- Lion Parcel meluncurkan layanan Minipack untuk mengatasi keluhan konsumen akibat tarif pengiriman barang ringan di bawah 300 gram.
- Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, menyatakan bahwa layanan baru ini memberikan efisiensi biaya pengiriman bagi masyarakat.
- Layanan Minipack menawarkan ongkos kirim lebih hemat dengan kecepatan setara layanan reguler untuk pengiriman produk satuan yang ringan.
Suara.com - Belanja online telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Mulai dari skincare, aksesori fesyen, perlengkapan gadget, hingga buku, hampir semua kebutuhan kini bisa dibeli hanya lewat beberapa sentuhan di layar ponsel. Praktis, cepat, dan pilihan produknya pun semakin beragam.
Namun di balik kemudahan tersebut, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yakni berat paket yang sebenarnya dikirim. Banyak orang tidak menyadari bahwa barang yang mereka beli sehari-hari ternyata memiliki bobot jauh di bawah 300 gram. Meski begitu, biaya pengiriman yang dibayarkan sering kali tetap menggunakan tarif minimum 1 kilogram.
Kondisi ini membuat sebagian konsumen merasa ongkos kirim yang dibayar tidak selalu sebanding dengan berat barang yang diterima. Padahal, jika mengetahui berat paket sejak awal, pelanggan bisa memilih layanan pengiriman yang lebih sesuai dengan kebutuhan.
Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, mengatakan tren belanja online yang didominasi paket ringan mendorong kebutuhan akan layanan logistik yang lebih relevan.
"Pengiriman paket ringan meningkat, namun banyak pelanggan mengeluh karena bayar ongkirnya tetap untuk 1 kilogram yang dirasa kurang efisien, bahkan beberapa pelanggan menyebutnya 'bayar angin'. Melihat kebutuhan tersebut, Lion Parcel menghadirkan layanan baru bernama Minipack khusus untuk pengiriman paket ringan di bawah 300 gram," ujar Kenny.
Berdasarkan data internal Lion Parcel, cukup banyak barang yang umum dikirim masyarakat memiliki bobot di bawah 300 gram. Dokumen, buku saku, hijab, kaus kaki, aksesori seperti gelang atau anting, hingga produk kecantikan seperti serum, sunscreen, dan lipstik termasuk di antaranya.
Tren ini juga terlihat pada kebiasaan masyarakat yang semakin sering membeli produk secara satuan. Misalnya, saat stok sunscreen habis, seseorang cukup membeli satu botol baru tanpa perlu menambah produk lain. Hal serupa juga terjadi pada pembelian charger, kabel data, atau casing ponsel yang umumnya memiliki ukuran kecil dan ringan.
Menurut Kenny, semakin banyak masyarakat yang memahami karakteristik barang yang dibeli, semakin mudah pula mereka menentukan layanan pengiriman yang paling sesuai.
"Kami ingin masyarakat semakin sadar bahwa banyak produk yang dibeli sehari-hari sebenarnya masuk kategori paket ringan. Dengan memilih layanan yang sesuai seperti MINIPACK, pelanggan bisa menikmati ongkos kirim yang lebih efisien," katanya.
Selain mempertimbangkan biaya, konsumen saat ini juga semakin memperhatikan kenyamanan selama proses pengiriman. Kecepatan, keamanan paket, hingga transparansi layanan menjadi faktor yang ikut memengaruhi pengalaman berbelanja secara online.
"Tren belanja produk beauty dan personal care saat ini didominasi pembelian dalam jumlah satuan, sehingga bobot paketnya relatif ringan. Untuk kebutuhan seperti ini, Minipack Lion Parcel dapat menjadi pilihan karena menawarkan ongkir lebih hemat tanpa mengurangi kualitas layanan, karena kecepatan pengiriman yang setara dengan layanan reguler," jelas Kenny.
Perubahan pola belanja masyarakat menunjukkan bahwa layanan logistik juga perlu terus beradaptasi. Kini, bukan hanya soal seberapa cepat paket sampai ke tujuan, tetapi juga bagaimana layanan tersebut mampu menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang semakin beragam.
Memahami berat barang sebelum berbelanja atau mengirim paket pun bisa menjadi kebiasaan sederhana yang membantu konsumen memilih layanan yang lebih efisien sesuai karakteristik kirimannya.