- Paparan sinar UV tanpa sunscreen dapat memicu berbagai masalah kulit.
- Tanda yang sering muncul antara lain flek hitam, kulit kusam, dan kerutan dini.
- Kenali 7 ciri kulit rusak akibat tidak memakai sunscreen secara rutin.
Paparan UV yang berulang dapat merusak kolagen dan elastin, dua komponen penting yang menjaga kekencangan serta elastisitas kulit. Akibatnya, garis halus dan kerutan bisa muncul lebih cepat.
5. Kulit Kehilangan Elastisitas
Selain memicu kerutan, kerusakan kolagen juga membuat kulit terasa kurang kenyal. Seiring waktu, kulit dapat tampak lebih kendur dibandingkan jika rutin dilindungi dari sinar UV.
Perubahan ini biasanya terjadi secara bertahap sehingga sering kali baru disadari setelah berlangsung dalam waktu lama.
6. Kulit Lebih Mudah Terbakar Matahari (Sunburn)
Tidak menggunakan sunscreen meningkatkan risiko mengalami sunburn, terutama saat berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama.
Sunburn ditandai dengan kulit yang memerah, terasa panas, nyeri saat disentuh, bahkan dapat mengelupas beberapa hari kemudian. Paparan sinar matahari berulang yang menyebabkan sunburn juga meningkatkan risiko kerusakan kulit jangka panjang.
7. Risiko Kanker Kulit Meningkat
Paparan sinar UV merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya kanker kulit. Karena itu, penggunaan sunscreen menjadi bagian dari upaya perlindungan kulit, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Meski sunscreen tidak dapat menghilangkan seluruh risiko, berbagai organisasi kesehatan menekankan bahwa penggunaan sunscreen secara rutin, disertai pakaian pelindung dan menghindari paparan matahari berlebihan, dapat membantu mengurangi dampak buruk sinar UV terhadap kulit.
Cara Membantu Mencegah Kerusakan Kulit Akibat Sinar UV
Selain menggunakan sunscreen setiap hari, ada beberapa kebiasaan yang dianjurkan untuk membantu melindungi kulit, antara lain sebagai berikut.
- Pilih sunscreen dengan broad-spectrum SPF 30 atau lebih tinggi.
- Oleskan sunscreen sekitar 15–30 menit sebelum keluar ruangan.
- Gunakan kembali setiap dua jam atau lebih sering setelah berenang maupun berkeringat.
- Kenakan topi bertepi lebar, kacamata hitam, atau pakaian berlengan panjang saat berada di bawah sinar matahari.
- Batasi paparan sinar matahari langsung, terutama pada pukul 10.00–16.00 ketika intensitas sinar UV cenderung lebih tinggi.