- Krim malam sebaiknya dioleskan 30-60 menit sebelum tidur setelah menggunakan serum.
- Pemilihan formula krim malam harus disesuaikan dengan jenis kulit seperti kering, berminyak, kombinasi, dan sensitif.
- Penggunaan krim malam secara konsisten dan tepat membuat kulit tampak lebih sehat serta cerah di pagi hari.
Suara.com - Krim malam merupakan langkah penting dalam rangkaian skincare untuk memperbaiki dan meregenerasi kulit saat tidur.
Banyak yang bertanya-tanya kapan waktu terbaik menggunakannya agar hasil maksimal. Idealnya, krim malam dioleskan sekitar 30–60 menit sebelum tidur atau sekitar pukul 20.00–22.00, setelah wajah dibersihkan dan menggunakan toner atau serum.
Jeda waktu tersebut memberi kesempatan produk menyerap dengan baik sebelum wajah menempel pada bantal.
Selain itu, waktu ini memberi kesempatan bahan aktif terserap sempurna tanpa terganggu oleh aktivitas lain.
Berikut panduan memilih krim malam sesuai jenis kulit agar manfaatnya lebih optimal.
1. Kulit Kering
Pilih formula yang kaya pelembap dengan kandungan ceramide, hyaluronic acid, atau minyak alami seperti jojoba dan squalane.
Tekstur cream yang lebih thick membantu mengunci kelembapan sepanjang malam dan mencegah kulit terasa ketarik di pagi hari.
2. Kulit Berminyak
Gunakan krim malam bertekstur ringan, seperti gel atau gel-cream yang non-comedogenic.
Bahan seperti niacinamide atau tea tree oil dapat mengontrol sebum tanpa membuat wajah semakin berminyak atau tersumbat pori.
3. Kulit Kombinasi
Carilah produk dengan tekstur seimbang yang melembapkan area kering (seperti pipi) sekaligus mengontrol minyak di zona T.
Formula yang mengandung glycerin dan ekstrak tumbuhan ringan biasanya cocok untuk jenis kulit ini.
4. Kulit Sensitif