Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN

Vania Rossa

Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:53 WIB
Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN
Ilustrasi Penipuan Digital Mengincar OTP dan PIN. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Orderkuota mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan digital oleh pihak yang mengaku sebagai petugas layanan pelanggan resmi.
  • Pelaku penipuan beraksi dengan meminta data rahasia seperti OTP, PIN transaksi, dan kata sandi milik pengguna akun.
  • Perusahaan menyarankan pengguna agar selalu memanfaatkan fitur bantuan resmi dalam aplikasi demi menghindari segala bentuk penipuan.

Suara.com - Maraknya penipuan digital membuat masyarakat perlu semakin waspada, terutama terhadap pihak yang mengaku sebagai customer service (CS) suatu layanan.

Salah satu modus yang kerap digunakan adalah meminta kode OTP, PIN transaksi, hingga password akun dengan dalih membantu menyelesaikan kendala pengguna.

Padahal, informasi tersebut merupakan data yang bersifat rahasia dan tidak seharusnya diberikan kepada siapa pun.

Peringatan ini juga disampaikan oleh platform layanan digital Orderkuota, yang mengingatkan para penggunanya agar selalu menjaga kerahasiaan data keamanan akun.

Perusahaan menegaskan bahwa customer service resmi tidak pernah meminta OTP, PIN, password, maupun data sensitif lainnya saat menangani keluhan atau membantu proses transaksi.

Tim Legal Orderkuota, Aprillya, mengatakan pengguna perlu berhati-hati apabila ada pihak yang menghubungi dan meminta informasi keamanan akun dengan mengatasnamakan perusahaan.

"Customer Service resmi Orderkuota tidak pernah meminta data rahasia atau data sensitif pengguna dalam kondisi apa pun," ujarnya dalam keterangan resmi.

Menurutnya, data seperti PIN transaksi, kode OTP, password akun, kode verifikasi, maupun akses login merupakan informasi yang hanya boleh diketahui oleh pemilik akun.

Waspadai Modus Mengatasnamakan Customer Service

baca juga

Modus penipuan yang mengatasnamakan layanan pelanggan bukan hal baru. Pelaku biasanya memanfaatkan berbagai kanal komunikasi, seperti pesan instan, media sosial, atau nomor telepon yang menyerupai customer service resmi untuk memperoleh data pribadi korban.

Orderkuota mengaku telah menerima laporan dari sejumlah pengguna yang hampir menjadi korban modus tersebut.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai nomor layanan pelanggan yang ditemukan melalui mesin pencari, media sosial, atau grup percakapan tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Jangan Transfer ke Rekening Pribadi

Selain meminta data keamanan, pelaku penipuan juga kerap mengarahkan korban untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi dengan alasan proses verifikasi atau penyelesaian kendala.

Perusahaan menegaskan bahwa customer service resmi tidak pernah meminta pengguna melakukan transfer dana ke rekening pribadi maupun memberikan akses ke akun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Sindikat Transnasional: Jangan Tergiur Janji Manis Kerja di Luar Negeri

Waspada Sindikat Transnasional: Jangan Tergiur Janji Manis Kerja di Luar Negeri

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:53 WIB

Polda Metro Jaya Diminta Usut Dugaan Penipuan Rp3 Miliar

Polda Metro Jaya Diminta Usut Dugaan Penipuan Rp3 Miliar

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:01 WIB

Waspada Quishing, Modus Penipuan Baru via Scan QR Code yang Bisa Menguras Rekening

Waspada Quishing, Modus Penipuan Baru via Scan QR Code yang Bisa Menguras Rekening

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:18 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×