmen makeup. Cara ini juga dapat membantu mengurangi risiko oksidasi dan membuat makeup lebih tahan lama.
3. Lakukan skin prep sesuai jenis kulit
Bersihkan wajah terlebih dahulu, lalu gunakan pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit sebelum memakai cushion. Untuk kulit berminyak, pilih skincare yang ringan agar produksi minyak tidak berlebihan dan tidak mempercepat perubahan warna cushion.
4. Pilih cushion dengan formula anti-oksidasi
Saat ini banyak cushion yang sudah dibekali teknologi oxidation-proof atau pigmen dengan lapisan khusus agar warnanya tetap stabil selama digunakan. Formula seperti ini membantu mengurangi perubahan warna akibat paparan udara, sebum, maupun keringat.
5. Aplikasikan cushion dalam lapisan tipis
Menggunakan cushion terlalu tebal dapat membuat makeup lebih mudah bergeser dan tampak cakey saat bercampur dengan minyak wajah. Sebaliknya, aplikasikan sedikit demi sedikit sambil ditepuk menggunakan puff agar hasilnya lebih merata dan natural.
6. Kunci makeup dengan bedak dan setting spray
Setelah cushion diaplikasikan, gunakan bedak tabur atau bedak transparan untuk membantu menyerap minyak berlebih. Jika diperlukan, semprotkan setting spray agar complexion lebih awet dan tidak mudah berubah warna sepanjang hari.
7. Kontrol produksi minyak di siang hari
Jika wajah mulai berminyak, gunakan kertas minyak (oil blotting paper) sebelum melakukan touch up. Langkah ini membantu mengurangi sebum berlebih tanpa merusak lapisan cushion sehingga wajah tetap segar dan tidak terlihat abu-abu.