-
Pakar Kang Hong Kian jelaskan pentingnya Feng Shui teras rumah.
-
Ruang tamu di bagian depan rumah diibaratkan rahang penampung hoki.
-
Teras rumah subsidi bisa disulap jadi serambi berpenyekat penarik rezeki.
Suara.com - Dalam ilmu Feng Shui, teras rumah bukan sekadar area transisi antara luar dan dalam ruangan.
Teras rumah ternyata memegang peranan vital sebagai gerbang masuknya energi keberuntungan, kesuksesan, hingga kekayaan bagi penghuninya.
Pakar Feng Shui ternama, Kang Hong Kian, mengungkapkan bahwa banyak pemilik rumah melakukan kekeliruan fatal dalam mengatur teras dan ruang tamu, sehingga rezeki yang seharusnya masuk justru tertolak kembali.
Posisi ruang tamu tidak boleh jauh dari teras rumah untuk mendatangkan rezeki dan kesuksesan bagi penghuni rumah.
Lantas, bagaimana cara mengatur teras rumah agar hoki mengalir deras? Simak ulasannya berikut ini.

1. Filosofi Mulut dan Rahang
Kang Hong Kian memberikan perumpamaan yang unik mengenai pintu utama dan area teras atau ruang tamu. Ia mengibaratkan pintu utama sebagai "mulut" dan ruang tamu sebagai "rahang".
"Analoginya, kita butuh mulut yang berseimbangan. Kalau kita makan itu masuknya ke mulut dulu, baru ke kerongkongan, baru ke lambung. Nah, di mulut ada yang namanya rahang. Kalau nggak ada rahang, bagaimana kita bisa mengunyah?" ujar Kang Hong Kian seperti dikutip dari kanal YouTube FSE nthusiast.
Ia menegaskan bahwa rumah yang memiliki pintu utama tetapi tidak memiliki ruang tamu yang jelas di bagian depan akan sulit mendatangkan hoki.
"Bagaimana uang bisa tersedot masuk ke dalam kalau nggak punya rahang untuk mengunyah?" tambahnya.
2. Hindari Ruang Tamu yang Terlalu Masuk ke Dalam
Salah satu pantangan besar dalam Feng Shui adalah meletakkan ruang tamu jauh di dalam rumah, apalagi jika tamu harus melewati lorong panjang atau pintu-pintu lain sebelum sampai ke sana.
"Nggak boleh ada ruang tamu di bagian dalam rumah, melampaui atau melewati sebuah lorong, apalagi melewati pintu-pintu kamar. Itu adalah satu pantangan. Kalau itu satu saja nggak ada (ruang tamu di depan), jangan harap ada hokinya," tegas Kang Hong Kian.
3. Solusi untuk Rumah Kecil atau Subsidi
Bagi masyarakat yang memiliki rumah dengan lahan terbatas, seperti rumah subsidi, Kang Hong Kian menyarankan untuk menyulap area teras menjadi ruang tamu.
Hal ini jauh lebih baik daripada membiarkan tamu langsung masuk ke area pribadi seperti ruang keluarga atau dapur.
Teras yang dijadikan ruang tamu ini bisa disebut sebagai "serambi". Namun ada syaratnya, area ini harus memiliki pembatas yang jelas, misalnya tembok pendek setinggi 80-90 cm, agar energi tetap terkumpul dan tidak langsung keluar.
4. Menyiasati Rumah yang Melebar
Bentuk rumah ideal menurut Feng Shui adalah yang memanjang ke belakang. Rumah yang bentuknya melebar ke samping seringkali dianggap kurang baik bagi kesehatan perut dan manajemen keuangan.
Untuk mengatasinya, membangun teras atau serambi di bagian depan bisa menjadi solusi agar proporsi rumah terlihat lebih memanjang ke belakang secara energetik.
5. Penggunaan Cermin untuk Memperluas Ruang
Jika area teras atau ruang tamu di depan terasa sempit, Kang Hong Kian membolehkan penggunaan cermin untuk menciptakan kesan luas.
"Kita pasang cermin untuk memperluas ruangan, tapi cermin tersebut tidak boleh menghadap ke pintu masuk ruang tamu. Harus menyamping," pesannya.