-
Profil KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU kembali terpilih Muktamar NU.
-
Profil KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU berpendidikan pesantren legendaris luas.
-
Profil KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU sosok pendiri Miftachus Sunnah Surabaya
Namun, pada Maret 2022, ia memilih mengundurkan diri dari kursi nomor satu di MUI tersebut.
Alasannya, KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU hendak menjaga marwah organisasi agar tidak terjadi rangkap jabatan di posisi puncak.
Kepemimpinan Periode Kedua di PBNU
Kiai Miftach bukanlah orang baru di pucuk pimpinan PBNU. Ia telah menjabat sebagai Rais Aam sejak tahun 2018 menggantikan KH Ma'ruf Amin yang saat itu maju sebagai Wakil Presiden.
Dalam Muktamar ke-35 di Jombang, kepercayaan para kiai sepuh (AHWA) kepadanya tidak luntur. Ia dianggap sebagai figur penengah yang mampu mengayomi berbagai dinamika di internal NU.
Meskipun sempat muncul isu mengenai pengaruh eksternal dalam pemilihan, penetapan Kiai Miftach tetap disahkan secara khidmat sebagai hasil konsensus tertinggi kiai-kiai NU.
Pendiri Ponpes Miftachus Sunnah
Di luar kesibukannya mengurus organisasi, Kiai Miftachul Akhyar adalah seorang pendidik sejati.
Ia mendirikan sekaligus mengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Kedungung Tarukan, Surabaya.
Pesantren ini didirikannya sebagai respons atas kebutuhan masyarakat perkotaan akan nilai-nilai religius dan penguatan akhlak di tengah hiruk-pikuk kota besar.
Kini, dengan terpilihnya kembali sebagai Rais Aam, KH Miftachul Akhyar diharapkan mampu menjaga arah spiritual dan ideologis Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan global selama lima tahun ke depan.