Suara.com - Banyaknya fenomena pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta, Surabaya, hingga Solo mendadak viral dan memicu spekulasi publik terkait isu aksi demonstrasi besar.
Namun, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan pihak Pakuwon Group menegaskan bahwa langkah ini hanyalah prosedur standar penataan akses kawasan serta peningkatan keselamatan, bukan bentuk reaksi panik terhadap potensi kerusuhan.
Polda Metro Jaya turut memastikan situasi tetap aman dan terkendali karena belum menerima pemberitahuan resmi terkait demo berskala besar.
Meski demikian, kepolisian tetap menyiapkan langkah preventif guna menjaga ketertiban, sementara beberapa mal seperti Kota Kasablanka terpantau sudah mulai melepas kembali pagar tinggi tersebut.
Langkah pengamanan fisik ini juga mendapat sorotan dari Gubernur Jakarta Pramono Anung yang menilainya terlalu berlebihan dan berpotensi merusak estetika kota.
Meski belum mengeluarkan larangan resmi, Pemprov DKI Jakarta mengimbau para pengelola gedung untuk tidak bereaksi berlebihan agar tidak menciptakan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Selengkapnya dalam video ini.