- Membaca Surat Al-Kahfi memberikan keutamaan pelindung dari fitnah Dajjal.
- Membaca Surat Al-Kahfi dimulai Kamis malam hingga Jumat sore.
- Membaca Surat Al-Kahfi ayat 1-10 dianjurkan dibaca secara istiqamah.
قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرالْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا
حَسَنًاۙ Qayyimal liyunzira ba’san syadidam mil ladunhu wa yubasyiral mu’mininalladziina ya’maluunash sholihaati anna lahum ajran hasana(n).
Artinya: "(Dia juga menjadikannya kitab) yang lurus agar Dia memberi peringatan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik."
Ayat 3
مّٰكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ
Maakitsiina fiihi abada(n).
Artinya: "Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya."
Ayat 4
وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ
Wa yundziral-ladziina qaa luttakhadzallahu walada(n).
Artinya: "(Dia menurunkan Al-Qur’an itu) juga agar Dia memberi peringatan kepada orang-orang yang berkata, Allah mengangkat seorang anak.'"
Ayat 5
مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةًتَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا
Ma lahum bihi min‘ilmiw wa la li aa baa ‘ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwaa hihim, iyyaqu lu na illa kadziba(n).
Artinya: "Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang (hal) itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah besar (dosa) perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka."
Ayat 6
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْابِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا
Fa la’allaka ba khi’un nafsaka ‘alaa a tsa rihimillam yu’minu biha dzal haditsi asafa(n).
Artinya: "Maka, boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an)."
Ayat 7
اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْاَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا
Inna ja’alna ma ‘alal-ardhi ziinatal laha linabluwahum ayyuhum ahsanu ‘amala(n).
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di atas bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antaranya yang lebih baik perbuatannya."
Ayat 8
وَاِنَّا لَجٰعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ
Wa inna laja’iluu na ma ‘alaiha sho’idan juruza(n).
Artinya: "Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya sebagai tanah yang tandus lagi kering."
Ayat 9
اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْاٰيٰتِنَا عَجَبًا
Am hasibta anna ashabal-kahfi war-raqiimi kaa nuu min aa yaatina ‘ajaba(n).
Artinya: "Apakah engkau mengira bahwa sesungguhnya para penghuni gua dan (yang mempunyai) raqīm benar-benar merupakan keajaiban di antara tanda-tanda (kebesaran) Kami?"
Ayat 10
اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْلَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
Idz awal-fityatuilal-kahfi fa qaa luu rabbanaa aa tinaa mil ladunka rahmataw wa hayyi’ lanaa min amrinaa rasyada(n).
Artinya: "(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu berdoa, 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami.".