- Bank Indonesia mencatat volume transaksi digital nasional melonjak signifikan sebesar 36,88 persen pada semester I 2026.
- PT Jalin Pembayaran Nusantara dan Yayasan BACenter menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan sistem pembayaran nasional berbasis riset.
- Kolaborasi strategis tersebut bertujuan mendukung digitalisasi layanan publik, penyaluran bantuan sosial, serta perluasan inklusi keuangan masyarakat.
Ketua BACenter, Burhanuddin Abdullah, mengatakan sistem pembayaran memiliki peran yang semakin luas dalam kehidupan masyarakat sehingga pengembangannya perlu mempertimbangkan data dan kondisi ekonomi secara menyeluruh.
“BACenter memiliki kapabilitas dalam riset dan analisis kebijakan, sementara Jalin memiliki pengalaman, teknologi, dan jaringan di dalam sistem pembayaran nasional. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan solusi yang aplikatif untuk mendukung program pemerintah serta memberikan manfaat konkret bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, riset penting untuk memastikan sebuah program tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga relevan, dapat dijalankan, dan menghasilkan dampak yang terukur.
Dalam kerja sama tersebut, kombinasi antara riset, teknologi, infrastruktur, dan analisis kebijakan diharapkan dapat membantu pemerintah mengembangkan sistem pembayaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, perkembangan pembayaran digital bukan hanya tentang semakin cepatnya seseorang melakukan transaksi.
Di tingkat yang lebih luas, sistem pembayaran juga dapat memengaruhi bagaimana masyarakat mengakses layanan publik, menerima bantuan, menjalankan aktivitas ekonomi, hingga terhubung dengan berbagai layanan keuangan.
Karena itu, ketika kehidupan masyarakat semakin digital, sistem pembayaran yang inklusif dan mudah digunakan menjadi bagian penting dari upaya memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih luas.